Investasi Reksadana Pakai Robo Advisor Bareksa, Apakah Aman?

Robo Advisor Bareksa yang pertama mendapat izin lisensi penasihat investasi OJK
Hanum Kusuma Dewi • 03 Jun 2021
cover

Robo Advisor Bareksa pertama berlisensi penasihat investasi dari OJK

Bareksa.com - Bareksa baru saja meluncurkan fitur Robo Advisor pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan lisensi penasihat investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Robo advisor yang diberi nama BATARA (Bareksa Tactical Robo Advisor) ini memiliki keunggulan untuk membantu investor berinvestasi. 

Tetapi, apakah penggunaan Robo Advisor Bareksa ini aman? 

Chief Research and Business Development Officer Bareksa Ni Putu Kurniasari menjelaskan bahwa Robo Advisor Bareksa telah mengalami uji coba beta sejak Agustus 2020 sebelum diluncurkan. Artinya, ada waktu pengujian selama 9 bulan hingga akhirnya resmi diluncurkan dan menjadi yang pertama mendapatkan lisensi penasihat investasi dari OJK. 

"Dalam Robo Advisor Bareksa, kami menekankan aspek keamanan. Tidak hanya mekanisme perhitungan, kami berjalan dengan pakem regulasi yang ada. Kami ambil izin penasihat investasi. Manajemen harus melaporkan, melakukan fit and proper test untuk perlindungan konsumen," jelas Putu dalam Investream Bareksa, 2 Juni 2021. 

Robo Advisor Bareksa, lanjut Putu, memberikan rekomendasi reksadana yang independen karena tidak didasarkan promosi atau marketing apapun. Sehingga berpihak pada kepentingan investor. 

Produk reksadana yang disarankan juga diseleksi secara ketat, dengan metode transparan dan independen untuk menyeimbangkan imbal hasil dan risiko. Hanya produk reksadana pilihan dari 15 manajer investasi terbaik, dengan reputasi dan tata kelola (GCG) baik, yang masuk dalam rekomendasi Robo Advisor Bareksa. 

Maka dari itu, bisa dipastikan Robo Advisor Bareksa aman karena selalu diawasi oleh OJK. Semua perkembangannya juga terus dilaporkan kepada OJK, demi perlindungan masyarakat investor. 

Lantas, bagaimana dengan potensi imbal hasilnya? 

Putu menjelaskan bahwa dalam investasi ada risiko fluktuasi dalam kondisi pasar. Hal ini masuk dalam algoritma perhitungan rekomendasi Robo Advisor Bareksa, di samping pertimbangan dari profil risiko investor. 

"Jadi rekomendasi tidak hanya dari profil risiko. Kami tidak rekomendasi saham kalau perhitungan kondisi pasar sekarang probabilitas untuk turun lebih besar daripada untuk naik. Paling tidak, risiko bisa diminimalisir. Ketika timing sudah pas, nanti akan ada notifikasi untuk rebalancing, baik dengan top up atau penjualan dan switching," jelas Putu. 

Dia menambahkan, keunggulan Robo Advisor Bareksa adalah memandu investor menghadapi pasar. Hal ini bukanlah menjamin bahwa investasi akan selalu untung, tetapi lebih menghitung kemungkinan terbaik bagi investor. 

Felicia Putri Tjiasaka, financial storyteller yang juga investment coach di Bareksa, mengulas keunggulan fitur Robo Advisor Bareksa ini. Bagi investor yang kurang paham kondisi pasar, atau yang sudah advanced tetapi tidak punya banyak waktu, Robo Advisor Bareksa bisa jadi pilihan. 

"Kalau mau rekomendasi produk reksadana apa yang bagus, tidak perlu susah, nyontek aja dari Robo Advisor Bareksa," ujar Felicia dalam Investream Bareksa. 

Robo Advisor Bareksa tersedia dalam aplikasi investasi reksadana Bareksa yang bisa diunduh di App Store untuk perangkat berbasis iOS dan di Google Playstore untuk perangkat berbasis Android. Coba investasi sekarang menggunakan Robo Advisor Bareksa dengan minimal pembelian reksadana Rp1 juta, ada hadiah cashback total Rp50 juta menanti. 

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini 

- Beli reksadana, klik tautan ini 

- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store

- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore 

- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 


DISCLAIMER

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.