Emas Logam Mulia dan Perhiasan Terbanyak Dipilih untuk Invetasi Masa Depan

Meningkatnya minat masyarakat ini juga sejalan dengan pergerakan harga emas
Abdul Malik • 18 Aug 2021
cover

Ilustrasi investasi emas logam mulia yang terbanyak dipilih sebagai instrumen investasi masa depan oleh investor. (Shutterstock)

Bareksa.com - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menilai logam mulia dan perhiasan adalah instrumen yang banyak dipilih sebagai investasi masa depan. Hal ini juga sejalan dengan pergerakan harga emas yang cukup atraktif dalam beberapa tahun terakhir.

Chief Executive Officer Hartadinata Abadi Sandra Sunanto menjelaskan, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Jakpat, penyedia layanan survei online, perhiasan berada di urutan teratas sebagai instrumen yang akan dimiliki di masa depan.

"Dari 1.355 responden, sekitar 35,4 persen memilih perhiasan sebagai instrumen yang paling ingin dimiliki di masa depan. Dominasi ini terjadi baik untuk instrumen yang sangat agresif, maupun yang sangat konservatif," jelas dia dalam acara Paparan Publik Virtual belum lama ini.

Hal yang sama juga terjadi pada instrumen logam mulia atau emas batangan. Sandra mengungkapkan, dari total 1.355 responden, sekitar 28 persen memilih emas batangan. Bahkan, untuk instrumen agresif, persentasenya lebih besar lagi, yakni 37,2 persen.

Sandra mengungkapkan, logam mulia memang cukup diminati oleh masyarakat. Tidak hanya sebagai alat investasi jangka panjang, logam mulia kian digemari karena bisa dijadikan hadiah untuk berbagai perayaan seperti pernikahan, ulang tahun, hari-hari besar dan lain sebagainya.

Meningkatnya minat masyarakat ini juga sejalan dengan pergerakan harga emas. Sandra mengungkapkan, pada tahun lalu, harga emas naik signifikan hingga 25 persen dibandingkan 2019. Peningkatan harga emas ini berpengaruh positif pada kinerja perseroan pada tahun lalu.

Tahun ini, Sandra optimistis harga emas bisa bergerak stabil. Meskipun dalam beberapa minggu terakhir, harga emas sempat mengalami fluktuasi hingga turun dalam. "Namun pada kuartal III dan IV ini, kami harapkan harga emas bergerak stabil di level US$1.750-1.800 per troy ounces," jelas Sandra.

Dengan perkembangan harga emas ini, Hartadinata berharap bisa mendukung kinerja tahun ini. Chief Financial Officer Hartadinata Abadi Deny Ong mengungkapkan, pada tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan dan laba bisa bertumbuh masing-masing 20 persen dan 15 persen.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.