Perencana Keuangan : Berinvestasilah ke Diri Sendiri Sebelum Investasi ke Pasar Modal

Investasi ini dilakukan dengan mempelajari pengetahuan dasar berinvestasi di pasar modal
Abdul Malik • 21 Jan 2021
cover

Ilustrasi investor memantau perkembangan investasinya di reksadana melalui tablet. (Shutterstock)

Bareksa.com - Perencana Keuangan Eko Endarto menyarankan investor pemula untuk berinvestasi terhadap diri sendiri sebelum masuk ke pasar modal. Investasi ini dilakukan dengan mempelajari pengetahuan dasar berinvestasi di pasar modal, termasuk saham dan rekasana.

Kalaupun ingin masuk langsung ke pasar modal, menurut dia, mulailah dengan sedikit demi sedikit atau secara bertahap. Cara ini bisa membantu investor agar tidak panik melihat gejolak di pasar modal.

"Yang terpenting adalah investor mengetahui dulu, rasa berinvestasi di pasar modal itu seperti apa," terang dia di Jakarta (21/1/2021). 

Kemudian, investor juga tidak boleh menggunakan uang panas atau uang yang dipergunakan untuk jangka pendek. Uang panas di sini termasuk modal nikah, dana darurat, dana untuk kehidupan sehari-hari dan dana yang akan dipergunakan dalam waktu dekat.

Apalagi jika investor menggunakan dana pinjaman untuk berinvestasi di saham. Investor harus mengeluarkan dana untuk membayar bunga dalam jangka pendek, sedangkan keuntungan di saham belum tentu bisa diperoleh.

"Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga, sahamnya belum untung, tapi sudah harus membayar bunga pinjaman," papar dia.

Fenomena ini, menurut Eko tidak akan terjadi apabila regulator juga ambil bagian dalam proses edukasi. Singkatnya, regulator hanya berbangga dengan banyaknya investor ritel yang bertambah. Regulator juga harus paham dengan konsekuensi investor ritel yang sudah terjebak ini, yakni kehilangan kepercayaan pasar saham.

Meski, Eko berharap investor ritel ini bisa belajar dari pengalaman mereka. Dari pelajaran itu, investor ritel ini mungkin bisa lebih bijaksana dalam berinvestasi di saham.

Berbicara mengenai regulator, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi juga menekankan pentingnya mengelola risiko di pasar modal. Pasar saham memang bisa memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi, namun di sisi lain ada juga risiko yang menanti.

BEI mendorong agar para investor terus belajar dan meningkatkan pemahamannya dalam berinvestasi saham. BEI sudah menyediakan berbagai program dan sarana dalam melakukan edukasi kepada masyarakat dan juga para investor, melalui kegiatan sekolah pasar modal, webinar, workshop, dan melalui media sosial BEI.

“Silahkan untuk memanfaatkan program dan sarana edukasi ini, ataupun program edukasi yang dilakukan oleh para anggota bursa. Saat ini, sebetulnya sudah sangat banyak program edukasi yang baik dalam berinvestasi saham ini, yang dapat diakses secara mudah oleh masyarakat dan para investor kita,” jelas Hasan.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.