Strategi Investasi Juli 2026: 30% Obligasi Global, 20% Emas, Saham Ekspor Jadi Andalan?
Sucor Sekuritas merekomendasikan portofolio defensif Juli 2026 dengan alokasi obligasi global, emas fisik, saham ekspor, dan kas untuk menjaga daya beli investor.

Sucor Sekuritas merekomendasikan portofolio defensif Juli 2026 dengan alokasi obligasi global, emas fisik, saham ekspor, dan kas untuk menjaga daya beli investor.
Bareksa - Sucor Sekuritas dalam risetnya (13/7) merekomendasikan alokasi defensif namun tetap bertumbuh untuk menghadapi ketidakpastian pasar Indonesia: 30% obligasi global pemerintah Indonesia, 20% emas fisik, 30% saham berorientasi ekspor, serta 20% kas dan likuiditas.
Strategi ini ditujukan untuk menjaga kekayaan riil dan daya beli, bukan semata mengejar imbal hasil nominal. Pendekatannya memadukan pendapatan dolar AS, aset lindung nilai, eksposur pada emiten berpendapatan valuta asing, dan cadangan likuiditas.
Investor perlu memprioritaskan diversifikasi, ketahanan arus kas, serta kecukupan dana likuid. Alokasi tersebut adalah pandangan riset Sucor, bukan formula yang otomatis sesuai untuk seluruh investor.
Promo Terbaru di Bareksa
Jaga Daya Beli, Jangan Sekadar Mengejar Return
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, volatilitas pasar, dan tekanan terhadap nilai tukar, Sucor Sekuritas menyarankan investor mengubah fokus dari mengejar return semata menjadi menjaga daya beli (preserving purchasing power) melalui portofolio yang terdiversifikasi.
Alih-alih mengambil risiko berlebihan, Sucor menilai kombinasi obligasi global pemerintah Indonesia, emas fisik, saham berorientasi ekspor, dan kas menjadi strategi yang lebih optimal menghadapi kondisi pasar saat ini.
Alokasi Portofolio yang Direkomendasikan
Sucor Sekuritas merekomendasikan komposisi aset sebagai berikut:
Aset | Porsi |
Obligasi Global RI (USD/EUR) | 30% |
Emas Fisik | 20% |
Saham Berorientasi Ekspor | 30% |
Kas & Likuiditas | 20% |
Sumber: riset Sucor Sekuritas
Strategi tersebut bertujuan menjaga nilai kekayaan riil sekaligus meningkatkan ketahanan portofolio menghadapi berbagai skenario pasar.
1. Obligasi Global RI Dinilai Menarik
Sucor menilai obligasi global pemerintah Indonesia layak menjadi salah satu pilar portofolio setelah pemerintah berhasil menerbitkan obligasi global bertenor 5 tahun dan 10 tahun senilai sekitar US$2 miliar dan EUR1,25 miliar.
Permintaan investor mencapai hampir tiga kali nilai penawaran, mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental Indonesia. Saat ini, obligasi global tenor 5 tahun menawarkan yield sekitar 4,98%, sehingga dinilai menarik bagi investor yang ingin memperoleh pendapatan sekaligus memiliki eksposur terhadap dolar AS.
2. Emas Tetap Menjadi Lindung Nilai
Meski harga emas berpotensi menghadapi tekanan jangka pendek akibat kebijakan China terhadap investasi emas berbasis kertas, kenaikan margin CME, hingga prospek suku bunga The Fed yang masih tinggi, Sucor tetap mempertahankan rekomendasi alokasi 20% pada emas fisik.
Menurut Sucor, emas tetap efektif sebagai:
lindung nilai terhadap pelemahan mata uang;
proteksi inflasi;
pelindung dari risiko geopolitik; dan
diversifikasi dari aset finansial.
3. Pilih Saham Berorientasi Ekspor
Selain alokasi aset, Sucor Sekuritas juga menyoroti lima saham dengan keyakinan (high conviction) tertinggi yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan menarik di tengah ketidakpastian global. Kelima saham tersebut didominasi emiten komoditas, energi, dan material yang memperoleh manfaat dari pendapatan berbasis dolar AS maupun kenaikan permintaan logam.
Yang paling menarik adalah TPIA dengan target harga Rp6.200, mencerminkan potensi kenaikan sekitar 176% dari harga saat laporan diterbitkan. Di posisi berikutnya terdapat AMMN dengan target Rp9.000 atau upside sekitar 110%, disusul ANTM dengan target Rp5.500 atau potensi kenaikan hampir 80%.
Sementara itu, AADI dan BRMS juga tetap memperoleh rekomendasi Buy, masing-masing dengan target harga Rp12.600 dan Rp880, didukung valuasi yang dinilai menarik serta prospek pertumbuhan bisnis ke depan.
Saham | Harga Terakhir (Rp) | Target Harga (Rp) | Potensi Kenaikan | Rating | P/E 2026F | PBV 2026F | Alasan Utama |
TPIA | 2.250 | 6.200 | +175,6% | BUY | 14,5x | 1,9x | Prospek petrokimia membaik, pertumbuhan laba tinggi |
AMMN | 4.290 | 9.000 | +109,8% | BUY | 16,0x | 2,7x | Eksposur tembaga & emas, pertumbuhan laba kuat |
ANTM | 3.060 | 5.500 | +79,7% | BUY | 6,7x | 1,8x | Valuasi murah, diuntungkan permintaan logam |
AADI | 9.000 | 12.600 | +40,0% | BUY | 4,3x | 0,9x | Arus kas kuat, dividen tinggi, bisnis batu bara |
BRMS | 620 | 880 | +41,9% | BUY | 47,1x | 3,6x | Produksi emas meningkat dan ekspansi tambang |
Sumber: riset Sucor Sekuritas
Selain itu, target IHSG 12 bulan dipatok di 8.029, dibanding level indeks saat laporan disusun di sekitar 6.372, yang mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 26% berdasarkan pendekatan bottom-up.
4. Simpan Kas untuk Memanfaatkan Peluang
Sucor juga menyarankan investor mempertahankan 20% kas atau aset likuid.
Menurut analis, volatilitas pasar dapat memicu aksi jual berlebihan sehingga menciptakan peluang membeli saham berkualitas pada valuasi yang lebih menarik. Dengan memiliki kas yang cukup, investor memiliki fleksibilitas untuk memanfaatkan momentum tersebut.
Apa Artinya bagi Investor?
Strategi Sucor Sekuritas menunjukkan bahwa kondisi pasar saat ini lebih menuntut manajemen risiko dibanding mengejar return tinggi.
Bagi investor Indonesia, diversifikasi dapat dilakukan melalui kombinasi:
reksa dana pendapatan tetap atau obligasi;
investasi emas;
reksa dana saham yang memiliki eksposur ke sektor komoditas dan ekspor; serta
dana likuid untuk mengantisipasi peluang investasi ketika pasar terkoreksi.
Kesimpulan
Sucor Sekuritas mengingatkan bahwa tujuan utama investasi saat ini bukan hanya menghasilkan keuntungan nominal, tetapi menjaga nilai kekayaan dari inflasi, pelemahan mata uang, dan ketidakpastian global. Portofolio yang terdiversifikasi dinilai menjadi strategi yang lebih tangguh menghadapi dinamika pasar sepanjang 2026.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pertanyaan Umum
Mengapa Sucor menyarankan emas meski harga berpotensi tertekan?
Karena emas tetap efektif sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, depresiasi mata uang, dan risiko geopolitik.
Mengapa obligasi global dipilih?
Pendapatan berbasis valuta asing dapat membantu menjaga kinerja saat rupiah melemah.
Mengapa saham ekspor lebih menarik?
Pendapatan berbasis valuta asing dapat membantu menjaga kinerja saat rupiah melemah.
Mengapa perlu menyimpan kas?
Agar memiliki fleksibilitas membeli aset berkualitas ketika terjadi koreksi pasar.
Berapa target IHSG menurut Sucor?
Sucor memproyeksikan IHSG berpotensi mencapai sekitar 8.029 dalam 12 bulan.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.228,78 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.185,23 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.031,45 | - | - | - | |||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.203,08 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.


