Berita / Kategori / Artikel

BKPM Promosi Peluang Investasi Daerah di Jawa Tengah, Sektor-sektor Ini Digenjot

Di antaranya pariwisata, berbagai sektor Industri dari garmen, furniture hingga industri logam
• 23 Nov 2017
cover

Kepala BKPM Thomas Lembong mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/8). Rapat tersebut membahas soal evaluasi kinerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk meningkatkan penanaman modal (investasi) di Indonesia. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Bareksa.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus berupaya mencapai target investasi di sepanjang 2017 ini. Salah satu yang dilakukan adalah Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong, dijadwalkan menjadi pembicara utama dalam kegiatan Central Java Investment Business Forum di Solo, Jawa Tengah, Kamis 23 November 2017.

Kunjungan kerja ke Jawa Tengah tersebut dilakukan untuk mendukung promosi daerah dalam menarik investasi baik asing maupun domestik. Kunjungan tersebut dilakukan setelah Kepala BKPM mendampingi Presiden Joko Widodo ke Sarawak, Malaysia. Langkah itu diharapkan memberi efek positif bagi perekonomian Indonesia secara nasional.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM, Himawan Hariyoga, mengemukakan kunjungan yang dilakukan Kepala BKPM merupakan bagian dari upaya untuk mempromosikan peluang-peluang investasi yang ada di daerah. Dalam forum CJIBF yang merupakan inisiatif dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini ada beberapa sektor investasi unggulan yang akan ditawarkan. (Baca : Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi - JK Klaim Ciptakan 3,4 Juta Lapangan Kerja)

"Di antaranya pariwisata, berbagai sektor Industri dari garmen, furniture hingga industri logam, kemudian sektor properti serta sektor pertanian dan pertambangan," ujarnya, di Jakarta, Rabu 22 November 2017.

Himawan berharap penyelenggaraan CJIBF tersebut dapat berdampak positif pada realisasi investasi yang masuk di Provinsi Jawa Tengah selaku tuan rumah.

"Kami berkepentingan karena capaian positif Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu kontributor utama dalam capaian realisasi investasi, tentu akan berdampak positif pada capaian nasional," tukasnya. (Lihat : BKPM: E-Commerce Buat Produk Indonesia Mendunia)

Target Investasi

Pada 2017, BKPM menargetkan realisasi investasi Jawa Tengah sebesar mencapai Rp30,4 triliun. Hingga kuartal ketiga di 2017, capaian realisasi investasi Jawa Tengah telah mencapai Rp32,9 triliun atau setara 108 persen dari target yang dicanangkan.

Lebih lanjut, Himawan menjelaskan, BKPM akan terus melakukan koordinasi intensif terutama dengan pemerintah daerah yang memiliki semangat untuk secara progresif memperbaiki layanan investasi serta mempromosikan peluang investasi yang ada.

"Dalam berbagai kesempatan, selalu kami tekankan perlunya kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk secara targeted melakukan promosi investasi sehingga investasi yang masuk dapat berkualitas serta berdampak signifikan terhadap pembangunan di daerah," jelasnya.

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan potensi ekonomi yang besar. Pada 2016, Jawa Tengah menduduki peringkat ke-4 dengan PDRB sebesar Rp849 triliun, terbesar di Indonesia setelah DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat. (Baca : Realisasi Investasi Masih Bergantung Asing dan Berpusat di Jawa? Ini Analisanya)

Selain Kepala BKPM, Kegiatan CJIBF juga menghadirkan beberapa pembicara dari Kementerian Pariwisata serta Bank Indonesia. Dalam acara tersebut, kurang lebih 300 pengusaha serta investor asing akan diundang untuk diseminasi informasi peluang-peluang investasi yang ditawarkan oleh provinsi Jawa Tengah. (K03/AM)

Tags: