MARKET FLASH: Bangun 3 Tol Baru Jasa Marga Siapkan Rp25T; Krakatau Utang $180Jt

Bank Panin dilirik 2 calon investor; LEAD tunda beli kapal
Bareksa • 23 Sep 2015
cover

Sebuah mobil melintasi ruas Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) seksi Ciledug - Ulujami, Jakarta Selatan - (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

Bareksa.com - Berikut sejumlah berita korporasi dan pasar modal yang dirangkum dari surat kabar nasional:

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) 

JSMR menyiapkan dana Rp25 triliun untuk mendapatkan hak konsesi atas tiga ruas baru di Pulau Jawa dengan panjang keseluruhan 176,6 kilometer. Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) Adityawarman mengatakan, ketiga ruas yang kini menjadi incaran perusahaan tersebut yakni ruas Batang—Semarang (75 km), Pandaan—Malang (37,6 km), dan JakartaCikampek II (64 km). Jasa Marga akan melakukan sinergi dengan BUMN atau perusahaan lain untuk melaksanakan pengusahaan jalan tol tersebut.

Saat ini JSMR sedang menangani 13 ruas. Ditambah tiga ruas ini, total panjang tol baru yang akan ditangani mencapai 636,4 km. Menurut Adit, JSMR menargetkan ruas-ruas tersebut dapat beroperasi seluruhnya pada akhir 2018. Bila ditambah dengan total jalan tol yang saat ini dimiliki BUMN itu sepanjang 527,1 km. JSMR akan memiliki konsesi sepanjang 1.163,6 km pada akhir 2018.

PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII)

ECII melakukan pembelian kembali atau buyback saham maksimum Rp150 miliar akibat gejolak pasar modal. Direktur Utama Electronic City Ingrid Pribadi mengatakan pelaksanaan buyback akan dilakukan mulai 23 September 2015 dengan nominal buyback Rp10 miliar. Maksimum nilai pembelian kembali saham adalah Rp150 miliar atau 11,09 persen dari total modal disetor dan tambahan modal disetor dalam perseroan.

Perseroan memerkirakan dampak buyback saham akan menekan laba komprehensif hingga Rp2,4 miliar. Laba komprehensif akan turun 7,7 persen menjadi Rp24,63 miliar. Manajemen emiten ritel tersebut membatasi harga buyback di bawah atau sama dengan Rp1.500 per lembar. Dana buyback tidak berasal dari pinjaman, tetapi dari kas internal.

PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS)

RIGS sudah memiliki kontrak eksisting senilai US$40 juta hingga saat ini. Direktur dan Corporate Secretary Rig Tenders (RIGS) Mukhnizam Bin Mahmud mengatakan beberapa kontrak utama diperoleh dari PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) dan PT Arutmin Indonesia. Dia mengaku lesunya pasar membuat permintaan dari klien berkurang dan tender sepi. Untuk itu, perseroan berencana ekspansi ke luar Indonesia.

Perseroan mulai masukkan penawaran ke negara lain, seperti India, Timur Tengah, dan Asean untuk mencari peluang. Merosotnya permintaan juga membuat RIGS memutuskan tidak menganggarkan belanja modal tahun ini. Perseroan menyatakan tidak berniat melakukan investasi apapun pada 2015. Dia mengungkapkan pihaknya berniat melakukan diversifikasi sektor dengan masuk ke pengangkutan kayu. Selama ini, perseroan hanya mengangkut batu bara dan migas.

PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD)

LEAD menunda pembelian kapal baru pada tahun ini akibat lesunya pasar seiring melemahnya sektor batu bara dan migas. Direktur Keuangan LEAD Sundap Carulli mengatakan sampai saat ini pihaknya sama sekali belum menyerap anggaran belanja modal yang nilainya mencapai US$80 juta pada tahun ini. Perseroan belum butuh kapal baru dan lebih memilih meningkatkan tingkat utilisasi kapal dengan menggunakan kapal-kapal yang telah ada saat ini.

Tingkat utilisasi emiten pelayaran tersebut saat ini berada di level 60 persen, padahal pada tahun lalu, perseroan mencatat utilisasi masih berkisar 77 persen. Sebelumnya, Logindo menargetkan tingkat utilisasi dapat mencapai 80 persen pada akhir tahun ini. Adapun, armada perseroan hingga saat ini terdiri dari 60 kapal.

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) 

BNII mengundurkan rencana penerbitan sertifikat deposito akibat kondisi pasar dan kebutuhan penyaluran kredit yang dinilai belum mendesak. Direktur Keuangan BII Thilagavathy Nadason mengungkapkan hingga kini perusahaan masih memper timbangkan tingkat suku bunga di pasar.

Selain itu, menurutnya pertumbuhan kredit masih stabil sehingga kondisi likuiditas pun masih mencukupi untuk ekspansi bisnis. Perseroan mungkin akan menerbitkannya di kuartal empat atau di kuartal satu tahun depan. Adapun, sebelumnya emiten terafiliasi Maybank dari Malaysia ini berencana menerbitkan negotiable certificate deposit (NCD) III dengan nominal berkisar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun pada kuartal III/2015.

PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) atau Bank Panin 

Minat terhadap Bank Panin setelah sempat dikabarkan bakal dibeli oleh Mizuho Financial Group Inc. Mengutip Bloomberg, ada dua calon investor yang berminat meminang Bank Panin dari tangan Australia & New Zealand Banking (ANZ) Group Ltd. Dua calon pembeli tersebut adalah Fubon Financial Holding Co dan Banco Bilbao Vizcaya Argentaria SA (BBVA).

Fubon merupakan salah satu perusahaan finansial terbesar di Taiwan. Sedangkan, BBVA menyandang predikat bank terbesar kedua di Spanyol. Kabar beredar, BBVA, Fubon dan Mizuho bakal memperebutkan Bank Panin pada proses penawaran saham yang bakal digelar resmi ANZ pada akhir bulan ini. Yang menarik, BBVA menjadi satu-satunya bank asal Negeri Matador yang sudah mempunyai kantor perwakilan di Indonesia. BBVA resmi masuk Indonesia pada Agustus tahun 2014.

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)

KRAS segera menarik sinosure credit facility senilai US$180 juta untuk pembiayaan abrik peleburan baja bertanur tinggi (blast furnace) di Cilegon, Banten. Nilai ini setara dengan 28,48 persen dari total investasi itu sebesar US$632 juta.

Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari China Development Bank Corporation, PT Bank ICBC Indonesia dan HSBC dengan jumlah maksimum US$200 juta sejak 15 Agustus 2012. Hingga Juni 2015, perusahaan baja milik negara itu belum menarik fasilitas tersebut. Sebelumnya, perseroan telah membayar transaksi US$21,47 juta. (np)