Berita / Kategori / Artikel

Mau Travelling? Yuk Siapkan Dananya dengan Menabung di Reksa Dana

Menyimpan uang di reksa dana, ternyata bisa ada lebihnya yang bisa digunakan sebagai dana darurat saat liburan.
• 27 Apr 2016
cover

Salah satu destinasi wisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. (indonesia.travel/Kementerian Pariwisata)

Bareksa.com – Setiap orang pasti senang berlibur atau travelling untuk melepaskan diri dari kepenatan dan rutinitas yang terkadang menjenuhkan. Tak mengherankan bila banyak orang merencanakan liburan sejak jauh-jauh hari.

Dalam merencanakan liburan, kita perlu menentukan tempat dan lama waktu berlibur serta memperhitungkan anggarannya. Perhitungan ini penting karena besarnya anggaran bergantung dari tempat liburan yang dipilih, misalnya luar negeri atau dalam negeri.

Bila sudah menghitung anggaran, tentu saja kita harus memastikan uang atau dananya tersedia. Beberapa cara yang efektif mengumpulkan uang untuk travelling atau berlibur dengan menyimpannya pada tabungan khusus atau menempatkannya pada instrumen investasi, seperti reksa dana. 

Misalnya saja kita yang tinggal di Jakarta berniat mengumpulkan uang selama satu tahun untuk rencana liburan ke Bali. Saat ini tiket pesawat pulang - pergi (pp) Jakarta - Bali sekitar Rp1 juta dan harga penginapan paling murah sekitar Rp350 ribu per malam.

Kemudian untuk biaya jajan dan belanja oleh-oleh kita anggarkan sebesar Rp1 juta. Apabila kita berencana akan menghabiskan liburan di Pulau Dewata  selama 3 hari 2 malam, artinya kita mempersiapkan biaya penginapan sebesar Rp700 ribu. Jadi total biaya yang perlu dipersiapkan untuk liburan ini sekitar Rp2,7 juta. 

Agar rencana berlibur ke Bali tersebut dapat terwujud, setidaknya kita harus menyiapkan uang sebesar Rp225 ribu per bulan untuk ditabungkan. Nah, dana tersebut kita bisa simpan secara rutin pada tabungan biasa atau di reksa dana. 

Menyimpan uang pada reksa dana dapat memberi keuntungan yang lebih besar dibanding hanya menyimpan uang di tabungan. Reksa dana juga mudah dicairkan (likuid) sehingga instrumen investasi ini bisa digunakan sebagai sarana menyimpan uang dalam jangka pendek, seperti liburan. 

Sekarang mari kita coba simulasikan dengan menabung uang untuk travelling di reksa dana pendapatan tetap – salah satu jenis reksa dana yang menempatkan asetnya pada obligasi swasta dan pemerintah. Sebagai contoh kita menggunakan reksa dana MNC Dana Likuid

Simulasi investasi ini dilakukan dengan Simulator Reksa Dana Bareksa

Untuk perhitungannya, kita mulai menabung pada reksa dana pendapatan tetap sejak satu tahun lalu. Misalnya saja periode satu tahun ke belakang tanggal 26 April 2015 hingga 25 April 2016. Pada awal berinvestasi kita menempatkan uang sebesar Rp225 ribu. Kemudian setiap bulan kita rutin menambah tabungan di reksa dana sebesar Rp225 ribu setiap tanggal 26 selama setahun.

Tabel: Simulasi menabung reksa dana pendapatan tetap

 

Bareksa.com

Seperti terlihat dalam grafik, dalam kurun waktu setahun, uang travelling ini bisa terkumpul mencapai Rp2,7 juta. Bila disimpan dalam reksa dana, uang itu telah tumbuh sebesar 7,70 persen menjadi Rp2,91 juta (garis hijau tosca) saat ini.  

Grafik: Hasil menabung dengan investasi pada reksa dana pendapatan tetap

Sumber: Bareksa.com

Sementara bila jumlah dana yang sama ditempatkan pada tabungan, dengan asumsi bunganya 1 persen, hasilnya hanya tumbuh menjadi Rp2,71 juta saja. Tentunya jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan hasil menabung di reksa dana. 

Menabung di reksa dana ada selisih sekitar Rp200 ribu yang dapat digunakan sebagai dana darurat selama kita berlibur. Maka dari itu, menabung uang travelling di reksa dana cukup menguntungkan karena dapat memberi nilai lebih pada dana yang disimpan. 

Jadi, liburan mendatang Anda mau pergi ke mana? 

* * *

Ingin berinvestasi reksa dana?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Tags: