Diprediksi Tumbuh, Ini Faktor Pendorong Kinerja Reksadana Campuran

Prospek reksadana campuran akan dipengaruhi oleh pergerakan indeks saham dan pasar obligasi
Abdul Malik • 28 Jun 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana campuran. (Shutterstock)

Bareksa.com - Reksadana campuran dinilai berpotensi tumbuh pada tahun ini meski masih ada tekanan di pasar keuangan akibat pandemi.

Sebelumnya, kinerja reksadana campuran pada Mei 2021, baik dari sisi dana kelolaan atau asset under management (AUM) maupun unit penyertaannya kembali mengalami koreksi sepanjang tahun berjalan atau secara year to date (YtD).

Hanya saja, tidak sebesar dibandingkan dua bulan sebelumnya atau April-Maret 2021. Laporan Bareksa : Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report May 2021yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan dana kelolaan reksadana campuran pada bulan lalu, tercatat minus 3,11 persen secara YtD, menjadi Rp26 triliun. Sebelumnya pada April dan Maret masing-masing tercatat Rp25,86 triliun dan Rp25,69 triliun.

Meski secara YtD, dana kelolaan reksadana campuran pada bulan lalu kembali mengalami koreksi, namun secara tahunan/YoY terjadi sebaliknya. Secara YoY dana kelolaan reksadana campuran pada bulan lalu tumbuh 3 persen.

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report May 2021

Kinerja reksadana campuran dari sisi unit penyertaan juga tercatat kembali minus, yakni terkoreksi 1,61 persen secara YtD menjadi 20,5 miliar unit. Sebelumnya pada April 20,43 miliar unit dan pada Maret 20,33 miliar unit YtD.

Penopang Kinerja Reksadana Campuran

Apa saja yang mempengaruhi kinerja reksadana campuran? Pjs Head of Investment Avrist Asset Management, Ika Pratiwi Rahayu menyampaikan reksadana campuran berpotensi tumbuh.

"Prospek reksadana campuran ke depan akan dipengaruhi oleh pergerakan indeks saham dan pasar obligasi," kata Ika kepada Bareksa, akhir pekan lalu.

Menurutnya indeks saham diperkirakan akan membaik seiring pemulihan ekonomi tahun ini. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi mendekati 7 persen di triwulan II dan mencapai 4 persen secara full year," lanjut Ika.

Namun demikian, Ika mengatakan prediksi pergerakan pasar obligasi akan volatile dipengaruhi faktor eksternal yaitu imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang masih akan bergerak naik kembali karena pemulihan ekonomi Amerika Serikat yang diperkirakan sangat baik di tahun ini.

Adapun reksadana campuran adalah reksadana yang memiliki portofolio berisikan saham, obligasi dan pasar uang dengan bobot masing-masing jenis aset tidak lebih dari 79 persen portofolionya.

Reksadana campuran sering direkomendasikan buat pemodal atau investor yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu menengah hingga panjang (3 hingga di atas 5 tahun).

Tak heran, reksadana campuran menjadi favorit, terutama bagi masyarakat yang baru mulai berinvestasi. Alasannya tak lain karena risikonya yang tidak terlalu besar tapi imbal hasilnya cukup menjanjikan.

Risiko investasi reksadana campuran dikatakan relatif lebih terdiversifikasi (terbagi-bagi), karena kebijakan investasinya yang fleksibel dan bisa menyesuaikan kondisi pasar.

Sebagian artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadanaBareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report May 2021. Untuk berlangganan laporan ini silahkan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

(Martina Priyanti/Tim Data/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.