Prediksi Harga Emas Ketika Kepanikan Pasar Beralih dari Inflasi ke Resesi

Salah satu penyebab menurunnya minat terhadap emas karena Bank Sentral AS, The Fed secara agresif memperketat kebijakan moneternya
Abdul Malik • 24 Jun 2022
cover

Ilustrasi prediksi harga emas di tengah potensi lonjakan inflasi dan ancaman resesi. (Shutterstock)

Bareksa.com - Gejolak harga emas dinilai lebih rendah dibandingkan aset investasi lain, karena logam mulia mempertahankan statusnya dalam tren “pasar bullish ringan”. Harga emas masih bertahan di kisaran US$1.800 - US$1.900 per ounce. Namun menurut analisis MKS PAMP, reli harga emas tidak bisa diharapkan sampai kepercayaan pasar kembali. 

Dilansir Kitco News (23/6/2022), Ahli strategi logam MKS PAMP Nicky Shiels mengatakan ada pergeseran di pasar soal sentimen ketakutan inflasi memberi jalan ke kepanikan resesi. Investor saham memilih keluar untuk mengamankan asetnya dalam bentuk uang tunai, daripada aset yang aman seperti emas

"Telah terjadi pergeseran yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar ekuitas dan aset lainnya, di mana pelaku pasar lebih memilih uang tunai dalam dolar Amerika Serikat sebagai tempat berlindung. Karena itu kepercayaan pasar perlu dibangun kembali," tulis Shiels dalam sebuah catatan yang dirilis Kamis. 

"Dengan aksi jual pasar saham pekan lalu, koreksinya sejalan dengan koreksi median yang terlihat pada resesi pasca Perang Dunia II, tetapi sekarang ini adalah koreksi terburuk ke-4 selama periode yang sama," dia menjelaskan. 

Sentimen harga emas, menurut Shiels, logam mulia kemungkinan perlu melihat kombinasi antara hasil yang lebih rendah dan pergerakan lebih tinggi dari pasar saham AS, sehingga emas bisa naik ke level US$1.880 per ounce. Seperti yang terjadi saat ini, emas justru menarik minat lebih banyak pembeli jika di level harga US$1.900 per ounce, ketimbang di harga US$1.800 per ounce. 

"Ada fenomena berkurangnya minat dari komunitas investasi," ungkapnya. 

Salah satu penyebab menurunnya minat terhadap emas adalah karena Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed secara agresif memperketat kebijakan moneternya. 

“Dengan inflasi 8,6 persen bunga acuan The Fed saat ini di 1,75 persen. Secara keseluruhan pernyataan The Fed mengakui bahwa ekonomi memburuk. Pembicaraan tentang resesi telah berkembang karena data terus mengecewakan," Shiels menjelaskan.

Berdasarkan data Purchasing Managers Index (PMI), sektor manufaktur AS pada Juni 2022 turun jadi 52,4, merupakan level terendah dalam 23 bulan. Menurut Shiels, satu-satunya sentimen negatif bagi emas adalah jika Federal Reserve tetap terlalu hawkish.

Harga emas berjangka Comex pengiriman Agustus diperdagangkan di US$1,826,60, turun 0,64 persen pada perdagangan kemarin.

Perlu dicatat, emas adalah instrumen investasi yang cocok untuk jangka panjang dan sarana lindung nilai dari inflasi. Investasi logam mulia ini juga ada selisih harga beli dan harga jual, sehingga investor sangat disarankan jika berniat menjual emas, hanya ketika harga jualnya sudah lebih tinggi dari harga ketika membeli emas

​Pengen dapat cuan dari kilaunya emas? Yuk cuss segera investasi!

Investasi Sekarang

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.