The Fed Tahan Bunga, Bitcoin Waspada Jelang Rilis Inflasi AS
The Fed menahan suku bunga di 3,75–4%, tetapi sinyal kenaikan lanjutan masih membayangi. Bitcoin kembali ke kisaran US$79.000 menjelang rilis data inflasi PCE. Ini data, penjelasan sederhana, dan risiko yang dapat dicermati.

The Fed menahan suku bunga di 3,75–4%, tetapi sinyal kenaikan lanjutan masih membayangi. Bitcoin kembali ke kisaran US$79.000 menjelang rilis data inflasi PCE. Ini data, penjelasan sederhana, dan risiko yang dapat dicermati.
Konten ini merupakan kerja sama Bareksa dengan CryptoWave x TRIV Research.
Bareksa - Harga Bitcoin (BTC) berada di Rp1.454.367.361 per token di aplikasi Bareksa per Kamis (29/10/2026) pukul 16.32 WIB, naik 25,45% dalam tiga bulan. Pasar kripto bergerak hati-hati usai The Fed menahan suku bunga pada dini hari.
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (29/10/2026), The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,75–4% dengan hasil pemungutan suara 10 banding 2. Ketua The Fed Kevin Warsh tidak memberi panduan eksplisit, sementara pasar berjangka masih memperkirakan kenaikan pada Desember dan Maret. Kini pasar menanti data inflasi PCE dan PDB kuartal III AS yang dirilis malam ini.
Promo Terbaru di Bareksa
PCE (Personal Consumption Expenditures) adalah ukuran inflasi belanja konsumen yang menjadi acuan utama The Fed. Data ini memengaruhi ekspektasi suku bunga dan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin, aset kripto pertama yang beroperasi sejak 2009.
Research Supported by CryptoWave |
Ringkasan Penting untuk Investor
Yang terjadi: The Fed menahan suku bunga di 3,75–4%. Dua anggota, Lisa Cook dan Beth Hammack, memilih langsung menaikkan bunga.
Penyebab utama: inflasi AS hampir enam tahun di atas target 2%, sementara ekonomi yang kuat memberi The Fed ruang fokus menekan inflasi.
Yang perlu dicermati: data PCE dan PDB kuartal III malam ini, serta peluang kenaikan bunga pada Desember.
Yang dapat dipertimbangkan: bias jangka pendek Bitcoin masih melemah menurut riset, sehingga porsi kripto dapat disesuaikan dengan profil risiko dan diimbangi aset yang lebih stabil.
Ringkasan Data Bitcoin dan Makro AS
Indikator | Data Terakhir | Keterangan |
|---|---|---|
Harga BTC di Bareksa (29/10/2026, 16.32 WIB) | Rp1.454.367.361 | Naik 25,45% dalam 3 bulan |
Suku bunga The Fed | 3,75–4% | Ditahan, voting 10 banding 2 |
Perkiraan inflasi PCE September | 3,6% (tahunan) | Inti 3,1%, perkiraan Bloomberg Economics |
Perkiraan PDB AS kuartal III | 3,2% (tahunan) | Kuartal II: 2,2% |
Imbal hasil obligasi AS 2 tahun | ±4,7% | Turun usai keputusan The Fed |
Arus dana ETF Bitcoin spot | Masuk bersih ±US$1,3 juta | Cenderung netral |
Sumber: aplikasi Bareksa, CryptoWave x TRIV Research, Bloomberg, Coinglass, CoinMarketCap, diolah Bareksa

The Fed Tahan Bunga, Sinyal Kenaikan Masih Membayangi
Warsh menilai ekonomi AS cukup kuat, dengan PDB semester I direvisi naik ke 2,4% dan pertumbuhan kuartal III diperkirakan di atas 3%. Sejumlah ekonom membacanya sebagai sinyal The Fed masih akan menaikkan bunga.
Reaksi pasar beragam. Imbal hasil obligasi AS 2 tahun, yang paling sensitif terhadap kebijakan The Fed, turun ke kisaran 4,7%. Namun, riset CryptoWave x TRIV menilai prospek kenaikan bunga pada Desember dan awal 2027 tetap menjadi hambatan likuiditas, sehingga Bitcoin dan altcoin kemungkinan sulit membangun reli yang kuat.
Warsh juga mengumumkan bahwa mulai 2027 sebagian pertemuan The Fed tidak lagi memutuskan suku bunga, sehingga setiap keputusan berpotensi memicu gejolak lebih besar.
Data PCE dan PDB Jadi Penentu Berikutnya
Bloomberg Economics memperkirakan inflasi PCE naik ke 3,6% secara tahunan, didorong biaya bahan bakar, sementara PDB kuartal III diperkirakan tumbuh 3,2%, ditopang investasi pusat data AI. Jika kedua data keluar sesuai atau di atas perkiraan, ekspektasi kenaikan bunga berpotensi menguat dan membatasi pemulihan Bitcoin.
Daftar Akun Crypto RWA di Sini
Arus Dana Institusi Cenderung Menunggu
ETF Bitcoin spot hanya mencatat arus masuk bersih sekitar US$1,3 juta, tanda manajer investasi menunggu data ekonomi. Riset menilai tekanan jual saat ini lebih karena antisipasi inflasi, bukan aksi jual panik.
Analisa Teknikal Bitcoin
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (29/10/2026), berikut level harga yang dicermati analis:
Harga Terakhir: Rp1.454.367.361 di aplikasi Bareksa, per Kamis (29/10/2026) pukul 16.32 WIB.
Arah Jangka Pendek: terkoreksi ke kisaran US$79.000 setelah tertolak di area US$82.928–84.785, dengan bias jangka pendek cenderung melemah.
Batas Bawah Penting (support): US$75.015–77.155 dan US$74.977–76.481.
Batas Atas Terdekat (resistance): US$82.111–84.000 dan US$82.928–84.785.
Analisis: penutupan di bawah US$79.329 berpotensi mempercepat penurunan menuju area US$69.958–72.980. Tekanan baru mereda jika harga kembali menembus US$82.111–84.000.
Support adalah level harga yang kerap menahan penurunan; resistance adalah level yang kerap menahan kenaikan.

Apa Artinya bagi Investor?
Cermati data ekonomi, bukan hanya The Fed: rilis data inflasi PCE dan PDB malam ini dapat menggerakkan harga kripto secara tajam.
Perhatikan level penting: US$79.329 menjadi batas arah jangka pendek Bitcoin.
Pantau arus dana institusi: kembalinya arus masuk ETF Bitcoin spot menjadi petunjuk minat investor besar.
Jaga porsi: aset kripto dapat ditempatkan sebagai porsi kecil sesuai profil risiko, diimbangi aset yang lebih stabil seperti reksadana pasar uang atau SBN Ritel.
Faktor Risiko
Kenaikan bunga lanjutan: ekspektasi kenaikan pada Desember dapat menguatkan dolar AS dan menekan aset berisiko.
Inflasi dari energi: harga bahan bakar yang tinggi dapat menahan inflasi di atas target lebih lama.
Ketergantungan pada investasi AI: jika belanja perusahaan untuk AI melemah, dampaknya ke ekonomi dan pasar bisa meluas.
Nilai investasi: harga aset kripto dapat turun tajam dalam waktu singkat dan tidak ada jaminan atas nilainya.
Kesimpulan
The Fed menahan suku bunga di 3,75–4%, tetapi pasar masih memperkirakan kenaikan lanjutan pada Desember dan Maret. Menurut riset CryptoWave x TRIV, bias jangka pendek Bitcoin cenderung melemah, dengan US$79.329 sebagai level penentu dan data PCE serta PDB malam ini sebagai pemicu berikutnya. Perkembangan ini dapat dicermati sambil menjaga porsi kripto sesuai profil risiko.
Pantau Berita BTC di Aplikasi CryptoWave
Research Supported by CryptoWave |
***
Disclaimer
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan. Aset kripto memiliki volatilitas dan risiko tinggi. Bareksa menyajikan ringkasan riset ini berdasarkan kerja sama konten dengan CryptoWave x TRIV Research.
Pertanyaan Umum
Apa hasil FOMC Oktober 2026?
The Fed menahan suku bunga acuan di kisaran 3,75–4% dengan hasil pemungutan suara 10 banding 2.
Apa itu data PCE dan mengapa penting bagi Bitcoin?
PCE adalah ukuran inflasi belanja konsumen yang menjadi acuan utama The Fed. Inflasi yang tinggi dapat memperkuat ekspektasi kenaikan bunga, yang cenderung menekan aset berisiko seperti Bitcoin.
Berapa level support dan resistance Bitcoin saat ini?
Menurut CryptoWave x TRIV Research, support penting Bitcoin berada di US$74.977–77.155 dan resistance di US82.111–84.785,denganUS79.329 sebagai level penentu arah jangka pendek.
Profil Penulis

Cryptowave adalah media crypto Indonesia yang menyajikan berita kripto hari ini, harga kripto, blockchain & Web3, serta edukasi mata uang kripto. Afiliasi dari TRIV Group.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.254,05 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.209,85 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.220,79 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.024,78 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
