BeritaArrow iconBareksa InsightArrow iconArtikel

Bareksa Insight: Alphabet & Nasdaq Anjlok, Token Saham Apple Naik

30 Oktober 2026
Tags:
Bareksa Insight: Alphabet & Nasdaq Anjlok, Token Saham Apple Naik
Ilustrasi kantor Apple. (Drop of Light / Shutterstock.com)

Nasdaq turun 1,38% setelah Alphabet anjlok 12,6% karena kinerjanya mengecewakan, tetapi token saham Amgen, Apple, dan Accenture justru naik dalam 24 jam. Simak penyebab, artinya bagi investor, dan risikonya.

Bareksa - Saham teknologi Amerika Serikat (AS) tertekan pada Kamis (29/10/2026) waktu AS. Indeks Nasdaq turun 1,38% ke 26.184,72 setelah saham Alphabet anjlok 12,6%. Penyebabnya, pendapatan Alphabet di bawah perkiraan dan dananya untuk AI terus terkuras, sehingga investor menilai ulang saham teknologi AI. Namun tidak semua saham ikut turun: Apple ditutup di rekor tertinggi, Amgen naik 1,97%, dan Accenture naik 1,57%. Pada Jumat (30/10/2026) pukul 08.18 WIB, token ketiga saham itu tercatat naik 1,25% hingga 2,75% dalam 24 jam terakhir.

Ringkasan Penting untuk Investor

  • Yang terjadi: Nasdaq turun 1,38% setelah Alphabet anjlok 12,6%, tetapi token saham Accenture (ACNON) naik 2,75%, Amgen (AMGNON) naik 1,66%, dan Apple (AAPLON) naik 1,25% dalam 24 jam terakhir.

  • Penyebab utama: Pendapatan Alphabet di bawah perkiraan dan dananya untuk AI terus terkuras, sehingga Nasdaq turun. Dana lalu berpindah ke sektor lain, termasuk kesehatan, keuangan, dan saham kecil, menurut Yahoo Finance dan Reuters. Apple ditutup di rekor tertinggi, tetapi sumber yang kami baca belum menyebut penyebab khususnya hari itu.

  • Yang perlu dicermati: Inflasi PCE (ukuran inflasi pilihan The Fed, bank sentral AS) September naik ke 3,6% dan pasar memperkirakan kenaikan bunga pada Desember, menurut Yahoo Finance. Bunga tinggi dapat menekan saham, sehingga harga token berpotensi berubah cepat.

  • Yang dapat dipertimbangkan: RWA US Stocks dapat dicermati hanya bila siap menerima fluktuasi tinggi. Reksadana pasar uang USD dapat dicermati untuk porsi dolar AS yang lebih stabil, sesuai profil risiko.

Ringkasan Data Pasar

Indikator
Penutupan 29/10
Perubahan harian

Nasdaq Composite

26.184,72

-1,38%

S&P 500

7.720,39

-0,30%

Dow Jones

52.342,56

-0,25%

Alphabet (GOOGL)

US$283,82

-12,64%

Amgen (AMGN)

US$460,73

1,97%

Apple (AAPL)

US$348,91

1,48%

Accenture (ACN)

US$247,22

1,57%

Kurs USD/IDR

Rp18.065 (29/10)

-0,28%

Sumber: Yahoo Finance, Investing, penutupan 28/10 ke 29/10

Promo Terbaru di Bareksa

Mengapa RWA Naik Saat Nasdaq Turun?

Dana keluar dari saham AI yang boros kas. Reuters menyebut pendapatan Alphabet di bawah perkiraan dan pembakaran kas untuk AI makin cepat, sehingga sahamnya turun 12,6% dan menyeret Nasdaq. Saham perangkat lunak ikut tertekan setelah laporan ServiceNow dan Fortinet. Yahoo Finance mencatat dana berpindah ke sektor kesehatan, keuangan, dan properti, sementara Reuters mencatat saham kecil (Russell 2000) naik 1%. Amgen termasuk sektor kesehatan, salah satu sektor yang menguat hari itu, tetapi sumber yang kami baca belum menyebut penyebab khusus naiknya saham Amgen.

Saham dasarnya memang naik. Token RWA mengikuti harga saham asli. Saat sesi reguler, Apple naik 1,48% ke rekor penutupan US$348,91 dan Accenture naik 1,57%, sementara Nasdaq turun 1,38%. Penyebab khusus naiknya Apple dan Accenture hari itu belum disebut sumber yang kami baca, sehingga kami tidak mengaitkannya dengan sektor defensif.

Penguatan berlanjut setelah bursa tutup. Pada perdagangan setelah jam bursa, Amgen naik sekitar 2,2%, Apple sekitar 0,9%, dan Accenture sekitar 0,6% dari penutupan. Token dapat diperdagangkan di luar jam bursa AS, sehingga return 24 jam ikut mencerminkan pergerakan tersebut.

Kurs rupiah. Rupiah melemah tipis 0,35% ke Rp18.128 per dolar AS. Pelemahan ini ikut menaikkan harga token dalam rupiah, tetapi pengaruhnya kecil dibanding kenaikan harga saham aslinya. Tidak semua sinyal positif. Saham perangkat lunak justru tertekan. ETF software (IGV) turun 3,52%, sehingga token saham sektor ini kurang didukung sinyal pasar hari ini.

Illustration

Grafik: Perubahan harga saham AS sejak 29/09/2026 (=100). Sumber: Yahoo Finance per 29/10/2026

Apa Artinya bagi Investor?

Artinya, jatuhnya saham yang boros kas untuk AI tidak otomatis menurunkan semua saham AS, dan sebagian saham lain masih menguat. Namun token mengikuti harga saham setiap hari, sehingga bisa berbalik secepat naiknya. Investor dapat mencermati produk berikut sesuai profil risiko.

RWA US Stocks

Token yang mengacu pada harga saham asli, bukan saham langsung. Fluktuasinya tinggi.

Produk
Harga
Return 24 Jam
Return 3 Bulan
Sinyal Pasar

Accenture Tokenized Stock (ACNON)

Rp4.826.184,83

2,75%

49,10%

Saham ACN naik 1,57%. Return 3 bulan sangat tinggi, sehingga fluktuasi dapat besar.

Amgen Tokenized Stock (AMGNON)

Rp8.902.824,56

1,66%

14,74%

Sektor kesehatan defensif. Saham AMGN naik 1,97%.

Apple Tokenized Stock (AAPLON)

Rp6.542.380,76

1,25%

14,81%

Saham AAPL naik 1,48% saat Nasdaq turun 1,38%.

Sumber: Bareksa, per 30/10/2026 pukul 08.18 WIB. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Reksadana Pasar Uang USD

Reksadana yang berinvestasi pada instrumen pasar uang berdenominasi dolar AS, dengan fluktuasi relatif rendah.

Produk
Return 1 Tahun

Sucorinvest Money Market USD

3,69%

BRI Seruni Likuid Dolar

3,06%

Bahana Liquid USD

2,61%

Sumber: Bareksa, per 29/10/2026. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Faktor Risiko

  • Volatilitas tinggi: harga token dapat naik atau turun tajam dalam satu hari, termasuk karena laporan kinerja perusahaan.

  • Risiko kurs: harga token dalam rupiah dipengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

  • Suku bunga dan inflasi: inflasi AS yang masih tinggi dapat mendorong kenaikan bunga dan menekan saham.

  • Risiko produk: RWA bukan saham langsung, bukan instrumen bebas risiko, dan tidak dijamin LPS.

Kesimpulan

Nasdaq turun karena Alphabet mengecewakan dan investor menilai ulang saham AI, tetapi token saham Accenture, Amgen, dan Apple naik dalam 24 jam karena harga saham aslinya naik, penguatan berlanjut setelah bursa tutup, dan rupiah melemah tipis. Investor dapat mencermati RWA US Stocks sesuai profil risiko, serta mempertimbangkan reksadana pasar uang USD untuk porsi yang lebih stabil.

Daftar Akun Crypto RWA di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

Disclaimer

Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi. Harga dapat naik dan turun secara signifikan. Pastikan kamu memahami risikonya sebelum bertransaksi. Seluruh rangkaian proses transaksi aset kripto melalui sistem PT Tiga Inti Utama (TRIV). TRIV Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Mengapa token naik padahal Nasdaq turun?

Karena token mengikuti harga saham aslinya (Amgen, Apple, Accenture) yang naik, sementara Nasdaq turun akibat Alphabet. Token juga ikut bergerak di luar jam bursa AS.

Apa itu RWA US Stocks?

Token yang mengacu pada harga saham AS. Pemegangnya tidak memiliki saham langsung, dan harganya bisa sangat berfluktuasi.

Apa itu perdagangan setelah jam bursa?

Transaksi saham setelah sesi reguler bursa AS ditutup. Likuiditasnya biasanya lebih tipis sehingga harga dapat berubah cepat.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.254,05

Up0,05%
Up3,54%
Up3,95%
Up5,09%
Up23,22%
Up17,93%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.209,85

Up0,11%
Up3,27%
Up4,73%
Up5,58%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.220,79

Up0,48%
Up1,71%
Up3,04%
Up4,01%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.024,78

Down-1,31%
Down-2,32%
Down-2,18%
Down-0,18%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua