BeritaArrow iconBerita Ekonomi TerkiniArrow iconArtikel

OJK Perpanjang Kebijakan Relaksasi Restrukturisasi Kredit 1 Tahun

Abdul Malik23 Oktober 2020
Tags:
OJK Perpanjang Kebijakan Relaksasi Restrukturisasi Kredit 1 Tahun
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso. (Antara Foto)

Realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan per 28 September 2020 sebesar Rp904,3 triliun untuk 7,5 juta debitur

Bareksa.com - Otoritas Jasa Keuangan mengumumkan telah memperpanjang kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit selama setahun, dari sebelumnya berlaku hingga Maret 2021, di[perpanjang jadi hingga Maret 2022. Hal ini setelah memperhatikan asesmen terakhir OJK terkait debitur restrukturisasi sejak diputuskannya rencana memperpanjang relaksasi ini pada saat Rapat Dewan Komisioner OJK pada tanggal 23 September 2020.

“Perpanjangan restrukturisasi ini sebagai langkah antisipasi untuk menyangga terjadinya penurunan kualitas debitur restrukturisasi. Namun kebijakan perpanjangan restrukturisasi diberikan secara selektif berdasarkan asesmen bank untuk menghindari moral hazard agar debitur tetap mau dan mampu melakukan kegiatan ekonomi dengan beradaptasi ditengah masa pandemi ini,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangannya (22/10/2020).

OJK segera memfinalisasi kebijakan perpanjangan restrukturisasi ini dalam bentuk POJK termasuk memperpanjang beberapa stimulus lanjutan yang terkait antara lain pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah (loan at risk) dalam penilaian tingkat kesehatan bank, governance persetujuan kredit restrukturisasi, penyesuaian pemenuhan capital conservation buffer dan penilaian kualitas Agunan yang Diambil Alih (AYDA) serta penundaan implementasi Basel III.

Promo Terbaru di Bareksa

Realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan per 28 September 2020 sebesar Rp904,3 triliun untuk 7,5 juta debitur. Sementara NPL di bulan September 2020 mencapai 3,15 persen menurun dari bulan sebelumnya 3,22 persen. Untuk menjaga prinsip kehati-hatian, bank juga telah membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang dalam 6 bulan terakhir menunjukkan kenaikan.

"OJK senantiasa mencermati dinamika dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan di sektor jasa keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi nasional," ungkap Wimboh.

Illustration
Illustration

Sumber : materi presentasi Ketua DK OJK,Wimboh Santoso

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.331,48

Up1,07%
Up4,31%
Up0,04%
Up5,21%
Up18,40%
-

Capital Fixed Income Fund

1.782,09

Up0,63%
Up3,37%
Up0,03%
Up6,87%
Up16,25%
Up43,60%

STAR Stable Income Fund

1.933,11

Up0,58%
Up3,01%
Up0,03%
Up6,02%
Up28,65%
Up60,28%

I-Hajj Syariah Fund

4.840,99

Up0,63%
Up3,13%
Up0,03%
Up6,14%
Up21,94%
Up40,57%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.143,25

Up0,43%
Up2,80%
Up0,03%
Up4,97%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua