Ini Keuntungan Investasi di Reksadana Dibandingkan Beli Saham Langsung

Di reksadana, kamu bisa mulai dengan nilai pembelian terendah yang cuma Rp10.000 per sekali top-up
Abdul Malik • 17 Mar 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana di tengah gejolak pasar saham. (Shutterstock)

Bareksa.com - Investasi adalah proses menanamkan modal yang lebih dari sekadar menabung, dengan harapan uang kita bisa bertumbuh dalam jangka waktu panjang. Ibarat menanam pohon, kita harus merawatnya agar investasi bisa berbuah manis.

Meskipun menawarkan imbal hasil (return) yang menarik, investasi juga mengandung risiko. Karena itu, kita sebagai pemodal atau investor perlu mengenali karakter investasi yang kita pilih.

Salah satu investasi yang saat ini banyak digandrungi masyarakat adalah investasi di pasar modal, entah itu dengan membeli saham secara langsung atau dengan membeli sebuah produk reksadana.

Reksadana adalah program investasi yang menghimpun dana dari sejumlah pemodal untuk berinvestasi pada instrumen finansial seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.

Investasi reksadana merupakan pilihan terbaik baik bagi para pemodal yang tidak memiliki waktu, pengetahuan atau pengalaman yang dibutuhkan untuk berinvestasi pada pasar modal.

Singkatnya, reksadana adalah investasi di pasar modal yang disederhanakan. Investor cukup membeli paket-paket investasi (yang dikenal dengan nama Unit Penyertaan) yang disediakan oleh Manajer Investasi.

Paket investasi inilah yang berisi berbagai saham, obligasi, dan pasar uang yang sudah diperhitungkan pertumbuhan dan risikonya oleh manajer investasi. Cara seperti ini cocok untuk investor pemula yang belum tau cara untuk memilih saham.

Mengapa Investasi di Reksadana Daripada Membeli Langsung di Pasar Modal?

Berinvestasi di pasar modal memang relatif menguntungkan karena likuiditas tinggi dan regulasi yang jelas. Secara garis besar, investor bisa memilih untuk berinvestasi secara langsung ataupun dengan reksadana.

Lantas, apa keuntungan berinvestasi di reksadana dibandingkan dengan membeli langsung di pasar modal?

1. Berinvestasi di reksadana relatif lebih terjangkau bagi pemula

Di reksadana, kamu bisa mulai dengan nilai pembelian terendah yang cuma Rp10.000 per sekali top-up, tidak perlu membeli 1 lot (100 lembar saham) yang menjadi minimum pembelian saham.

​2. Mengurangi risiko bagi pemula

Di reksadana kamu hanya perlu membeli paket-paket investasi yang telah “diracik” sedemikian rupa oleh Fund Manager yang berpengalaman, dibandingkan harus memilih sendiri dari ratusan emiten yang ada di bursa efek Indonesia. Paket ini disebut dengan Unit Penyertaan dan di dalamnya sudah berisi berbagai saham dan obligasi pilihan.

3. Lebih efisien untuk orang awam

Untuk memilih saham yang tepat, diperlukan analisis menyeluruh mulai dari top down analysis ataupun bottom up analysis. Kedua analisis tersebut memerlukan pengamatan terus menerus dengan tim yang andal. Investor akan dapat banyak menghemat waktu dan tenaga dengan membeli reksadana.

4. Tidak dikenakan pajak

Di reksadana, investor tidak dikenakan pajak karena pajak telah ditanggung oleh Manajer Investasi. Sementara saham akan dikenakan pajak sekitar 0,1 persen dari nilai penjualan saham. Jika Anda dapat dividen, maka Anda akan dikenakan pajak final sebesar 10 persen.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.