Emas Jadi Solusi Investasi di Tengah Pandemi

Program investasi emas, baik secara cicil maupun menabung cukup populer di kalangan masyarakat
Bareksa • 03 Dec 2021
cover

Ilustrasi investor sedang memegang emas batangan. Investasi emas logam mulia nilainya terus bertumbuh meskipun ekonomi bergejolak. (Shutterstock)

Bareksa.com - Indonesia sudah menghadapi pandemi Covid-19 lebih dari satu tahun. Dalam kurun waktu tersebut, masyarakat Indonesia menyimpan kekhawatiran akan kondisi kesehatannya dan juga "kondisi keuangannya".

Kekhawatiran ini terutama melanda masyarakat yang tidak mendapatkan privilege bekerja dari rumah (work from home/WFH). Karenanya, mereka harus memikirkan solusi untuk masa depan mereka, salah satunya adalah melalui investasi emas.

Rosilawati (59) adalah masyarakat Indonesia yang tidak bisa mendapatkan privilege atau keistimewaan berupa kerja dari rumah dan penghasilan tetap. Selepas pensiun beberapa waktu lalu, dia harus mencukupi kehidupannya sehari-hari dengan berjualan batagor. Pasalnya, penghasilannya dari pensiunan tidak mencukupi untuk membayar biaya pendidikan anak bungsunya yang sedang kuliah.

Namun tampaknya hal tersebut tidak menjadi halangan bagi Rosilawati untuk tetap berinvestasi.. Dia menyadari di tengah pandemi ini, dia harus tetap bisa mengatur keuangan. Karena tidak ada yang bisa memprediksi hal buruk seperti sakit dan kejadian major lainnya, Karenanya, dana darurat harus selalu tersedia. Terlebih lagi, dia juga tidak lagi muda, dia ingin sekali mewujudkan impiannya untuk bisa segera mencium Hajar Aswad dengan menunaikan ibadah haji di Mekah.

Berbekal dengan pengetahuan seadanya tentang berinvestasi, Rosilawati akhirnya memutuskan untuk mencicil emas. Dia memilih emas sebagai instrumen investasi karena instrumen ini cukup sederhana dan cukup familiar di kalangan masyarakat Indonesia.

Rosilawati memilih mencicil emas di PT Pegadaian karena perusahaan ini cukup bonafit dan memiliki rekam jejak yang solid di industri pergadaian. Proses mencicil emas di Pegadaian juga cukup simpel, yakni cukup membayar uang muka senilai 15 persen dari nilai emas batangan dan melampirkan fotokopi KTP. Jangka waktu angsuran juga cukup bervariatif, yakni mulai dari 3 hingga 36 bulan.

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Program mencicil emas ini sudah dilakukannya beberapa waktu lalu. Dia sempat menggunakan dana dari investasi emas itu untuk biaya sekolah anaknya. Ada juga sebagian dana yang disimpan untuk biaya naik hajinya kelak. 

Melihat manfaat dari mencicil emas ini, Rosilawati mengajak anaknya untuk turut melakukan investasi emas. Namun berbeda dengan Rosilawati, anaknya lebih memilih program menabung emas. Program menabung emas ini dipilih karena bisa dilakukan tanpa harus menyetorkan uang muka dengan nilai yang besar.

Lalu, sebagai generasi milenial yang terbiasa berbelanja di marketplace, anaknya bisa menggunakan dana dari alokasi belanja online-nya ke tabungan emas.

Seperti halnya cicil emas, cara menabung emas ini juga sangat sederhana dan praktis. Generasi milenial yang melek digital bisa melakukannya secara online dengan mengunduh aplikasi Pegadaian Digital melalui ponsel pintar. Setelah diunduh, proses menabung bisa dilakukan dengan  membuka aplikasi tersebut, lalu mengisi data diri, dan mengikuti petunjuk berikutnya.

Berbeda dengan cicil emas yang harus menyediakan uang muka minimal 15 persem dari nilai emas batangan, setoran awal dari tabungan emas ini hanya sebesar Rp50 ribu. Hal menarik lainnya, apabila masyarakat membuka rekening melalui Pegadaian Digital, maka akan mendapatkan gratis biaya pengelolaan rekening untuk tahun pertama.

Pengalaman lain dari menabung emas ini diceritakan oleh nasabah tabungan emas yang juga seorang Beauty Content Creator Stefany Talita. Dikutip dari Investor Daily, Stefany mengungkapkan, menabung emas di Pegadaian sangat mudah dan nilai setoran bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan.

"Hadirnya Pegadaian Digital mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bertransaksi produk Pegadaian, terutama bagi generasi milenial yang memiliki kecenderungan untuk menggunakan layanan yang cepat tanpa harus datang ke lokasi," kata dia.

Dia juga menilai, tabungan emas Pegadaian ini memiliki banyak keunggulan dan manfaat bagi masyarakat. Hal terpenting adalah apabila tabungan emas telah mencukupi sebesar 3,5 gram maka dapat dijaminkan untuk mendaftarkan diri pada produk Pembiayaan Porsi Haji.

Terlepas dari pilihan menabung atau mencicil emas, kedua program ini sesuai dengan hukum syariah. Pasalnya, tidak ada bunga yang dibebankan dalam transaksi cicil ataupun menabung emas. Pada saat melakukan transaksi penjualan emas, nilai emas yang dicairkan setara dengan yang dimiliki di tabungan.

Baca : Promo Beli Tabungan Emas Pegadaian di Bareksa, Bisa Raih Hadiah Rp50 Ribu

Minat Meningkat

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) Harianto Widodo mengatakan, program investasi emas, baik secara cicil maupun menabung cukup populer di kalangan masyarakat. Terlebih lagi pada tahun lalu, ketika harga emas melambung tinggi, masyarakat berbondong melakukan investasi emas.

"Saat harga emas naik tahun lalu, omzet penjualan emas kami naik signifikan," kata dia.

Namun demikian, pada tahun ini, outstanding penjualan emas, baik dari sisi gadai dan cicil cenderung menurun. Pembatasan kegiatan akibat pandemi yang menyebabkan penurunan permintaan masyarakat menjadi faktor penurunan tersebut. Harianto menyebut, hingga Juli 2021, outstanding penjualan emas secara year to date (ytd) menurun 6-7 persen.

"Meski secara tahunan masih meningkat 3,6 persen," terang dia.

Kendati demikian, Harianto melihat adanya peningkatan kontribusi untuk penjualan emas syariah. Di periode yang sama, penjualan emas syariah sudah berkontribusi 6 persen.

Penurunan juga menjadi faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Namun demikian, Harianto berharap, tahun ini pihaknya bisa membukukan omzet tabungan emas sekitar 5,2 ton. 

Untuk mencapai target omzet, Pegadaian akan menggunakan jaringannya baik dari sisi offline maupun online untuk menggenjot penjualan tersebut. Dari sisi offline, Pegadaian saat ini memiliki tak kurang 4.100 outlet penjualan. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 outlet merupakan outlet syariah.

Perseroan juga akan menggunakan jaringan digital untuk bisa meningkatkan penjualan. Sejauh ini, Pegadaian sudah memiliki aplikasi sendiri, yakni Pegadaian Digital sebagai sarana transaksi emas secara online.

Pegadaian juga bekerja sama dengan marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak untuk mengakomodir program menabung emas. Terbaru, Pegadaian menambah mitra jaringan online-nya, yakni Bareksa.

"Kami juga membentuk ekosistem digital melalui kerjasama dengan agen Brilink dan agen Laku Pandai lainnya," kata dia.

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan mitra emas berizin

(K09/AM)

Investasi Sekarang

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.