Covid Varian Omicron Mengancam? 4 Cara Aman Investasi Sekaligus Siapkan Dana Darurat

Saat ada keperluan tidak terduga, Anda bisa tenang karena sudah mempersiapkan dana darurat dan investasi
Hanum Kusuma Dewi • 30 Nov 2021
cover

Ilustrasi lembaran uang rupiah Rp100.000 untuk investasi

Bareksa.com - Potensi risiko dari varian baru Covid-19 beberapa waktu belakangan ini menghantui dunia termasuk Indonesia. Bagaimana tidak, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dilansir CNBC Indonesia, sudah menetapkan bahwa varian yang diberi nama B.1.1.529 atau Omicron ini sebagai Variant of Concern (varian yang menjadi perhatian).

Nah di tengah situasi pendemi yang ditambah kecemasan dunia pada varian baru Covid-19, kita perlu mempersiapkan keuangan dalam kondisi yang tidak pasti ini. Bagi investor pemula, sebaiknya investasi lebih dahulu atau menyiapkan dana darurat? 

Idealnya, semua orang terlebih yang sudah bekerja, memiliki dana darurat untuk persiapan misalnya ada musibah kena PHK, atau kecelakaan yang tidak ditanggung asuransi. Soal besaran dana darurat, ada yang menyatakan minimal 3 kali dari pengeluaran bulanan. Tapi semakin besar yang disiapkan semakin baik.

Lalu bagaimana bagi yang belum punya dana darurat? Smart investor sebaiknya sesegara mungkin memiliki meski dana yang dialokasikan sedikit demi sedikit. Toh dengan sejalannya waktu, dana daruratnya akan terus bertambah. 

Jadi, sebaiknya menyiapkan dana darurat lebih dahulu atau memulai investasi? Tejasari, perencana keuangan (financial planner) Tatadana Consulting, pada sebuah kesempatan menyatakan harusnya dana darurat dulu. Tapi karena jumlahnnya besar, perlu waktu lama untuk terkumpul.

"Padahal kan investasi tergantung waktu, semakin cepat mulai semakin baik. Jadi kadang dilakukan bersamaan (menyiapan dana darurat dan investasi)," kata Tejasari.

Penempatan Dana

Di sisi lain penempatan uang untuk dana darurat tidak bisa sembarangan. Hal yang perlu diingat, karena kebutuhannya untuk mengantisipasi risiko darurat, maka dana darurat sebaiknya disiapkan di dalam instrumen yang likuid.

Instrumen investasi yang bisa dipilih bermacam-macam, seperti reksadana pasar uang (reksadana yang antara lain diinvestasikan di deposito berjangka bank, Surat Utang Negara dengan jatuh tempo kurang dari setahun).

"Dana darurat bisa ditaruh di reksadana pasar uang. Kemudian untuk investasi yang sifatnya jangka panjang seperti persiapan pensiun, atau mau beli rumah 5 tahun dari sekarang misalnya, bisa reksadana saham," ujar Tejasari.

Tips Siapkan Dana Darurat dan Investasi

Dana darurat bisa sebagai dana untuk pengeluaran yang tidak terduga atau urgent yang bisa terjadi kapan saja. Sementara, investasi, penting untuk pemenuhan kebutuhan di masa yang akan datang, seperti investasi pendidikan anak. Makanya, baik sekali jika smart investor memiliki keduanya.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan dana darurat dan investasi secara bersamaan :

1. Hitunglah Dana yang Dialokasikan

Smart investor, untuk bisa memiliki dana darurat dan investasi secara berbarengan, harus diketahui terlebih dulu berapa total pendapatan yang dimiliki. Kemudian, berapa besar pengeluaran setiap bulannya.

Misalnya, pendapatan yang dimiliki mencapai Rp10 juta per bulan. Sementara pengeluaran per bulannya Rp9 juta. Berarti uang yang tersisa hanya Rp1 juta. Nah, dana sebesar itu bisa dialokasikan sebagai dana darurat dan investasi.

Dengan kata lain, sisa dana Rp1 juta dialokasikan Rp500.000 untuk dana darurat dan Rp500.000 untuk investasi.

2. Mengatur Dana Darurat dan Investasi

Smart investor sebaiknya jangan gabungkan antara dana darurat dan tabungan bulanan atau tabungan untuk membayar tagihan dan kewajiban bulanan. Sebagai contoh, dana darurat bisa ditempatkan di reksadana pasar uang dan untuk investasi, tidak ada aturan khusus seperti dana darurat yang mesti punya rekening khusus.

Hal yang harus diperhatikan dari investasi adalah tujuannya. Jika untuk pendidikan, perkirakan jumlah investasi yang harus dikumpulkan. Salah satu instrumen investasi yang bisa digunakan adalah reksadana saham.

3. Disiplin Untuk Hasil Maksimal

Akan percuma perencanaan alokasi dana darurat dan investasi secara berbarengan jika tidak disiplin dalam menjalankannya. Jika ingin hasil yang maksimal, harus teratur dan berkelanjutan dalam mengumpulkan dana reksadana dan menempatkan dana untuk investasi.

Makanya seiring peningkatan penghasilan, jangan lupa untuk meningkatkan nilai dana darurat dan investasi. Sebab kalau nilai dana darurat dan investasi bisa tergerus nantinya karena tak menyesuaikan dengan besaran investasi.

4. Siapkan Sejak Dini

Langkah yang paling tepat untuk segera menjalankan dua hal tersebut adalah mulai menyiapkannya sedini mungkin. Dana darurat dan investasi tentu akan maksimal hasilnya jika dikumpulkan sejak dini, secepat mungkin.

Jika demikian, keuntungan yang akan didapatkan juga sangat maksimal. Terlebih seandainya ada keperluan mendadak yang tidak terduga, smart investor juga akan merasa tenang karena sudah mempersiapkan dana darurat dan investasi.

Bagaimana, siap mulai menyiapkan dana darurat sekaligus investasi?

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.