Begini Strategi Alokasi Gaji Agar Bisa Investasi

Ada baiknya kita mulai melakukan pencatatan dan evaluasi atas pengeluaran
Abdul Malik • 19 Mar 2021
cover

Ilustrasi perempuan yang bekerja sebagai karyawan mengatur pengeluaran dari hasil gaji bulanan, agar bisa investasi di reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Seringkali setelah kita menerima kiriman gaji dari perusahaan ke rekening kita, entah mengapa kita kurang menyadari ke mana perginya uang tersebut.

Bahkan, mungkin tidak sedikit dari kita mengalami gaji habis sementara masih berada di pertengahan bulan, seperti ungkapan candaan yang cocok “gaji 7 juta koma, baru tanggal 7 sudah koma.”

Artinya, mereka tidak memiliki rencana keuangan yang baik sehingga selalu merasa terdesak. Hal yang sepertinya sepele ini bisa menjadi masalah di kemudian hari jika kita tidak merencanakan pengalokasian gaji kita dengan baik, terutama ketika kita masuk ke usia pensiun nantinya.

Karena itu, ada baiknya kita mulai melakukan pencatatan atas pengeluaran kita dan melakukan evaluasi apakah pengeluaran kita sudah sehat dan dapat mengakomodasi kebutuhan finansial jangka pendek, menengah, dan panjang.

Secara umum, bagi yang baru memulai untuk mengatur pengalokasian gaji, panduan berikut dapat digunakan sebagai acuan :

• 50 persen untuk pengeluaran rutin bulanan
• 30 persen untuk pembayaran utang
• 10 persen untuk investasi & tabungan
• 10 persen untuk proteksi

Yang harus dicatat dalam hal utang di atas adalah haruslah utang yang bersifat produktif atau utang untuk pembelian barang yang harganya mempunyai potensi kenaikan harga, seperti properti.

Utang konsumtif seperti pembelian handphone, makan di restoran, nonton bioskop, dan lain-lain masuk ke dalam komponen pengeluaran rutin bulanan.

Alokasi Investasi

Jika kamu mengalokasikan 10 persen gajimu untuk berinvestasi, kamu bisa memilih berbagai macam instrumen investasi, salah satunya reksadana.

Reksadana adalah salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Selain itu, reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas.

Singkatnya, reksadana adalah investasi di pasar modal yang disederhanakan. Investor cukup membeli paket-paket investasi (yang dikenal dengan nama unit penyertaan) yang disediakan oleh manajer investasi.

Paket investasi inilah yang berisi berbagai saham, obligasi, dan pasar uang yang sudah diperhitungkan pertumbuhan dan risikonya oleh manajer investasi. Cara seperti ini cocok untuk investor pemula yang belum tau cara untuk memilih saham.

Selain itu, reksadana juga memiliki beberapa kelebihan antara lain :

1. Adanya diversifikasi aset
2. Jumlah minimal investasi yang kecil, bisa mulai dari Rp10.000
3. Memiliki berbagai jenis yang sesuai dengan profil risiko
4. Kemudahan bertransaksi
5. Diawasi oleh pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.