Pasar Bullish Jangka Panjang, Ini Rekomendasi Reksadana Saham Sucor AM

Sucor AM mengekspektasikan IHSG dapat mencetak rekor tertinggi 6.700 tahun ini
Hanum Kusuma Dewi • 08 Jun 2021
cover

Ilustrasi pasar saham dan IHSG yang menguat atau bullish dilambangkan dengan gambar banteng. (shutterstock)

Bareksa.com - Pergerakan pasar saham dinilai cukup volatil, meski ada potensi positif mengingat pemulihan ekonomi dalam jangka panjang. Investor agresif dan bertujuan investasi jangka panjang bisa memilih reksadana saham. ​

Taufan Yamin, Investment Specialist Sucor Asset Management, menjelaskan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terkoreksi di kisaran 5.700 pada Mei, secara momentum sangat tipis kemungkinan untuk dapat terkoreksi lebih dalam lagi. 

"Apabila terkoreksi, tidak terlalu dalam dan sebaliknya apabila naik pun juga tidak banyak, dapat dilihat dari perbandingan pergerakan IHSG dengan LQ45 dalam 4 bulan terakhir," ujar Taufan dalam market update kepada sejumlah APERD, 8 Juni 2021. 

Sementara itu, menurut Taufan, saham-saham yang telah mencetak kenaikan tinggi dalam dua bulan terakhir sangat volatil dan tidak bertahan lama. Lalu, sudah sepanjang 3 tahun terakhir ini IHSG belum mencetak level all time high lagi, tertinggal dibandingkan dengan pasar regional. 

“Karena itu, dari sisi valuasi IHSG relatif murah dengan stabilitas rupiah dan potensi pertumbuhan yang ditawarkan apabila dibandingkan dengan pasar regional. Kami mengekspektasikan IHSG dapat mencetak rekor tertinggi di tahun ini atau menembus level 6.700."

Dia memperingatkan ada risiko dari pasar global yaitu kebijakan tapering oleh bank sentral AS The Fed yang lebih cepat dari ekspektasi. Kebijakan tapering adalah pengurangan stimulus pembelian obligasi negara oleh The Fed. Selain itu, risiko juga muncul bila harga komoditas turun lebih dari 15 persen. Namun, Sucor AM menilai peluang terjadinya risiko tersebut masih relatif kecil. 

Secara jangka panjang, Sucor AM melihat ada potensi pasar dalam tren bullish (naik), dengan tiga faktor yang mendorongnya. Pertama, sentimen positif dari tax amnesty seperti pada tahun 2016, yang juga bertepatan pada pulihnya harga komoditas sehingga mendorong saham emiten konglomerasi menguat.

Kedua, penawaran perdana (IPO) beberapa Unicorn di Indonesia akan menarik dana masuk (inflow) ke pasar saham, baik dari retail maupun investor asing. Ketiga, penerapan peraturan Free Float Weighting dengan Cap 9% akan dapat membantu emiten terkait sektor teknologi dari yang sebelumnya pembobotan beberapa emiten tersebut jauh di bawah penggerak pasar. 

Berkaitan dengan kondisi pasar tersebut, Sucor AM memberikan rekomendasi reksadana saham, yaitu Sucorinvest Equity Fund yang portofolionya berisi saham-saham blue chips dan perbankan. Kemudian, produk reksadana rekomendasi Sucor AM lainnya adalah Sucorinvest Sharia Equity Fund, yang berbasis syariah dan fokus pada saham-saham komoditas. 

Sebagai informasi reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas portofolionya adalah saham yang bisa berfluktuasi jangka pendek tetapi berpotensi memberi imbal hasil tinggi dalam jangka panjang. Reksadana saham cocok untuk investor agresif dengan tujuan investasi jangka panjang. 

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.