Boros Beli Takjil Buka Puasa? Ini Tips Atur Uang Ramadhan

Kita bisa memasak sahur dan takjil buka puasa di rumah agar lebih hemat
Hanum Kusuma Dewi • 13 Apr 2021
cover

Ilustrasi seseorang mengeluarkan uang rupiah Rp100.000 dari dompet untuk membayar jajanan takjil buka puasa. Bulan Ramadhan sebaiknya digunakan untuk menahan nafsu dan pengeluaran sehingga bisa lebih banyak berinvestasi. (shutterstock)

Bareksa.com - Tanggal 1 Ramadhan 1442 ditetapkan pada 13 April 2021, dan umat muslim pun mulai berpuasa. Esensi puasa adalah menahan hawa nafsu hingga waktu berbuka tiba. 

Bagi kebanyakan orang, menahan lapar dan haus selama puasa itu mudah. Akan tetapi, saat berbuka puasa, sebagian orang seperti "balas dendam" dengan menginginkan berbagai makanan untuk takjil buka puasa. 

Lihat tukang gorengan lewat sore-sore, langsung beli buat takjil. Buka aplikasi antar makanan di handphone, segera pesan juga buat takjil. Padahal, keinginan itu hanya lapar mata karena kapasitas perut kita terbatas. 

Yang juga terbatas tentunya adalah keuangan dalam dompet kita. Kalau sehari beli takjil Rp20.000, sebulan bisa mencapai Rp600.000. Jangan sampai di bulan puasa yang justru mengurangi pengeluaran makan malah jadi boros hanya karena beli takjil untuk berbuka. 

Berikut tips atur keuangan di bulan Ramadhan

1. Masak menu sahur dan berbuka di rumah

Memasak makanan dan menikmatinya bersama keluarga tentu lebih enak. Selain itu, lebih hemat di kantong. Menu sahur dan takjil berbuka puasa ini bisa kita rencanakan untuk 30 hari sehingga tidak bosan. 

2. Buat perencanaan keuangan berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan

Dengan penghasilan yang masuk, kita buat anggaran berapa porsi untuk kebutuhan harian termasuk makan-minum. Kemudian, sisihkan juga untuk investasi demi kebutuhan tujuan keuangan masa depan. 

3. Manfaatkan diskon Ramadhan untuk belanja kebutuhan

Biasanya, sejumlah toko dan e-commerce menawarkan diskon dan promo khusus Ramadhan. Kita bisa memanfaatkan hal ini untuk belanja kebutuhan harian, bukan keinginan ya. 

4. Penghematan makan siang untuk investasi

Saat berpuasa, sejatinya kita hanya makan dua kali sehari dari biasanya tiga kali. Anggaran makan siang bisa dialokasikan untuk investasi. 

Misalnya, anggaran makan siang biasanya Rp50.000 sehari, sehingga dalam sebulan bisa mencapai Rp1,5 juta. Uang ini bisa kita masukkan ke reksadana, dengan jenis tergantung dengan tujuan investasi kita. 

5. Alokasikan budget investasi di awal 

Kalau sudah punya rencana dan tujuan keuangan, kita segera sisihkan ketika menerima gaji bulanan. Dalam contoh penghematan uang makan siang seperti di atas, kita bisa langsung mengalokasikan Rp1,5 juta di awal bulan untuk membeli reksadana. 

Jangan tunggu sampai akhir bulan Ramadhan atau Hari Raya Idul Fitri datang, segera alokasikan dana investasi ini sekarang juga. Mumpung ada promo Top Investment Ramadhan di Bareksa dengan hadiah iPad, iWatch dan voucher reksadana. Cek syarat ketentuan promonya di sini

Selamat menjalankan ibadah puasa 2021. Jadikan Ramadhan ini untuk beribadah dan mulai mengatur keuangan lebih baik. 

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini 

- Beli reksadana, klik tautan ini 

- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store

- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore 

- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.