Bareksa Insight : Perundingan Damai Rusia - Ukraina Buat IHSG Cerah, Reksadana Ini Sumringah

Potensi berkurangnya risiko global serta perbaikan ekonomi dalam negeri menopang kenaikan kinerja mayoritas reksadana saham dan reksadana indeks
Abdul Malik • 29 Mar 2022
cover

Ilustrasi rencana perundingan perdamaian antara Rusia dengan Ukraina pekan ini menjadi sentimen positif bagi pasar saham global, termasuk bagi IHSG, reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Rencana perundingan perdamaian antara Rusia - Ukraina pekan ini menjadi sentimen positif untuk pasar saham global, termasuk Indonesia. Tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin, 28 Maret 2022 naik 0,67 persen ke level 7.049,6. 

Selain itu, kemarin (28/03) Menteri Keuangan Sri Mulyani juga merilis data Pendapatan Negara per Feb 2022 yang naik 37,7 persen secara tahunan menjadi Rp302.4 triliun. Analisis Bareksa melihat, potensi berkurangnya risiko global serta perbaikan ekonomi dalam negeri menopang kenaikan kinerja mayoritas reksadana saham dan reksadana indeks.

Sementara itu, pergerakan pasar obligasi domestik masih tertahan oleh tingginya imbal hasil (yield) acuan Obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang mempengaruhi penurunan sejumlah harga Surat Berharga Negara (SBN) tenor panjang pada awal pekan ini. Selain itu, investor juga menanti rilis data inflasi Indonesia yang akan diumumkan pada akhir pekan ini. 

Menurut analisis Bareksa, beberapa hal tersebut akan membuat pergerakan reksadana pendapatan tetap cenderung terbatas. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 28/03/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 6,8 persen pada 28 Maret 2022. 

Baca : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Analisis Bareksa memandang, meski telah mencapai level tertingginya, IHSG masih terlihat stabil di level saat ini, ditopang oleh potensi perbaikan ekonomi Indonesia di kuartal I 2022. 

Namun, investor tetap perlu mencermati potensi perlambatan ekonomi China (sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia), terkait  ShangHai yang kini menerapkan lockdown akibat lonjakan kasus Covid-19.

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa

Di tengah peluang positifnya sentimen yang membayangi pasar keuangan nasional, investor dengan profil risiko moderat dan agresif bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks dengan kinerja sumringah berikut ini : 

Imbal Hasil 3 Tahun (per 28 Maret 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 30,87 persen
TRAM Strategic Plus : 22,96 persen

Imbal Hasil 3 Bulan (per 28 Maret 2022)

Reksadana Indeks

RHB SRI KEHATI Index Fund : 11,4 persen
Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : 8,09 persen

Reksadana Saham

Batavia Dana Saham Optimal : 7,84 persen
BNP Paribas Ekuitas : 7,63 persen

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.