Berita Hari Ini: PSBB Jakarta Diperpanjang; Rupiah Melemah 3 Hari Berturut

Investasi China di RI meningkat; Anggaran PUPR naik 2 kali lipat; Jasa Marga ikut tender tol terpanjang
Hanum Kusuma Dewi • 25 Sep 2020
cover

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di Jakarta mall tetap beroperasi dengan pembatasan pengunjung dari kapasitas maksimum. (Antara foto)

Bareksa.com - Berikut sejumlah berita dan informasi terkait ekonomi, investasi dan perkembangan pasar modal yang disarikan dari berbagai media dan keterbukaan informasi, Jumat, 25 September 2020.

PSBB Jakarta 

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta diperpanjang hingga 11 Oktober 2020. Keputusan itu diambil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Dalam rapat koordinasi terkait antisipasi perkembangan kasus COVID-19 di Jabodetabek, Menko Kemaritiman dan Investasi menunjukkan data bahwa DKI Jakarta telah melandai dan terkendali, tetapi kawasan Bodetabek masih meningkat, sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan. Menko Marives juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu," kata Anies dalam keterangannya dikutip detik.com, Kamis (24/9/2020).

Anies menyebut sudah ada tanda-tanda pelandaian kasus positif dan kasus aktif di Jakarta. Pada 12 hari pertama bulan September, lanjut dia, pertambahan kasus aktif sebanyak 49 persen atau 3.864 kasus. Lalu 12 hari berikutnya penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.

Meski disebut sudah menunjukkan tanda awal pelambatan, Anies mengatakan, peningkatan kasus masih terus perlu ditekan. Tanpa pembatasan ketat dan dengan pengetesan yang masif, pertambahan kasus harian di Jakarta diprediksi akan mencapai 2.000 per hari pada pertengahan Oktober. Sedangkan kasus aktif akan mencapai 20 ribu pada awal November.

Investasi China di RI

Di tengah pandemi COVID-19, posisi China sebagai salah satu negara investor terbesar bagi Indonesia menjadi semakin kuat. Menurut Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun, posisi China kini sudah berada di peringkat kedua setelah Singapura.

Data menunjukkan investasi China di Indonesia telah meningkat 9 persen sepanjang semester I-2020 lalu yakni menjadi US$ 2,4 miliar dari US$ 2,2 miliar pada semester I-2019.

"Dengan jumlah tersebut, China menjadi investor asing terbesar kedua di Indonesia sedangkan Hong Kong menjadi investor ketiga sebesar US$ 1,7 miliar," ujar Djauhari dalam dikutip detik.com, Kamis (24/9/2020).

China, sambung Djauhari, juga masih menjadi mitra dagang terbesar buat Indonesia dengan nilai perdagangan dua arah keduanya mencapai US$ 42,1 miliar. Angka ekspor Indonesia meningkat 6,8 persen y-o-y senilai US$ 20,2 miliar. 

Di bidang pengembangan teknologi digital, Indonesia dan China juga aktif menjajaki kerja sama, khususnya di bidang e-commerce, fintech, dan infrastruktur digital.

Anggaran PUPR

Komisi V DPR RI menyepakati pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2021 sebesar Rp149,81 triliun, naik hampir 2 kali lipat dari outlook 2020. 

"Komisi V DPR RI dapat memahami penjelasan Menteri PUPR terhadap alokasi anggaran sesuai fungsi dan program Kementerian PUPR dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021. Pagu Kementerian PUPR RAPBN tahun 2021 sesuai dengan nota keuangan Rp149,81 triliun," ujar Ketua Komisi V DPR Lasarus saat membacakan kesimpulan rapat kerja komisinya dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, dikutip Tempo.com, Rabu 23 September 2020. 

Komisi V DPR RI, lanjut dia, meminta Kementerian PUPR melakukan penajaman dan penyempurnaan terhadap hasil sinkronisasi fungsi dan program Kementerian PUPR dalam RAPBN 2021 sesuai saran, masukan, dan usulan Komisi V DPR RI.

Dalam kesempatan itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memaparkan bahwa alokasi anggaran Kementerian PUPR sebesar Rp149,81 triliun akan dialokasikan untuk Sekretariat Jenderal sebesar Rp748 miliar, Inspektorat Jenderal Rp101,7 miliar, Ditjen Sumber Daya Air Rp58,547 triliun, dan Ditjen Bina Marga Rp53,956 triliun.

Jasa Marga 

Emiten pengelola jalan tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) beserta anggota konsorsiumnya telah melayangkan proposal prakualifikasi pelelangan jalan tol Gedebage—Tasikmalaya—Cilacap.

Corporate Secretary Jasa Marga Mohamad Agus Setiawan mengatakan, proses prakualifikasi pelelangan jalan tol ruas Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap telah dimulai pada tanggal 5 Agustus 2020. Saat ini, konsorsium Jasa Marga telah memasukkan dokumen prakualifikasi ke panitia pelelangan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

Ia melanjutkan, dalam proses pendaftaran, konsorsium berencana melakukan perubahan komposisi saham kemitraan. Meski demikian, ia tidak menyebut bentuk perubahan komposisi yang dilakukan oleh konsorsium.

“Kami sudah menyampaikan surat izin untuk melakukan perubahan komposisi saham kemitraan di konsorsium. Bila sudah mendapatkan restu dari Pak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), akan disampaikan perubahannya,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (24/9/2020).

Menurut informasi yang tercatat pada laman resmi Kementerian PUPR, jalan tol Gedebage – Tasikmalaya - Cilacap akan memiliki 10 simpang susun. Rencananya jalan tol ini akan memiliki 2 jalur dengan masing-masing 2 lajur dan akan beroperasi pada 2024 mendatang.

Rupiah Melemah

Nilai tukar rupiah melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (24/9/2020), melanjutkan kinerja negatif 2 hari sebelumnya. Itu artinya hingga hari ini rupiah sudah hat-trick alias melemah 3 hari beruntun. 

Dolar AS memang sedang perkasa dalam beberapa hari terakhir, terbukti mayoritas mata uang utama Asia juga rontok pada hari ini.

CNBC Indonesia melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan stagnan di level Rp 14.780/US$, tetapi tidak lama langsung melemah hingga 0,47 persen ke Rp 14.850/US$. Posisi rupiah sedikit membaik di akhir perdagangan berada di level Rp 14.845/US$.

Melihat kinerja mata uang utama Asia lainnya, hanya peso Filipina dan yen Jepang yang menguat melawan dolar AS, itu pun sangat tipis. 

Hingga pukul 15:18 WIB, dolar Taiwan menjadi yang terburuk dengan pelemahan 0,65 persen, disusul rupee India 0,48 persen. Rupiah berada di urutan ketiga mata uang terburuk Asia.

* * *