Saham JSMR Melonjak, Kinerja Reksadana Ini Terdongkrak

Saham JSMR ditutup melesat 4,84 persen ke level Rp5.950 per saham kemarin
Bareksa • 31 Jul 2019
cover

Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek simpang susun Sentul di Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/7/2019). Simpang susun Sentul Selatan yang dibangun sejak Februari 2019 oleh PT Jasa Marga Tbk melalui anak perusahaannya PT Marga Sarana Jabar. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/ama

Bareksa.com - Harga saham PT Jasa Marga (Persero)Tbk (JSMR) pada perdagangan Selasa (30/07/2019) ditutup melesat 4,84 persen ke level Rp5.950 per saham.

Selain itu, volume transaksi perdagangan kemarin tercatat sebanyak 43,38 ribu lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp25,47 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan transaksi sehari sebelumnya yang sebanyak 74,71 juta lot dengan nilai transaksi Rp42,74 miliar.

Sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan kemarin, saham JSMR memang bergerak sangat atraktif dengan terus merangkak naik dan telah mencatatkan kenaikan menggiurkan hingga 39,02 persen year to date (YtD).

Di sisi lain, lonjakan saham JSMR yang terjadi pada perdagangan kemarin turut mendorong kinerja reksadana saham yang memiliki saham tersebut dalam portofolionya.

Berdasarkan reksadana saham yang dijual Bareksa, kemarin reksadana saham Minna Padi Pasopati Saham berhasil mencatatkan kenaikan tertinggi dibandingkan dengan seluruh produk reksadana saham lain.


Sumber: Bareksa

Reksadana saham yang dikelola oleh PT Minna Padi Aset Manajemen ini mencatatkan kenaikan 1,81 persen pada perdagangan kemarin. Hingga Juni 2019, Minna Padi Pasopati Saham juga telah memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) Rp1,3 triliun.

Minna Padi Pasopati Saham bertujuan untuk mempertahankan nilai modal dan mendapatkan tingkat penghasilan yang terus menerus dalam jangka menengah dan panjang dengan cara melakukan investasi portofolio secara aktif pada efek ekuitas yang diterbitkan oleh korporasi.

Arah kebijakan investasinya yaitu :

• Minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek ekuitas
• Minimum 0 persen dan maksium 20 persen pada deposito dan kas

Melansir fund fact sheet per Juni 2019, beberapa saham lain yang terdapat dalam portofolio Minna Padi Pasopati Saham antara lain:

• PT Ciputra Development Tbk
• PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
• PT Waskita Karya (Persero) Tbk
• PT BPD Jawa Timur.

Sebagai informasi, Minna Padi Pasopati Saham dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp250.000. Reksadana saham yang diluncurkan sejak 21 Oktober 2016 ini bekerja sama dengan bank kustodian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Perlu diketahui, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.