Simplifikasi Berjalan, Buka Rekening Efek dan RDN Butuh Waktu 1 Jam Saja

Digitalisasi ini diharapkan akan mengakselerasi pertumbuhan jumlah investor di pasar modal
Bareksa • 23 Oct 2018
cover

PT Indo Premier Sekuritas bekerjasama dengan PT Bank Permata Tbk merilis pembukaan rekening efek saham dan reksadana secara full digital, Jakarta, Selasa (23/10). (Issa Almawadi/Bareksa)

Bareksa.com – Satu demi satu, program pengembangan pasar modal manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018 - 2021 mulai berjalan. Dari sebanyak 12 rencana kerja yang telah ditetapkan, salah satunya telah terealisasi pada hari ini (Selasa, 23 Oktober 2018).

Program itu adalah simplifikasi pembukaan rekening efek. Sebagai perdana, program ini telah dirilis PT Indo Premier Sekuritas melalui kerjasama dengan PT Bank Permata Tbk (BNLI) untuk pembukaan rekening efek dan rekening dana nasabah (RDN).

Jika biasanya masyarakat membuka rekening efek memakan waktu beberapa hari, simplifikasi ini cukup memerlukan waktu kurang dari 1 jam semudah pengalaman saat mendaftarkan diri di situs e-commerce.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi menuturkan, simplifikasi pembukaan rekening bisa mendorong penambahan jumlah single investor identification (SID).

“Digitalisasi memangkas waktu menjadi lebih singkat, sederhana, dan cepat,” ujar Inarno.

Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, digitalisasi pembukaan rekening efek dan RDN dengan memanfaatkan data kependudukan Ditjen Dukcapil akan membuat pembukaan rekening di pasar modal khususnya individu menjadi lebih mudah, cepat, namun datanya tetap valid.

Sementara, Presiden Direktur Indo Premier Moleonoto The berharap, terobosan ini bisa menjadi solusi bagi permasalah utama yang menjadi keluhan calon investor. Dia menuturkan, standar industri bisa memakan waktu 2-3 hari untuk memiliki rekening efek lengkap yang siap transaksi.

“Bahkan bisa memakan waktu sampai 1 pekan atau bahkan lebih, bagi calon investor di luar pulau Jawa,” imbuhnya.

Dalam proses pembukaan rekening efek instan ini, teknologi yang diadopsi Bank Permata menjadi komponen penting terutama dalam penyedia RDN.

Dengan RDN, investor mendapatkan keamanan ekstra karena dana ditampung dalam rekening khusus atas nama investor yang setiap saat bisa diakses.

Direktur Utama Bank Permata Ridha DW Wirakusumah menambahkan, kerjasama dengan Indo Premier menjadi komitmen perseroan untuk berinovasi memberikan produk dan layanan yang simple fast dan reliable.

“Ke depannya, kami akan terus melaukan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan mudahnya berinvestasi di efek saham dan reksadana serta mengembangkan teknologi yang menunjang,” terangnya.

Pertumbuhan Jumlah Investor (SID)

Sumber: KSEI

Berdasarkan data KSEI, sejak 2015 hingga 8 Agustus 2018, pertumbuhan jumlah investor SID mencapai 218,04 persen. Bahkan saat ini, kata Friderica, jumlah investor telah mencapai 1,5 juta SID.

Sementara Inarno menambahkan, pertumbuhan jumlah investor memang semakin cepat.

“Belum lama ini jumlah investor ritel mencapai 780.000, dan saat ini sudah menembus 800.000. Digitalisasi akan menambah percepatan proses itu,” imbuh Inarno.

(AM)