Reksadana Hari Ini : IHSG Melemah, Return Dua Reksadana Campuran Ini Melesat

Shinhan Balance Fund dan HPAM Flexi Plus mencetak return 0,93 persen dan 0,86 persen dalam sehari pada 22 Juli 2020
Bareksa • 23 Jul 2020
cover

Ilustrasi seorang investor di depan papan tulis menghitung keuntungan investasi reksadana, saham, obligasi, deposito yang tertera dalam gambar grafik perbandingan.

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir (per 22 Juli 2020) :

Reksadana Saham

IHSG : 3,89 persen
Indeks Reksadana Saham : 2,23 persen
Manulife Dana Saham Kelas A : 6,12 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 0,59 persen
Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS : 7,53 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 1,99 persen
Kresna Flexima : 4,33 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 1,28 persen
Simas Syariah Berkembang : 2,63 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 1,39 persen
Reksa Dana Kehati Lestari Kelas G : 2,51 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,69 persen
Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : 1,82 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,06 persen
Reksa Dana Mega Dana Kas : 0,63 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : -0,13 persen
Sucorinvest Sharia Money Market Fund : 0,54 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 22 Juli 2020 turun 0,09 persen ke level 5.110,19. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 22/07/2020 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 7,1 persen pada 22 Juli 2020.

Meskipun IHSG melemah, di marketplace reksadana Bareksa, terdapat dua reksadana campuran yang mampu mencetak imbal hasil (return) 0,93 persen dan 0,86 persen dalam sehari pada perdagangan 22 Juli 2020. Reksadana itu adalah Shinhan Balance Fund dan HPAM Flexi Plus.

Reksadana campuran Shinhan Balance Fund mencetak imbal hasil (return) 0,93 persen dalam sehari pada 22 Juli 2020. Berdasarkan fund fact sheet periode Juni 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah TD Bank Jabar, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), TD BPD Jateng, TD BRI, PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), TD Shinhan Bank, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN).

Sedangkan reksadana campuran HPAM Flexi Plus mencetak imbal hasil (return) 0,86 persen dalam sehari pada 22 Juli 2020. Berdasarkan fund fact sheet periode Juni 2020, portofolio investasi reksadana ini adalah PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.