Update Pasar Kripto Hari Ini: Bitcoin Tertahan Jelang FOMC, Pasar Tunggu Sinyal Warsh
The Fed diperkirakan menahan suku bunga, tetapi inflasi yang memanas dan harga minyak di atas US$110 membuat pasar kripto bersikap hati-hati. Ini data, penjelasan sederhana, dan risiko yang dapat dicermati.

The Fed diperkirakan menahan suku bunga, tetapi inflasi yang memanas dan harga minyak di atas US$110 membuat pasar kripto bersikap hati-hati. Ini data, penjelasan sederhana, dan risiko yang dapat dicermati.
Konten ini merupakan kerja sama Bareksa dengan CryptoWave x TRIV Research.
Bareksa - Harga Bitcoin (BTC) berada di Rp1.473.619.359 per token di aplikasi Bareksa per Rabu (28/10/2026) pukul 14.51 WIB, naik 1,55% dalam 24 jam terakhir dan 27,61% dalam tiga bulan. Pasar kripto bergerak hati-hati menjelang keputusan suku bunga The Fed pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (28/10/2026), The Fed diperkirakan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,75–4%. Namun, inflasi AS yang kembali memanas dan lonjakan harga minyak akibat ketegangan Timur Tengah membuat pasar menanti sinyal kebijakan berikutnya dari Ketua The Fed Kevin Warsh.
Promo Terbaru di Bareksa
FOMC (Federal Open Market Committee) adalah komite The Fed yang menetapkan suku bunga acuan AS. Keputusannya memengaruhi nilai dolar AS dan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin, aset kripto pertama yang beroperasi sejak 2009.
Research Supported by CryptoWave |
Ringkasan Penting untuk Investor
Yang terjadi: The Fed diperkirakan menahan suku bunga di 3,75–4% setelah menaikkannya pada September, dengan keputusan diumumkan Kamis (29/10) sekitar pukul 01.00 WIB.
Penyebab utama: inflasi AS September naik ke 3,7% secara tahunan, sementara harga minyak Brent mendekati US$116 per barel akibat ketegangan Timur Tengah.
Yang perlu dicermati: nada konferensi pers Kevin Warsh, arah arus dana ETF Bitcoin spot, dan pemilu sela AS 3 November.
Yang dapat dipertimbangkan: volatilitas berpotensi tinggi di sekitar pengumuman FOMC, sehingga porsi kripto dapat disesuaikan dengan profil risiko dan diimbangi aset yang lebih stabil.
Ringkasan Data Bitcoin dan Makro AS
Indikator | Data Terakhir | Keterangan |
|---|---|---|
Harga BTC di Bareksa (28/10/2026, 14.51 WIB) | Rp1.473.619.359 | Naik 27,61% dalam 3 bulan |
Suku bunga The Fed | 3,75–4% | Diperkirakan ditahan |
Inflasi AS (CPI) September | 3,7% (tahunan) | Naik 0,6% dari Agustus |
Penambahan tenaga kerja AS September | 29 ribu | Melambat tajam |
Imbal hasil obligasi AS 10 tahun | 5,02% | Bertahan tinggi |
Arus dana ETF Bitcoin spot (22/10) | Keluar US$751 juta | Arus keluar harian terbesar sepekan |
Sumber: aplikasi Bareksa, CryptoWave x TRIV Research, BLS, Coinglass, diolah Bareksa
The Fed Diperkirakan Tahan Bunga, Sorotan ke Warsh
Riset CryptoWave x TRIV mencatat anggota The Fed berhaluan ketat (hawkish), seperti Hammack, Logan, dan Kashkari, berpotensi berbeda pendapat dan menginginkan kenaikan 25 basis poin. Namun, aksi jual saham berbasis kecerdasan buatan (AI) dinilai sudah memperketat kondisi keuangan, sehingga The Fed tidak perlu bertindak agresif.
Perhatian pasar kini tertuju pada konferensi pers Kevin Warsh. Jika Warsh memberi sinyal suku bunga tetap tinggi lebih lama atau membuka peluang kenaikan lanjutan, dolar AS berpotensi menguat dan aset berisiko bisa tertekan. Sebaliknya, nada yang lebih lunak dapat memberi ruang bagi aset berisiko.
Minyak dan Geopolitik Kembali Memanas
Brent mendekati US$116 per barel dan WTI melampaui US$101 per barel, dipicu antara lain laporan Wall Street Journal soal potensi aksi militer AS terhadap Iran setelah pemilu sela, ketegangan di Selat Hormuz, serta serangan Houthi ke fasilitas Saudi Aramco. Kenaikan harga energi ini menambah tekanan inflasi tepat menjelang keputusan The Fed.
Arus Dana Institusi Mulai Stabil
ETF Bitcoin spot sempat mencatat arus keluar US$751 juta pada 22 Oktober. Tekanan jual institusi kini mereda. Lebih dari 12.500 BTC juga ditarik dari bursa ke dompet pribadi, tanda potensi akumulasi, meski volume perdagangan masih rendah menjelang FOMC.
Analisa Teknikal Bitcoin
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (28/10/2026), berikut level harga yang dicermati analis:
Harga Terakhir: Rp1.473.619.359 di aplikasi Bareksa, per Rabu (28/10/2026) pukul 14.51 WIB.
Arah Jangka Pendek: rebound tipis ke sekitar US$80.718, tetapi masih tertahan di bawah resistance.
Batas Bawah Penting (support): US$74.977–76.481.
Batas Atas Terdekat (resistance): US82.281–83.987,US84.008–84.806, dan US$85.500–86.978.
Skenario FOMC: jika suku bunga ditahan (skenario utama), rebound terbatas ke US$82.281–84.806 berpotensi diikuti tekanan jual menuju support. Jika ada kejutan penurunan bunga, harga berpeluang menembus US$86.978. Jika bunga justru dinaikkan, pasar berpotensi melemah.
Support adalah level harga yang kerap menahan penurunan; resistance adalah level yang kerap menahan kenaikan.
Apa Artinya bagi Investor?
Waspadai gejolak di sekitar pengumuman: harga kripto dapat bergerak tajam dalam hitungan jam setelah keputusan dan konferensi pers The Fed.
Pantau nada, bukan hanya keputusan: sinyal Warsh soal arah suku bunga di Desember dapat lebih menentukan pergerakan pasar.
Cermati arus dana institusi: pemulihan arus masuk ETF Bitcoin spot dapat menjadi petunjuk membaiknya minat investor besar.
Jaga porsi: aset kripto dapat ditempatkan sebagai porsi kecil sesuai profil risiko, diimbangi aset yang lebih stabil seperti reksadana pasar uang atau SBN Ritel.
Faktor Risiko
Sinyal The Fed lebih ketat: dapat menguatkan dolar AS dan menekan aset berisiko, termasuk kripto.
Lonjakan harga minyak: ketegangan Timur Tengah dapat mendorong inflasi dan memperpanjang suku bunga tinggi.
Agenda padat: laporan keuangan raksasa teknologi AS dan pemilu sela 3 November dapat memicu volatilitas tinggi.
Nilai investasi: harga aset kripto dapat turun tajam dalam waktu singkat dan tidak ada jaminan atas nilainya.
Kesimpulan
The Fed diperkirakan menahan suku bunga di 3,75–4%, tetapi inflasi yang memanas dan harga minyak yang tinggi membuat pasar menanti sinyal kebijakan Kevin Warsh. Menurut riset CryptoWave x TRIV, Bitcoin masih berpeluang tertekan dalam jangka pendek, dengan US$74.977–76.481 sebagai support penting dan US$86.978 sebagai batas atas yang perlu ditembus. Perkembangan ini dapat dicermati sambil menjaga porsi kripto sesuai profil risiko.
Pantau Berita BTC di Aplikasi CryptoWave
Research Supported by CryptoWave |
***
Disclaimer
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan. Aset kripto memiliki volatilitas dan risiko tinggi. Bareksa menyajikan ringkasan riset ini berdasarkan kerja sama konten dengan CryptoWave x TRIV Research.
Pertanyaan Umum
Kapan keputusan FOMC Oktober 2026 diumumkan?
Keputusan The Fed diumumkan Kamis, 29 Oktober 2026, sekitar pukul 01.00 WIB, disusul konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh.
Mengapa keputusan The Fed memengaruhi harga Bitcoin?
Suku bunga yang tinggi cenderung menguatkan dolar AS dan mengurangi minat terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin. Sebaliknya, sinyal yang lebih lunak dapat menopang aset berisiko.
Berapa level support dan resistance Bitcoin saat ini?
Menurut CryptoWave x TRIV Research, support penting Bitcoin berada di US$74.977–76.481 dan resistance utama di US$85.500–86.978.
Profil Penulis

Cryptowave adalah media crypto Indonesia yang menyajikan berita kripto hari ini, harga kripto, blockchain & Web3, serta edukasi mata uang kripto. Afiliasi dari TRIV Group.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.256,24 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.210,54 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.220,41 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.027,41 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
