Bareksa Insight : IMF Prediksi Ekonomi RI Naik 5,4%, Prospek Pasar Keuangan Cerah

Proyeksi pertumbuhan ekonomi RI oleh IMF karena mempertimbangkan peningkatan mobilitas masyarakat
Abdul Malik • 24 Mar 2022
cover

Ilustrasi lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) yang memproyeksi pertumbuhan ekonomi positif sehingga berdampak pada prospek pasar keuangan Indonesia, termasuk kinerja IHSG, reksadana, SBN dan emas. (Shutterstock)

Bareksa.com - Investor masih cenderung bersikap netral terhadap pasar obligasi saat ini melihat ketidakpastian global. Hal ini menyebabkan pergerakan reksadana pendapatan tetap cenderung stagnan. 

Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2022 bisa mencapai 5.4 persen, didorong peningkatan mobilitas masyarakat. Hal ini dapat menjadi sentimen positif untuk pasar keuangan Indonesia, sehingga memiliki prospek cerah.

Berdasarkan data id.investing.com (diakses 23/03/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 6,7 persen pada 23 Maret 2022. 

Sementara itu, kinerja pasar saham pada perdagangan kemarin ditutup melemah akibat aksi ambil untung (profit taking), setelah sehari sebelumnya ditutup di level tertinggi sepanjang masa (all time high) di 7.000. 

Menurut analisis Bareksa, investor masih mencermati beberapa hal seperti perkembangan konflik Rusia - Ukraina, serta efek dari kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) per 1 April 2022 yang dikhawatirkan menghambat daya beli masyarakat.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 23 Maret 2022 melemah 0,07 persen ke level 6.996,12. 

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Analisis Bareksa memproyeksikan reksadana saham akan terkoreksi hari ini akibat harga minyak global yang naik tajam ke level US$121 per barel dari sebelumnya US$112 per barel. 

Investor global masih menunggu hasil perbincangan antara Presiden Amerika Serikat dan para anggota NATO di Eropa pada pekan ini terkait konflik Ukraina dan Rusia.

Analisis Bareksa juga melihat emas masih cukup atraktif mengingat risiko global yang masih tinggi. Harga emas di dalam negeri diperkirakan akan kembali naik ke level Rp920.000 hingga Rp940.000 per gram. Hal ini dapat menjadi peluang investor untuk akumulasi investasi emas.

Harga beli emas Pegadaian di fitur BareksaEmas pada perdagangan hari ini, Kamis (24/3/2022) di level Rp920.000 per gram atau naik dibandingkan Rabu yang seharga Rp918.000 per gram. 

Baca : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

Di tengah sentimen konflik geopolitik yang membayangi dan cerahnya prospek pasar keuangan nasional seiring prediksi ekonomi dari IMF, investor dengan profil risiko moderat dan agresif bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks berikut ini : 

Imbal Hasil 3 Tahun (per 23 Maret 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 31,03 persen
Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A : 24,64 persen

Imbal Hasil 6 Bulan (per 23 Maret 2022)

Reksadana Indeks

RHB SRI KEHATI Index Fund : 21,17 persen
Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : 20,18 persen

Reksadana Saham

Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A : 15,08 persen
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 6,11 persen

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.