Tak Sanggup Investasi Saat Ramadhan? Ini Tips dari Prita Ghozie

THR di bulan puasa sebaiknya dipisahkan dari gaji bulanan
Hanum Kusuma Dewi • 15 Apr 2021
cover

Financial Planner Prita Ghozie dalam Investream Bareksa episode 5, 14 April 2021 membahas tentang mengatur keuangan Ramadhan dan THR Lebaran.

Bareksa.com - Bulan suci Ramadhan membawa kegembiraan bagi kebanyakan orang. Di bulan yang spesial ini, sebagian besar masyarakat punya kebiasaan untuk belanja lebih banyak, terlebih ada yang namanya Tunjangan Hari Raya (THR). Bagaimana dengan menabung dan investasi? 

Financial planner dan CEO ZAP Finance Prita Ghozie menjelaskan bahwa sebuah penelitian dari konsultan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa pada bulan Puasa tahun lalu yang sudah pandemi, masyarakat tidak bisa menabung. Sebab, rata-rata penghasilan rumah tangga berkurang, dan pengeluaran bertambah. 

Belajar dari pengalaman tahun lalu itu, sebaiknya sekarang kita mulai kebiasaan yang lebih baik. Bulan Puasa ini justru bisa menjadi momen untuk menahan diri. 

"Good money habit adalah delaying gratification, alias sabar. Kita menunda kepuasan supaya kita lebih teratur. Bulan puasa ini momen paling pas untuk menahan diri," ujar Prita Ghozie dalam Investream Bareksa episode 5, 14 April 2021. 

Biasanya juga di bulan Ramadhan ini akan ada THR bagi para karyawan, di luar gaji bulanan mereka. Prita mengatakan bahwa THR ini harus diatur karena untuk kebutuhan yang berbeda dari pengeluaran rutin bulanan. 

Contohnya, pada bulan puasa sebenarnya pengeluaran untuk makan sama saja dengan bulan lain. Kita makan tiga kali sehari, yaitu pagi, siang dan malam. Sedangkan di bulan puasa, kita makan sahur, buka puasa dan mungkin setelah tarawih. 

"Jangan merasa harus festive, buka puasa seperti ulang tahun tiap hari. Dari gaji bulanan kita atur jatah makan harian berapa. Kalau buka puasa sudah banyak, nanti setelah tarawih dan sahur dikurangi," jelasnya. 

Kemudian, berkaitan dengan THR, Prita mengatakan kita perlu memisahkannya dari gaji bulanan karena untuk kebutuhan khusus saat hari raya, seperti zakat, bonus bagi supir dan asisten rumah tangga, hingga ongkos mudik. 

Namun, kalau kita memiliki utang konsumtif seperti kartu kredit atau pinjaman berbunga besar, sebaiknya bonus atau THR ini digunakan untuk melunasinya semua atau sebagian. Sehingga ke depan beban bisa berkurang. Lalu, sisa THR itu bisa langsung dimasukkan ke investasi untuk kebutuhan masa depan kita. 

Reksadana bisa dipilih sebagai investasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing investor. Ada reksadana pasar uang untuk investor konservatif dan jangka waktu pendek, lalu reksadana pendapatan tetap untuk investor moderat dan jangka waktu menengah. Terakhir, ada reksadana saham untuk investor agresif dan jangka waktu panjang. 

Segera pilih reksadana yang cocok dengan kamu. Mumpung lagi ada promo Flash Ngabuburit berhadiah smartphone, smartwatch dan voucher reksadana. Promo ini hanya berlaku hingga hari ini, 15 April 2021 pukul 23.59. 

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini 

- Beli reksadana, klik tautan ini 

- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store

- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore 

- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.