Indeks Saham Naik, Dua Reksadana Ini Meroket

Schroder Dana Istimewa dan Prospera BUMN Growth Fund membukukan imbalan 1,67 persen dan 1,2 persen sehari
Abdul Malik • 08 Feb 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana saham. (Shutterstock)

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir (per 05 Februari 2021) :

Reksadana Saham

IHSG : 0,23 persen
Indeks Reksadana Saham :
-1,84 persen
Eastspring Investments Value Discovery Kelas A
: 5,35persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -1,6 persen
Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS
: 2,99 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -0,47 persen
Sucorinvest Flexi Fund
: 3,31 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,68 persen
TRIM Syariah Berimbang :
1,39 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: -0,31 persen
Syailendra Pendapatan Tetap Premium
: 0,92 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,03 persen
MNC Dana Syariah
: 0,38 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,
258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,
292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,3
96 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,28 persen
Danamas Rupiah Plus
: 0,49 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,28 persen
Syailendra Sharia Money Market Fund
: 0,4 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 05 Februari 2021 naik 0,73 persen ke level 6.151,73.  Berdasarkan data id.investing.com (diakses 05/02/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 6,2 persen pada 05 Februari 2021.

Seiring dengan kenaikan IHSG, di marketplace Bareksa terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) 1,67 persen dan 1,2 persen dalam sehari pada perdagangan 05 Februari 2021Reksadana itu adalah Schroder Dana Istimewa dan Prospera BUMN Growth Fund.

Reksadana Schroder Dana Istimewa mencetak imbal hasil (return) 1,67 persen dalam sehari pada 05 Februari 2021. Berdasarkan fund fact sheet periode Januari 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Sedangkan reksadana Prospera BUMN Growth Fund mencetak imbal hasil (return) 1,2 persen dalam sehari pada 05 Februari 2021. Berdasarkan fund fact sheet periode Desember 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.​

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(Reynaldi Gumay/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.