Berita / Kategori / Artikel

Simplifikasi Belum Full Digital, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 1,7 Juta

Saat ini, penerapan simplifikasi pembukaan rekening efek secara full digital masih menunggu Surat Edaran OJK
• 18 Feb 2019
cover

Jajaran Direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tengah memaparkan pencapaiannya sepanjang tahun 2018 di Jakarta, Kamis (27/12/2018)

Bareksa.com – Jumlah investor di pasar modal Indonesia terus bertambah. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga 16 Februari 2019, jumlah single investor identification (SID) mencapai 1.703.928.

Melihat jumlah itu, maka pertumbuhan SID sejak akhir 2012 mencapai 505,83 persen. Per akhir 2012, jumlah SID tercatat di KSEI baru mencapai 281.256.

Sementara jika dibandingkan posisi 26 Desember 2018 yang mencapai 1.617.367, jumlah SID hingga 16 Februari 2019 telah bertambah 86.561 atau naik 5,35 persen.

Direktur KSEI Syafruddin menuturkan, pertumbuhan jumlah SID itu paling signifikan dari nasabah reksadana.

“Karena memang prosesnya tidak sampai harus buka rekening dana nasabah (RDN). Jadi bisa lebih cepat,” tutur Syafruddin kepada Bareksa, Senin, 18 Februari 2019.

Jumlah SID Hingga 16 Februari 2019

Sumber: KSEI, diolah Bareksa

Untuk terus menambah jumlah SID, regulator pasar modal pun mempermudah masyarakat dengan proses pembukaan rekening yang lebih cepat baik untuk investasi saham, reksadana, obligasi dan produk lainnya.

Hal ini dapat dilakukan karena adanya kerja sama pemanfaatan data kependudukan yang tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

Sebanyak 106 pelaku industri pasar modal Indonesia pada Jumat, 21 Desember 2018 melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

Perpanjangan perjanjian kerja sama Ditjen Dukcapil dengan pelaku industri pasar modal ini merupakan upaya dari KSEI dengan dukungan dari pelaku pasar modal Indonesia terkait simplifikasi pembukaan rekening pasar modal.

Namun Syafruddin menyatakan simplifikasi yang full digital sebenarnya belum mulai dijalankan karena masih menunggu surat edaran (SE) OJK.

“Yang sudah berjalan seperti yang sudah dijalankan Trimegah Sekuritas. Walau belum full digital tapi sudah cukup efektif karena bisa selesai kurang dari 30 menit,” imbuh Syafruddin.

Untuk itu, dia bilang, sambil menunggu OJK, paralel beberapa perusahaan efek juga sedang kembangkan aplikasinya.

“Mudah-mudahan begitu SE keluar bisa langsung diterapkan oleh beberapa perusahaan efek tersebut. Harapannya tentu pertumbuhan jumlah investor tidak hanya lebih cepat tapi juga lebih banyak yang aktif,” jelas Syafruddin.

Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi sebelumnya menyatakan pertumbuhan jumlah investor (SID) tahun 2019, minimal sama dengan pertumbuhan di tahun 2018 yakni sebesar 44,06 persen.

Pertumbuhan SID hingga 44,06 persen pada tahun lalu, kata Friderica, karena kegigihan manajer investasi, dan agen pemasaran efek dan broker untuk menambah jumlah investor pasar modal.

Adapun per 26 Desember 2018, jumlah SID terkonsolidasi yang terdiri investor saham, surat utang, reksadana, surat berharga negara (SBN) dan efek lain, dengan komposisi 851.622 SID yang memiliki asset saham, 988.946 SID aset reksadana dan 195.119 SID yang memiliki SBN.

(AM)

Tags: