Gaji Tidak Tetap? Ini Tips Atur Uang Freelancer dari Jonathan End

Meski penghasilan tidak menentu, freelancer masih bisa berinvestasi
Hanum Kusuma Dewi • 25 Jun 2021
cover

Ilustrasi uang rupiah dalam dompet. Freelancer juga perlu mengatur uang agar bisa berinvestasi. (Shutterstock)

Bareksa.com - Menjadi pekerja lepas (freelancer) punya keuntungan waktu yang bebas dan tidak terikat dengan kantor. Namun, penghasilan yang diterima oleh seorang freelancer setiap bulan kadang tidak menentu. 

Kalau penghasilan atau gaji tidak tetap seperti itu, bagaimana bisa investasi? Jonathan End, growth consultant dan investment coach di Bareksa, memberikan beberapa tips keuangan bagi para freelancer

Pria yang biasa disapa Bang Jon ini sebelumnya pernah bekerja kantoran dan mendapatkan gaji tetap. Namun, sekarang dia fokus menjadi content creator dan penghasilannya bergantung pada proyek dan banyak klien dalam sebulan. 

"Kerja freelance itu kadang ramai, kadang sepi. Kita harus memberi diri kita target. Caranya, hitung rata-rata penghasilan dalam tiga bulan terakhir," jelasnya dalam Investream Bareksa episode 7, 23 Juni 2021. 

Contohnya, bila dalam tiga bulan terakhir kita punya penghasilan total Rp21 juta, berarti sebulan rata-ratanya sekitar Rp7 juta. Dari situ, bisa dibuat target harus mencari kerja atau proyek dengan nilai Rp7 juta setiap bulan. 

"Kita harus belajar sales marketing juga, bagaimana persuasi dan negosiasi. Jangan hanya diam saja menunggu, tetapi harus aktif mencari proyek untuk mencapai target itu," tegasnya. 

Setelah mengamankan jumlah penghasilan per bulan, Jonathan mengatakan, freelancer bisa mengatur keuangan dan berinvestasi untuk tujuan masa depan. 

Lantas, bagaimana cara mengatur keuangan agar bisa investasi? 

Menurut Jonathan, setiap orang memiliki kebutuhan dan kondisi keuangan yang berbeda. Maka, porsi pengaturan keuangan juga bisa berbeda. Namun, secara umum dia memberikan rumus 50-30-20 untuk pengaturan keuangan. 

Maksudnya, 50 persen penghasilan untuk kebutuhan rutin seperti makan, bayar cicilan dan tagihan, transportasi. Kemudian, 30 persen untuk tabungan dan investasi. Terakhir, 20 persen penghasilan untuk kesenangan, seperti membeli sepatu, atau makan di restoran mahal saat akhir pekan. 

Dia juga mengingatkan bahwa waktu terbaik investasi adalah sedini mungkin. Sehingga, kita bisa segera merasakan manfaat dan mencapai tujuan keuangan kita. 

Bagi pemula, Jonathan menyarankan, pilih produk investasi dengan risiko rendah seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan reksadana pasar uang. Sebab, SBN aman dijamin oleh Undang-Undang. Adapun reksadana pasar uang berisikan deposito dan instrumen obligasi jatuh tempo kurang dari setahun yang risikonya rendah.

Investasi reksadana dan SBN pun sekarang mudah bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Bareksa. Modal awal investasi juga kini terjangkau; reksadana bisa dimulai dengan Rp100.000 dan SBN seri SBR010 yang kini dalam masa penawaran bisa dibeli mulai Rp1 juta. 

Ditambah lagi, investasi melalui aplikasi Bareksa berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah. Untuk promo SBR010 ada hadiah laptop hingga smartphone. Kemudian, untuk promo pembelian reksadana Bareksa selama periode gajian, ada voucher reksadana senilai total Rp44 juta.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini 

- Beli reksadana, klik tautan ini 

- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store

- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore 

- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​

Investasi mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.