Bareksa Insight : S&P Naikkan Peringkat Utang RI, Reksadana Ini Bisa Makin Cuan

S&P yakin pemulihan ekonomi Indonesia akan terus berlanjut hingga dua tahun ke depan
Abdul Malik • 28 Apr 2022
cover

Logo Standard and Poors di kantor pusat di New York, Amerika Serikat. (Shutterstock)

Bareksa.com - Kabar positif untuk pasar obligasi nasional datang dari lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) yang menaikkan outlook utang Indonesia menjadi stabil, dari sebelumnya negatif. 

S&P menyatakan keyakinannya dengan pemulihan ekonomi Indonesia yang akan terus berlanjut hingga dua tahun ke depan. Menurut analisis Bareksa positifnya peringkat utang RI diproyeksikan akan menopang pergerakan harga obligasi serta reksadana pendapatan tetap. 

Berdasarkan data id.investing.com (diakses 27/04/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 7 persen pada 27 April 2022. 

Di sisi lain, mulai hari ini, pemerintah resmi melarang ekspor minyak kelapa sawit (CPO) dan produk turunannya. Hal ini dinilai kurang efektif karena diperkirakan bisa membawa dampak kurang baik terhadap perekonomian Indonesia dalam jangka pendek. Sebab ekspor CPO merupakan salah satu pemasukan terbesar bagi Indonesia. 

Meski begitu, menurut analisis Bareksa, sentimen rilis laporan keuangan emiten kuartal I 2022 diproyeksikan dapat mengimbangi sentimen kurang baik tersebut dan menopang kinerja reksadana berbasis saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 27 April 2022 turun 0,49 persen ke level 7.196,76. 

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Analisis Bareksa melihat pasar saham nasional (IHSG) akan bergerak terbatas cenderung positif pada hari ini (28/4) mengikuti pergerakan bursa regional Asia yang dibuka menguat pagi ini. Investor disarankan bisa mempertimbangkan investasi bertahap di reksadana saham dan reksadana indeks, jika IHSG menyentuh area 7.000 - 7.100.

Dari pasar obligasi, analisis Bareksa melihat hari ini akan bergerak positif setelah imbal hasil (yield) obligasi Indonesia kemarin sempat menguat di level 6,99 persen. 

Investor dapat mempertimbangkan investasi di reksadana pendapatan tetapberbasis obligasi korporasi sembari menanti rilis pengumuman suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) pekan depan.

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa

Beberapa produk reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks dengan kinerja cemerlang yang bisa dipertimbangkan oleh investor dengan profil risiko moderat dan agresif adalah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 27 April 2022)

Reksadana Indeks

Principal Index IDX30 Kelas O : 22,66 persen
Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : 23,38 persen

Reksadana Saham

TRIM Syariah Saham : 13,64 persen
BNP Paribas Pesona Syariah : 10,56 persen

Imbal Hasil 3 Tahun (per 27 April 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

TRIM Dana Tetap 2 : 19,88 persen
Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A : 17,92 persen

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.