BeritaArrow iconBelajar InvestasiArrow iconArtikel

Tips Hadapi Compulsive Spending ala Prita Ghozie, Investasi di Sini

Hanum Kusuma Dewi31 Maret 2022
Tags:
Tips Hadapi Compulsive Spending ala Prita Ghozie, Investasi di Sini
Investream Bareksa bersama Prita Ghozie disiarkan 30 Maret 2022 pukul 19.00 WIB di Instagram Bareksa.

Sistem one to one bisa mengimbangi belanja dengan investasi untuk kebutuhan masa depan

Bareksa.com - Dengan kemajuan teknologi keuangan, sekarang kita semakin dimudahkan untuk belanja. Bahkan kalau tidak ada uang pun, kita bisa menggunakan berbagai aplikasi pinjaman. ​

Namun, hal tersebut justru berbahaya bagi keuangan kita di masa depan kalau tidak diatur sedemikian rupa. Financial Planner dan Investment Coach Bareksa Prita Ghozie memaparkan untuk menghadapi hal ini, kita harus memahami karakter diri sendiri.

Satu dari dua kepribadian yang dijelaskan oleh Prita adalah tipe compulsive spender, yaitu yang memiliki kebiasaan untuk belanja atau membuat pengeluaran tanpa sadar. Tipe kepribadian ini sangat mudah untuk terjebak pinjaman, kartu kredit atau pay later.

Promo Terbaru di Bareksa

"Kalau kamu compulsive, jangan buka aplikasi pay later. Disable saja. Install aplikasi Bareksa saja," kata Prita dalam siaran Investream Bareksa Episode 13 di media sosial Bareksa, Rabu 30 Maret 2022.

Kemudian, tipe kedua adalah compulsive money maker. Menurut Prita, tipe kepribadian ini justru semakin bersemangat mencari uang saat kebutuhan atau cicilan bertambah.

Nah, menyiasati pemakaian fasilitas pinjaman ini, Prita mengingatkan smart investor untuk memahami barang yang ingin dibeli tersebut, apakah hanya sekadar keinginan untuk kepuasan diri atau suatu aset produktif yang bisa bernilai di masa depan.

Misalnya belanja suatu jasa atau barang bisa sesuatu yang compulsive. Tetapi, kalau membeli barang yang merupakan aset produktif, seperti misalnya rumah atau kendaraan untuk bekerja, pinjaman bisa menjadi fasilitas memudahkan untuk membeli aset tersebut.

Bila ingin berbelanja (spending) untuk keinginan di luar kebutuhan atau aset masa depan, Prita menyarankan untuk menggunakan sistem one to one. Maksudnya adalah perbandingan pengeluaran dengan investasi dengan jumlah sama.

"Misalnya, kita check out barang Rp150.000, maka langsung investasi Rp150.000 juga di Bareksa. Harus ada matching atau pairing. Kalau berani belanja Rp1 juta, kita juga harus invest Rp1 juta," jelas Prita.

Prita menggarisbawahi penggunaan sistem one to one ini untuk pengeluaran keinginan di luar kebutuhan harian. Jadi ada satu bagian untuk belanja atau keinginan hari ini, sekaligus investasi untuk kebutuhan di masa depan.

"Jadi kita bisa jalankan kesukaan tanpa rasa bersalah, sebab berhasil menabung atau investasi sebesar yang kita belanjakan," tukas Prita.

Mengubah Mindset

Bagi para smart investor khususnya pemula, biasanya cenderung sulit untuk memulai kebiasaan investasi. Namun, menurut Prita, hal itu bisa dilakukan dengan dua hal yaitu mengubah mindset dan mengatur alokasi keuangan (budget).

Pertama, mengubah mindset adalah melakukan langkah-langkah kecil secara rutin untuk mencapai target tertentu. Hal ini butuh waktu agar bisa disiplin, dan akan menjadi kebiasaan.

Kedua, smart investor harus punya alokasi finansial dalam bentuk persentase. Misalnya dari 100 persen penghasilan, kita alokasikan 50 persen untuk living (pengeluaran rutin), 30 persen saving (investasi) dan 20 persen playing (hiburan).

"Dengan membuat alokasi kita punya acuan persentase budget kita. Kalau punya target keuangan, bisa kita capai suatu hari nanti. Jadi, kita tahu itu yang kita kejar."

Untuk mencapai target keuangan, smart investor bisa melakukannya dengan berinvestasi di reksadana. Reksadana ada berbagai jenisnya yang bisa disesuaikan dengan profil risiko dan jangka waktu tujuan keuangan.

Misalnya, reksadana pasar uang cocok untuk profil risiko rendah dengan tujuan keuangan jangka pendek. Karena sifatnya stabil dan likuid, reksadana pasar uang juga bisa untuk menyiapkan dana darurat.

Lalu, reksadana pendapatan tetap untuk profil risiko moderat dengan tujuan keuangan menengah sekitar 2-3 tahun. Kemudian, reksadana campuran untuk profil risiko moderat-tinggi dengan tujuan keuangan menengah-panjang sekitar 3-5 tahun.

Adapun reksadana saham untuk profil risiko agresif dengan tujuan keuangan jangka panjang di atas lima tahun.

Ayo terapkan ilmu dari hasil sharing Mbak Prita dan dapatkan hadiah reksadana dengan mengikuti promo Investream Flash Sale.

Baca Promo Flash Investream, Beli Reksadana Raih Voucher hingga Rp500 Ribu

(hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.



Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.776,96

Up0,56%
Up3,36%
Up0,03%
Up6,75%
Up17,19%
Up44,36%

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.327,05

Up1,21%
Up4,32%
Up0,03%
Up5,75%
Up18,97%
-

STAR Stable Income Fund

1.927,47

Up0,49%
Up2,97%
Up0,02%
Up6,01%
Up29,06%
Up63,95%

I-Hajj Syariah Fund

4.826,33

Up0,53%
Up3,06%
Up0,03%
Up6,15%
Up21,88%
Up40,52%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.141,75

Up0,55%
Up2,86%
Up0,02%
Up5,01%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua