Tiga Risiko yang Sering Terjadi dalam Investasi Emas

Investasi emas batangan juga memiliki risiko, tapi risikonya berbeda dengan investasi saham
Abdul Malik • 06 Aug 2021
cover

Ilustrasi investasi emas batangan dan koin atau logam mulia. (Shutterstock)

Bareksa.com - ​Emas menjadi salah satu jenis investasi yang terbilang cukup banyak diminati oleh kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari tingginya jumlah transaksi yang terjadi dalam bentuk logam mulia ini.

Masyarakat memiliki keyakinan dan juga rasa percaya yang cukup tinggi terhadap kestabilan harga emas, sehingga ada banyak orang yang menjadikan emas sebagai salah satu sarana investasi utama dalam keuangan mereka.

Berbicara mengenai investasi, tentu selalu erat kaitannya dengan risiko. Karena mustahil jika ada sebuah instrumen investasi yang tidak memiliki risiko sama sekali. Risiko investasi tersebut biasanya berbanding lurus dengan imbal hasil yang akan didapatkan, yang dikenal dengan istilah high risk high return.

Semakin besar potensi keuntungan yang ada, maka semakin tinggi pula risiko kerugian yang bisa terjadi. Sebagai contoh, secara historis saham mampu memberikan imbal hasil yang paling tinggi dibandingkan jenis instrumen investasi lainnya, namun perlu diingat fluktuasi harga saham juga sangat tinggi sehingga bisa mengalami penurunan tajam kapan pun.

Sementara investasi emas juga memiliki beberapa keuntungan antara lain likuid (mudah dicairkan), mampu melindungi dari inflasi, mudah untuk didapatkan, nilainya stabil meningkat, dan sebagainya.

Lalu, bagaimana dengan risiko investasi emas batangan yang terkenal aman? Investasi emas batangan pun tetap memiliki risiko, tapi tentunya risiko investasi emas berbeda dengan risiko yang akan kamu temui pada investasi saham atau lainnya.

Lantas, apa saja risiko yang ada pada investasi emas?

Berikut beberapa macam risiko yang sering terjadi di dalam investasi emas :

• Emas palsu

Hal ini merupakan risiko yang benar-benar wajib untuk dihindari, sebab pada dasarnya kita tidak mengerti dan mengenali dengan baik kandungan yang terdapat di dalam emas yang kita miliki, baik itu bobot dan juga kadarnya.

• Investasi bodong

Ini mungkin terdengar seperti sebuah kisah klasik dan sudah banyak diungkap oleh para penegak hukum, namun selalu saja ada yang tertipu karena hal ini. Investasi emas dengan iming-iming sejumlah keuntungan yang sangat besar adalah hal yang patut untuk dicurigai dan dihindari, sebab ini kemungkinan besar adalah sebuah tindak penipuan.

• Kehilangan

Kehilangan tentu menjadi salah satu risiko terbesar dalam kepemilikan emas, terutama dalam bentuk perhiasan yang digunakan oleh pemiliknya, di mana ini tentu akan menimbulkan sejumlah kerugian yang cukup besar.

Untuk menghindari kemungkinan adanya emas palsu, maka sangat penting untuk membeli emas di penjual yang terpercaya. Anda dapat membeli komoditas jenis logam tersebut di penjual yang sudah memiliki sertifikat seperti PT Aneka Tambang atau Antam. Perusahaan tersebut juga dikenal memiliki sertifikat yang diakui secara internasional.

Adapun untuk mengatasi risiko seperti kehilangan, pencurian serta rusaknya komoditas emas, Anda perlu menyiapkan tempat penyimpanan khusus. Tidak dapat dipungkiri ada beragam tempat penyimpanan yang dapat dijadikan alternatif, baik itu di rumah, di bank maupun di pegadaian. Anda dapat membeli brankas khusus untuk menyimpan logam jenis tersebut di rumah.

Jika jumlah emas yang dimiliki cukup banyak, brankas dapat menjadi pilihan terbaik untuk mengatasi risiko investasi. Apalagi brankas juga memiliki sistem keamanan yang cukup baik. Namun jika Anda masih khawatir menyimpannya di brankas rumah, Anda juga dapat menyewa jasa penyimpanan safe deposit box di bank atau pegadaian.

(KA01/Arief Budiman/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.