BeritaArrow iconBareksa InsightArrow iconArtikel

Bareksa Insight: Nasdaq Terkoreksi, Token Chevron Naik

02 November 2026
Tags:
Bareksa Insight: Nasdaq Terkoreksi, Token Chevron Naik
Ilustrasi pergerakan pasar saham teknologi AS yang tertekan, berbanding terbalik dengan penguatan saham sektor energi seperti Chevron di tengah volatilitas pasar global. (Ilustrasi AI/Bareksa)

Nasdaq mendekati technical correction setelah Intel ambruk, namun token Chevron dan RD Pasar Uang USD justru menguat berkat fundamental yang solid.

Bareksa - Indeks Nasdaq 100 tertekan hingga mendekati ambang technical correction, turun 9,09% dari puncaknya pada 6 Oktober 2026. Tekanan ini dipicu oleh panduan kinerja Q4 yang lemah dari Intel, yang membuat sahamnya ambruk 28,57% pada penutupan perdagangan Jumat (30/10), penurunan harian terbesar dalam puluhan tahun terakhir.

Sentimen pasar makin tertekan oleh peretasan Binance senilai $6,3 miliar yang oleh FBI dikaitkan dengan kelompok peretas asal Korea Utara. Di tengah guncangan tersebut, token Chevron (CVXON) justru mencatatkan penguatan 1,75% pada hari yang sama dan naik 26,62% dalam 3 bulan terakhir, didukung oleh margin kilang yang mencapai rekor di tengah lonjakan harga minyak akibat krisis Selat Hormuz.

Instrumen reksadana pasar uang USD dan stablecoin USDT bisa dipertimbangkan investor untuk melindungi portofolio dari volatilitas pasar saham.

Promo Terbaru di Bareksa

Ringkasan Data Pasar

Indikator
Data Terakhir
Perubahan

Nasdaq 100 (NDX)

28.384,85

-3,46%

Intel (INTC)

US$65,76

-28,57%

Chevron (CVX)

US$235,52

+1,75%

Bitcoin (BTC)

US$77.198,21

-0,74%

Emas (Gold)

US$3.898,90

-3,29%

Sumber: Yahoo Finance, Investing, Bareksa, diolah

Mengapa Token Chevron Naik Saat Nasdaq Tertekan?

Grafik perbandingan tiga bulan terakhir menunjukkan pergerakan Chevron (CVX) relatif berlawanan arah dengan Nasdaq 100 dan Intel. Sementara Intel ambruk akibat panduan kinerja yang lemah dan Nasdaq 100 ikut tertekan, Chevron justru menanjak seiring membaiknya margin kilang dan lonjakan harga minyak global.

Illustration

Apa Artinya bagi Investor?

Bagi investor, momen ini menegaskan pentingnya diversifikasi lintas sektor dan aset. Saham teknologi seperti Intel dan indeks Nasdaq 100 rentan terhadap guncangan sentimen dan hasil kinerja korporasi, sementara sektor energi seperti Chevron justru dapat menjadi penyeimbang portofolio saat volatilitas pasar saham meningkat. Reksadana Pasar Uang USD menawarkan stabilitas return tanpa eksposur ke volatilitas saham, sedangkan stablecoin USDT dapat menjadi opsi parkir dana sementara bagi investor kripto yang ingin menghindari gejolak pasar tanpa keluar sepenuhnya dari ekosistem digital.

RWA US Stocks

Produk
Return 24 Jam
Return 3 Bulan
Sinyal Pasar

Chevron Tokenized Stock (CVXON)

1,75%

26,62%

Margin kilang rekor

Sumber: Yahoo Finance per 30/10, Bareksa per 2/11/2026 10.16 WIB​

Beli Token Chevron CVXON

Reksadana Pasar Uang USD

Produk
Return 1 Tahun
Keterangan

Sucorinvest Money Market USD

3,69%

Return tertinggi

BRI Seruni Likuid Dolar

3,06%

Likuiditas harian

Bahana Liquid USD

2,60%

Opsi konservatif

Sumber: Bareksa, return 1 tahun per NAV 30 Oktober 2026

Stablecoin

Produk
Return 24 Jam
Keterangan

Tether USD (USDT)

+0,09%

Nilai mengikuti dolar AS

Sumber: Bareksa, return per 2 November 2026, 10.16 WIB​

Beli Stablecoin USDT

Faktor Risiko

  • Volatilitas pasar saham dan kripto dapat berbalik arah dengan cepat, termasuk reli pada token RWA.

  • Kinerja Chevron sensitif terhadap pergerakan harga minyak global yang dapat berubah sewaktu-waktu.

  • Likuiditas token RWA relatif lebih tipis dibanding saham acuan, berpotensi meningkatkan volatilitas harga.

  • Stablecoin tetap memiliki risiko kontraparti dan regulasi meski nilainya dipatok ke dolar AS.

Kesimpulan

Volatilitas yang dipicu oleh guncangan sektor teknologi dan kripto menegaskan pentingnya strategi diversifikasi bagi investor. Token Chevron (CVXON) menjadi contoh instrumen RWA energi yang dapat menjadi penyeimbang portofolio saat saham teknologi tertekan, didukung fundamental margin kilang yang solid. Sementara itu, reksadana pasar uang USD tetap relevan sebagai instrumen berisiko rendah dengan return stabil, dan stablecoin USDT dapat menjadi opsi parkir dana sementara bagi investor kripto yang ingin mengurangi eksposur terhadap volatilitas pasar.

Daftar Akun Crypto RWA di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

Disclaimer

Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi. Harga dapat naik dan turun secara signifikan. Pastikan kamu memahami risikonya sebelum bertransaksi. Seluruh rangkaian proses transaksi aset kripto melalui sistem PT Tiga Inti Utama (TRIV). TRIV Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Apakah token Chevron (CVXON) aman untuk dibeli?

Seperti instrumen RWA lainnya, token Chevron membawa risiko pasar sesuai pergerakan saham acuannya. Kenaikan 1,75% dalam sehari dan 26,62% dalam 3 bulan didukung fundamental margin kilang yang solid, namun harga minyak dan kinerja korporasi tetap dapat berubah sewaktu-waktu.

Mengapa Nasdaq 100 bisa mendekati technical correction?

Technical correction terjadi ketika sebuah indeks turun 10% atau lebih dari titik tertingginya. Nasdaq 100 sudah terkoreksi 9,09% dari puncak 6 Oktober 2026, dipicu ambruknya saham Intel 28,57% akibat panduan kinerja Q4 yang lemah.

Apakah reksadana pasar uang USD cocok untuk dana darurat?

Reksadana pasar uang USD cocok bagi investor yang mengutamakan likuiditas dan stabilitas return dalam denominasi dolar. Return 1 tahun berkisar 2,60%-3,69%, dengan risiko fluktuasi NAV yang relatif rendah dibanding reksadana saham maupun RWA.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.252,43

Down-0,17%
Up3,50%
Up3,81%
Up4,98%
Up23,07%
Up17,78%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.208,89

-
Up3,24%
Up4,65%
Up5,48%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.220,99

Up0,48%
Up1,72%
Up3,06%
Up4,02%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.022,79

Down-1,56%
Down-2,52%
Down-2,37%
Down-0,32%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua