Ini Dampak Kebijakan Moneter Ketat The Fed Terhadap Harga Emas

Kebijakan The Fed akan mempengaruhi nilai tukar dolar AS yang berimbas kepada harga emas
Abdul Malik • 08 Sep 2021
cover

Ilustrasi investasi di emas batangan. Harga emas diprediksi akan terpengaruh oleh kebijakan moneter ketat The Fed. (Shutterstock)

Bareksa.com - Para investor dinilai akan sangat memperhatikan arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Pasalnya, hal tersebut akan mempengaruhi nilai tukar dolar AS yang berimbas kepada harga emas.

Pada awal pekan ini, Indonesia Commodity Derivatives Exchanges (ICDX) mencatat harga emas bergerak positif di angka US$1.826. Rilis data sektor tenaga kerja Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu mendorong pergerakan harga emas.

"Nilai tukar USD terus tertekan sejak awal bulan lalu sehingga investor mulai memperhatikan emas. Akhirnya harga emas kembali menguat setelah data ketenagakerjaan AS dinilai kurang menarik," tulis ICDX dalam risetnya belum lama ini.

Terkait data ketenagakerjaan tersebut, lapangan kerja di sektor non-farm menurun drastis hingga 235 ribu lapangan kerja. Padahal pasar mengharapkan sektor non-farm mencatat 720 ribu lapangan kerja. Data tersebut mendapat perhatian utama pasar dan membuat harga emas melonjak. Meskipun, tingkat pengangguran menurun menjadi 5,2 persen.

Menanggapi hal ini, Presiden AS Joe Biden mengungkapkan, rilis data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan disebabkan oleh varian Delta Covid-19. Karenanya, Presiden Biden menghimbau masyarakat AS untuk melakukan vaksinasi demi menekan kasus tambahan Covid-19.

"Kendati demikian, rilis data ketenagakerjaan tersebut membuat pasar kembali melirik emas," tulis ICDX.

Ke depan, investor akan menanti langkah lanjutan dari The Fed terkait arah kebijakan moneternya yang dapat mempengaruhi kinerja USD. Dengan sentimen tersebut,  harga emas berada di atas zona support, di area US$1 816 hingga ke zona resistance yang di level US$1.828.

Sementara support terjauh harga emas yang perlu diperhatikan berada di area US$1.816 hingga ke US$1.809. Sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$1.837 hingga ke zona US$1.843.

Dengan peningkatan harga ini, emas masih akan menjadi primadona bagi para investor. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini. Emas bisa menjadi instrumen safe haven yang bisa meminimalisir risiko di tengah ketidakpastian seperti saat ini.

Namun dalam berinvestasi di emas, investor juga harus mengetahui emas yang cocok sebagai alat investasi. Pasalnya, banyak yang menganggap menyimpan emas perhiasan adalah bentuk investasi. Padahal, ada biaya pembuatan perhiasan sekitar 20-30 persen dari nilai emas ketika perhiasan itu dijual.

Karena itu, menurut logammulia.id, berinvestasi pada emas batangan merupakan instrumen yang tepat untuk jangka panjang. Emas batangan dianggap sebagai bentuk investasi paling ideal  dalam kurun waktu lama karena harga jual emas batangan terbilang tinggi dan stabil.

Tidak hanya itu saja, kemurnian dari emas batangan ini ternyata jauh lebih terjamin. Sebab, tiap pembelian dilakukan akan disertai dengan sertifikat yang di dalamnya mencakup ukuran, berat, dan tingkat kadarnya.

(K09/AM)

​​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.