Felicia Investor Agresif, Kok Tidak Disarankan Reksadana Saham di Robo Advisor Bareksa?

Rekomendasi Robo Advisor Bareksa tidak hanya dari profil risiko tetapi juga kondisi pasar
Hanum Kusuma Dewi • 02 Jun 2021
cover

Investream Bareksa episode 6 membahas tentang Robo Advisor Bareksa untuk investasi dengan imbal hasil maksimal, bersama Felicia Putri Tjiasaka dan Ni Putu Kurniasari.

Bareksa.com - Bareksa sudah meluncurkan Robo Advisor pertama di Indonesia dengan lisensi penasihat investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seperti dibahas dalam acara Investream Bareksa hari ini, 2 Juni 2021, Robo Advisor Bareksa memiliki beberapa keunggulan. 

Felicia Putri Tjiasaka, financial storyteller yang menjadi investment coach di Bareksa, menceritakan pengalamannya menggunakan Robo Advisor Bareksa ini. Wanita yang biasa disapa Feli ini mengungkapkan bahwa dia termasuk tipe investor dengan risiko tinggi atau agresif. 

Secara umum, investor dengan tipe agresif pasti berani mengambil risiko sehingga reksadana saham adalah produk yang cocok. Namun, Feli mengaku bahwa saat mencoba Robo Advisor Bareksa sekitar dua pekan lalu, dia tidak disarankan untuk membeli reksadana saham. 

"Aku heran, padahal aku tipe investor risiko tinggi, tapi kenapa tidak dapat rekomendasi reksadana saham?" tanya Felicia dalam Investream Bareksa di Instagram Live Bareksa pada 2 Juni 2021. 

Menanggapi hal ini, Chief Research and Business Development Officer Bareksa Ni Putu Kurniasari menjelaskan bahwa dalam investasi ada risiko fluktuasi dalam kondisi pasar. Hal ini masuk dalam algoritma perhitungan rekomendasi Robo Advisor Bareksa, sehingga menjadikannya dinamis. 

Nah, dalam dua pekan yang lalu, pasar saham Indonesia yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung bergerak turun. Sehingga, bisa membuat nilai investasi investor reksadana turun bila mereka disarankan mengambil reksadana saham di saat IHSG turun. 

"Jadi rekomendasi tidak hanya dari profil risiko. Kami tidak rekomendasi saham kalau dalam perhitungan kondisi pasar sekarang, probabilitas untuk turun lebih besar daripada untuk naik. Paling tidak, risiko bisa diminimalisir. Ketika timing sudah pas, nanti akan ada notifikasi untuk rebalancing, baik dengan top up atau penjualan dan switching," jelas Putu dalam acara Investream Bareksa. 

Dia menambahkan, keunggulan Robo Advisor Bareksa adalah memandu investor menghadapi pasar. Hal ini bukanlah menjamin bahwa investasi akan selalu untung, tetapi lebih menghitung kemungkinan terbaik bagi investor. 

Robo Advisor Bareksa, tambah Putu, juga menekankan aspek keamanan selain mekanisme perhitungan bagi investor. Robo Advisor Bareksa berjalan dengan pakem regulasi yang ada, karena sudah memiliki izin penasihat investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Maka dari itu, Felicia juga merekomendasikan keunggulan fitur Robo Advisor Bareksa ini. Bagi investor yang kurang paham kondisi pasar, atau yang sudah advanced tetapi tidak punya banyak waktu, Robo Advisor Bareksa bisa jadi pilihan. 

"Kalau mau rekomendasi produk reksadana apa yang bagus, tidak perlu susah, nyontek aja dari Robo Advisor Bareksa," ujar Felicia. 

Reksadana adalah kumpulan dana investor yang dikelola manajer investasi untuk dimasukkan dalam aset-aset keuangan seperti saham, obligasi dan pasar uang. Reksadana adalah investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini 

- Beli reksadana, klik tautan ini 

- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store

- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore 

- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 


DISCLAIMER

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.