Harga Emas Hari Ini Naik, Setahun Cuan 43,22%: Peluang Akumulasi Emas Treasury di Bareksa
Harga Emas Hari Ini Naik, Setahun Cuan 43,22%: Peluang Akumulasi Emas Treasury di Bareksa

Harga Emas Hari Ini Naik, Setahun Cuan 43,22%: Peluang Akumulasi Emas Treasury di Bareksa
Bareksa - Harga emas kembali bergerak naik. Dalam rupiah, seperti yang tercermin dari Harga Beli Emas Treasury di Bareksa, harga emas sudah naik 4,89% hanya dalam sepekan terakhir, dan dalam setahun sudah naik 43,22%, mencapai Rp2.608.533 per gram pada 11 Agustus 2026. Kenaikan ini terjadi setelah harga sempat bergerak relatif datar selama beberapa bulan, dan dipicu oleh melemahnya dolar AS di pasar global.
Namun bagi sebagian besar investor, pertanyaan yang lebih penting sebenarnya bukan sampai kapan kenaikan ini berlanjut, melainkan: apa peran emas di dalam portofolio saya?
Emas Diukur dalam Gram, Bukan Hanya Rupiah
Kebanyakan orang menilai emas semata-mata dari harganya. Ketika harga turun, muncul dorongan untuk menjual. Ketika harga naik, muncul penyesalan karena tidak membeli lebih awal. Padahal ada satu karakteristik emas yang sering terlewat.
Promo Terbaru di Bareksa
Kalau kamu membeli 1 gram emas hari ini, tahun depan kamu tetap memiliki 1 gram. Sepuluh tahun lagi pun tetap 1 gram. Emas tidak diterbitkan oleh lembaga mana pun, sehingga tidak mengenal gagal bayar, tidak dapat dicetak lebih banyak, dan tidak memiliki tanggal jatuh tempo.
Yang perlu digarisbawahi, yang tetap adalah jumlahnya ā bukan nilainya. Nilai 1 gram emas dalam rupiah tetap bergerak setiap hari, naik maupun turun. Namun, emas bukan instrumen tanpa risiko. Bedanya, risikonya berada pada harga, bukan pada keberadaan asetnya.
Apa Tugas Emas di Dalam Portofolio
Setiap instrumen memiliki tugas yang berbeda. Deposito memberi kepastian nominal, tetapi imbal hasilnya dapat tergerus inflasi. Obligasi dan reksa dana pendapatan tetap memberi pendapatan yang relatif teratur, tetapi nilainya melekat pada kemampuan penerbitnya. Reksa dana saham menawarkan potensi pertumbuhan jangka panjang, tetapi mengikuti siklus ekonomi dan kinerja emiten di dalamnya.
Emas tidak dirancang untuk mengungguli semuanya. Tugasnya berbeda, yaitu bergerak tidak selalu searah dengan aset lain di portofolio yang sama. Ketika ketidakpastian global meningkat dan aset berisiko tertekan, emas kerap menjadi tujuan penempatan dana investor. Karena itulah emas dikenal sebagai aset penyeimbang.
Konsekuensinya, porsi emas umumnya tidak besar. Banyak perencana keuangan menempatkan emas pada kisaran 5%ā15% dari total portofolio, disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing. Emas melengkapi instrumen utama, bukan menggantikannya.
Gejolak 2026 dan Angka Setahun Terakhir
Sepanjang 2026, harga emas memang bergejolak. Harga sempat menyentuh kisaran Rp3,1 juta per gram pada akhir Januari 2026, lalu terkoreksi ke sekitar Rp2,4 juta pada pertengahan tahun, sebelum kembali menguat ke level saat ini. Koreksi tersebut dipengaruhi kondisi global, terutama arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan pergerakan dolar AS.
Grafik Pergerakan Harga Emas Treasury 1 Tahun
Meski demikian, dalam periode satu tahun terakhir harga beli emas Treasury di Bareksa Emas tercatat naik 43,22% per 11 Agustus 2026.
Ada satu catatan agar angka tersebut tidak salah dibaca. Sebagian kenaikannya berasal dari pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS, karena harga emas dunia ditransaksikan dalam dolar sehingga harga dalam rupiah mengikuti dua faktor sekaligus. Kinerja satu tahun terakhir juga tidak dapat dijadikan proyeksi untuk tahun berikutnya.
Yang menarik, investor yang mengukur kepemilikannya dalam gram melewati seluruh gejolak itu tanpa perlu mengambil satu keputusan pun. Jumlah gramnya tidak berubah.
Cara Menempatkan Emas Secara Bertahap
Pertama, tentukan porsi emas sebelum menentukan waktu membeli. Dengan target alokasi yang jelas, misalnya 10% dari portofolio, keputusan membeli tidak lagi bergantung pada tebakan arah harga.
Kedua, beli secara bertahap dalam nominal kecil dan rutin, bukan sekaligus saat harga dianggap "pas". Dengan cara ini, harga rata-rata terbentuk dengan sendirinya.
Ketiga, ukur kepemilikan dalam gram. Kebiasaan sederhana ini membantu investor menghindari keputusan emosional ketika harga sedang terkoreksi.
Keempat, perhatikan selisih harga beli dan harga jual. Pada 11 Agustus 2026, harga beli emas Treasury di Bareksa Emas (setelah diskon) berada di Rp2.595.491 per gram, sedangkan harga jualnya Rp2.518.668 per gram, atau berselisih sekitar 3%. Artinya, harga perlu naik melampaui selisih tersebut sebelum investor mencapai titik impas. Konsekuensinya jelas: emas lebih sesuai untuk tujuan jangka menengah hingga panjang, bukan untuk transaksi harian.
Prinsip ini juga terlihat jelas ketika dana yang sama dibelanjakan pada tingkat harga yang berbeda. Misalnya investor membeli dengan nilai uang yang sama, Rp1 juta di tiap transaksi.
Tabel: Jumlah Gram yang Diperoleh dari Dana Rp1 Juta
Harga per gram | Jumlah gram | Kondisi pasar |
|---|---|---|
Rp3.100.000 | 0,323 gram | Puncak akhir Januari 2026 |
Rp2.600.000 | 0,385 gram | Kisaran harga saat ini |
Rp2.400.000 | 0,417 gram | Kisaran terendah pertengahan 2026 |
Ilustrasi perhitungan Bareksa, belum memperhitungkan biaya transaksi.
Tabel di atas menjelaskan mengapa periode koreksi justru menambah jumlah gram yang diperoleh dari nominal yang sama ā dan mengapa pembelian bertahap lebih masuk akal daripada menunggu satu momen yang dianggap paling tepat.
Kalau tujuannya menambah jumlah gram secara bertahap, cara dan tempat membeli emas ikut menentukan seberapa mudah strategi itu dijalankan.
Emas Treasury di Bareksa Emas
Treasury, atau PT Indonesia Logam Pratama, merupakan pedagang emas fisik digital pertama di Indonesia yang memperoleh izin resmi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dengan Nomor 001/BAPPEBTI/P-ED/12/2021 sejak 13 Desember 2021. Status perizinan ini relevan karena emas digital menyangkut penitipan aset fisik, bukan sekadar eksposur terhadap pergerakan harga.
Minimum pembelian maupun penjualan Rp50.000 dengan minimum saldo Rp 0, sehingga strategi menambah gram secara bertahap dapat dijalankan tanpa perlu menunggu dana besar terkumpul. Biaya penitipan gratis, artinya jumlah gram yang dimiliki tidak berkurang hanya karena disimpan ā sejalan dengan prinsip 1 gram tetap 1 gram. Untuk penjualan, dikenakan biaya Rp1.700 per transaksi.
Emas yang dimiliki juga dapat dicetak menjadi emas fisik mulai 1 gram dan diantar langsung ke alamat investor. Sementara itu, kalau kamu melakukan penjualan atau buyback, dana hasil penjualan masuk ke rekening investor maksimal 2 hari kerja. Khusus melalui Bareksa, harga beli emas Treasury saat ini tersedia dalam harga diskon dari harga normalnya, sehingga gram yang diperoleh dari nominal yang sama menjadi sedikit lebih banyak.
Kesimpulan
Emas bukan instrumen untuk menebak harga. Perannya adalah menjaga keseimbangan portofolio dan menambah jumlah kepemilikan secara konsisten dari waktu ke waktu. Harga akan terus bergerak mengikuti kondisi global, tetapi gram yang kamu miliki tidak berubah karena berita.
Karena itu, sebelum memutuskan membeli saat harga sedang rebound, tentukan lebih dulu berapa porsi emas yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko kamu. Setelah porsi itu jelas, langkah berikutnya menjadi jauh lebih sederhana.
Kamu dapat mulai menambah kepemilikan emas Treasury mulai dari Rp50.000 melalui fitur Bareksa Emas di aplikasi Bareksa.
Investasi di Aplikasi Jual - Beli Emas Terbaik - Bareksa
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
(ADV)
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.
ā
Pertanyaan Umum
Apakah membeli emas saat harganya sedang naik masih layak dipertimbangkan?
Bergantung pada tujuannya. Jika emas ditempatkan sebagai penyeimbang portofolio dalam jangka menengah hingga panjang, yang lebih menentukan adalah porsi alokasinya, bukan titik masuknya. Investor yang membeli secara bertahap dengan nominal kecil dan rutin tidak perlu menebak arah harga karena harga rata-rata terbentuk dengan sendirinya. Sebaliknya, jika tujuannya mengejar keuntungan jangka pendek, selisih harga beli dan harga jual sekitar 3% membuat strategi tersebut kurang sesuai.
Apakah jumlah gram emas digital bisa berkurang selama disimpan?
Pada emas Treasury di Bareksa Emas, biaya penitipan digratiskan, sehingga jumlah gram yang dimiliki tidak berkurang karena disimpan. Yang berubah dari waktu ke waktu adalah nilainya dalam rupiah, mengikuti pergerakan harga emas dunia dan kurs rupiah terhadap dolar AS. Emas yang dimiliki juga dapat dicetak menjadi emas fisik mulai 1 gram bila investor ingin memegangnya secara langsung.
Berapa porsi emas yang sesuai dalam sebuah portofolio?
Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua orang. Banyak perencana keuangan menempatkan emas pada kisaran 5%ā15% dari total portofolio karena perannya sebagai penyeimbang, bukan sebagai mesin pertumbuhan utama. Porsi yang lebih besar dapat membuat portofolio terlalu bergantung pada satu instrumen yang tidak memberikan imbal hasil berkala. Penentuan porsi sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko, jangka waktu, dan tujuan keuangan masing-masing investor.
Profil Penulis

Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi termasuk reksa dana, saham, SBN hingga emas. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang mena
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.246,97 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.198,19 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.207,11 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.040,62 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
