Cara Mulai Investasi ala Jonathan End: Ubah Mindset Dulu

Seiring gaji naik, jangan lebih banyak belanja tetapi lebih banyak investasi
Hanum Kusuma Dewi • 24 Jun 2021
cover

Jonathan End, Growth Consultant dan Investment Coach di Bareksa, memberikan tips mengenai investasi di Investream Bareksa.

Bareksa.com - Setiap orang pasti ingin merasakan kebebasan finansial. Namun, harus ada jalan yang ditempuh agar kita bisa mencapai tujuan keuangan tersebut. ​

Salah satunya cara mencapai tujuan keuangan dan kebebasan finansial adalah dengan cara investasi. Lantas bagaimana cara memulainya? 

Jonathan End, investment coach yang juga content creator, membagikan pengalamannya berkaitan dengan investasi. Pria yang biasa disapa Bang Jon ini dulu sempat menjadi pekerja kantoran dengan gaji bulanan, dan sekarang fokus menjadi content creator

"Kapan waktu tepat memulai investasi? Kemarin. Harusnya mulai dari dulu, atau dari kecil. Jangan tunda lagi untuk memulai investasi," ujarnya dalam Investream Bareksa episode 7 bertema Gaji, Investasi dan Berbagi, 23 Juni 2021. 

Dia menjelaskan bagi para karyawan yang baru saja menerima gaji, jangan berpikir mau langsung belanja apa. Namun, pikirkan bagaimana uang tersebut bisa menghasilkan lagi dan bekerja untuk kita. 

"Pertama, ganti mindset, jadi gaji harus berguna dan bisa menghasilkan uang lagi," tegasnya. 

Maka, dengan pola pikir seperti itu, ukuran gaji bukan alasan untuk menunda investasi. Sebab, investasi bisa dimulai dengan nominal kecil asalkan rutin. Contohnya, reksadana bisa dibeli dengan modal Rp100.000 dan Surat Berharga Negara (SBN) bisa dibeli mulai Rp1 juta. 

Kedua, Jonathan menambahkan, baru kita memikirkan bagaimana meningkatkan penghasilan agar bisa berinvestasi lebih besar. Contohnya, pekerja kantoran bisa cari kerja sampingan (side job) atau jualan makanan kecil-kecilan. 

"Seiring gaji naik, jangan lebih banyak belanja tetapi lebih banyak investasi," ujarnya. 

Atur Keuangan

Menurut Jonathan, setiap orang memiliki kebutuhan dan kondisi keuangan yang berbeda. Maka, porsi pengaturan keuangan juga bisa berbeda. Namun, secara umum dia memberikan rumus 50-30-20 untuk pengaturan keuangan. 

Maksudnya, 50 persen untuk kebutuhan rutin seperti makan, bayar cicilan dan tagihan, transportasi. Kemudian, 30 persen untuk tabungan dan investasi. Terakhir, 20 persen penghasilan untuk kesenangan, seperti membeli sepatu, atau makan di restoran mahal saat akhir pekan. 

Berkaitan dengan investasi, tujuan keuangan orang bisa beda-beda. Jonathan memberikan contoh, dia ingin punya rumah sebelum berusia 30 tahun. Tujuan tersebut memang berat, tetapi dengan penghematan dan disiplin investasi dia bisa mencapainya. 

"Setelah tahu investasi, saya mulai disiplin karena motivasi mau membeli rumah. Menunda hal yang kecil demi tujuan kesenangan lebih besar," kata Jonathan. 

Bagi pemula, Jonathan menyarankan, pilih produk investasi dengan risiko rendah seperti SBN dan reksadana pasar uang. Sebab, SBN aman dijamin oleh Undang-Undang. Adapun reksadana pasar uang berisikan deposito dan instrumen obligasi jatuh tempo kurang dari setahun yang risikonya rendah. 

Terakhir, Jonathan juga menyampaikan tentang porsi sosial dari penghasilan untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Tidak perlu besar, tetapi bisa bermanfaat bagi orang lain, seperti memberikan tips bagi pengemudi ojek online

Porsi sosial ini sejalan dengan program Bareksa dengan BenihBaik.com untuk membantu Sahrul (20 bulan) yang menderita kelainan hati dan membutuhkan pengobatan senilai Rp100 juta. Sebagai latar belakang, Ayah Sahrul bekerja sebagai satpam dan membutuhkan uluran tangan untuk pengobatan anaknya. 

Smart investor Bareksa bisa ikut membantu dalam program donasi ini dengan memasukkan kode promo DONASISBR10 setiap pembelian SBR seri Savings Bond Ritel SBR010. Bareksa akan mendonasikan 0,2 persen dari nilai pembelian untuk pengobatan Adik Sahrul. 


* * * 

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemerintah membuka penawaran SBN Ritel jenis SBR010 mulai 21 Juni 2021 hingga 15 Juli 2021. Dengan membeli SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara. SBN ritel bisa dipesan di sejumlah mitra distribusi yang ditunjuk Kemenkeu, termasuk Bareksa

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa daftar ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.