Update Pasar Kripto Hari Ini: AS Rilis Aturan Final Stablecoin, Bitcoin Uji Support US$80.104
Regulator AS menerbitkan aturan final pertama untuk undang-undang stablecoin GENIUS Act, sementara Bitcoin bertahan di area support di tengah aksi jual saham teknologi AI. Ini data, penjelasan sederhana, dan risiko yang dapat dicermati.

Regulator AS menerbitkan aturan final pertama untuk undang-undang stablecoin GENIUS Act, sementara Bitcoin bertahan di area support di tengah aksi jual saham teknologi AI. Ini data, penjelasan sederhana, dan risiko yang dapat dicermati.
Konten ini merupakan kerja sama Bareksa dengan CryptoWave x TRIV Research.
Bareksa - Harga Bitcoin (BTC) berada di Rp1.478.045.268 per token di aplikasi Bareksa per Jumat (23/10/2026) pukul 18.30 WIB. Harga ini naik 25,43% dalam tiga bulan terakhir, meski 4% di bawah puncak sekitar Rp1,54 miliar pada akhir September.
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (23/10/2026), Office of the Comptroller of the Currency (OCC), regulator perbankan Amerika Serikat, menerbitkan aturan final pertama untuk menjalankan GENIUS Act. Di saat yang sama, aksi jual saham teknologi kecerdasan buatan (AI) menekan pasar global. Pekan depan, pasar menanti rapat FOMC pada 29 Oktober dan laporan keuangan raksasa teknologi AS.
Promo Terbaru di Bareksa
Stablecoin adalah aset kripto yang nilainya dipatok ke aset lain, umumnya dolar AS, sehingga harganya relatif stabil. GENIUS Act adalah undang-undang AS yang mengatur penerbitan stablecoin, sedangkan Bitcoin adalah aset kripto pertama yang beroperasi sejak 2009 dengan jumlah maksimal 21 juta koin.
Research Supported by CryptoWave |
Ringkasan Penting untuk Investor
Yang terjadi: OCC menerbitkan aturan final GENIUS Act yang berlaku mulai 18 Januari 2027, menambah kepastian bagi industri stablecoin.
Kondisi pasar: aksi jual saham teknologi AI berlanjut, imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun di bawah 5%, dan Bitcoin bertahan di area support US$80.104–81.443.
Yang perlu dicermati: arus keluar ETF Bitcoin spot 4.540 BTC pada 22 Oktober, rapat FOMC 29 Oktober, dan pemilu sela AS 3 November.
Yang dapat dipertimbangkan: volatilitas berpotensi tetap tinggi, sehingga porsi kripto dapat disesuaikan dengan profil risiko dan diimbangi aset yang lebih stabil.
Ringkasan Data Bitcoin dan Pasar
Indikator | Data Terakhir | Keterangan |
|---|---|---|
Harga BTC di Bareksa (23/10/2026, 18.30 WIB) | Rp1.478.045.268 | Harga per token |
Kinerja BTC tiga bulan (23/10/2026, 18.30 WIB) | Naik 25,43% | Data aplikasi Bareksa |
Arus dana ETF Bitcoin spot (22/10) | Keluar 4.540 BTC | Setelah sempat akumulasi di awal pekan |
Imbal hasil obligasi AS 10 tahun | Di bawah 5% | Pertama kali dalam sebulan |
Harga minyak Brent | ±US$113 per barel | Naik setelah serangan di Arab Saudi |
Sumber: aplikasi Bareksa, CryptoWave x TRIV Research, Coinglass, CryptoQuant, diolah Bareksa
Aturan Stablecoin Terbit, Aksi Jual Saham AI Membayangi
Aturan OCC mewajibkan penerbit stablecoin memiliki cadangan minimal setara jumlah stablecoin yang beredar, memproses penukaran ke dolar AS umumnya dalam dua hari kerja, dan berada di bawah pengawasan federal. Mulai tanggal berlaku, menerbitkan stablecoin di AS tanpa izin dapat dikenai sanksi pidana.
Penerbit tetap dilarang membayar bunga langsung kepada pemegang stablecoin. Namun, program reward dari pihak ketiga seperti bursa kripto tidak otomatis dianggap melanggar dan akan dinilai OCC satu per satu. Respons awal terlihat pada saham Circle, penerbit stablecoin USDC, yang naik sekitar 7% pada Rabu (21/10).
Menurut riset CryptoWave x TRIV, aturan yang jelas berpotensi menarik lebih banyak institusi ke segmen stablecoin dalam jangka menengah, sehingga likuiditas pasar kripto bisa bertambah. Dalam jangka pendek, penerbit masih harus menyiapkan izin, cadangan, dan sistem penukaran sebelum Januari.
Di sisi lain, indeks Nasdaq 100 mencatat penurunan harian terdalam sejak Juni. Obligasi AS menguat paling tajam dalam lebih dari dua tahun karena investor mencari aset aman. Riset menilai Bitcoin kerap bergerak searah saham teknologi, sehingga aksi jual yang berlanjut berpotensi menular ke kripto, terutama altcoin.
Dari data on-chain, arus Bitcoin ke bursa kripto mulai normal setelah sempat melonjak di awal pekan, tanda tekanan jual mulai mereda.
Analisa Teknikal Bitcoin
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (23/10/2026), berikut level harga yang dicermati analis:
Harga Terakhir: Rp1.478.045.268 di aplikasi Bareksa, per Jumat (23/10/2026) pukul 18.30 WIB.
Arah Jangka Pendek: bertahan di area support yang beberapa kali diuji dan sejauh ini masih menahan harga.
Batas Bawah Penting (support): US$80.104–81.443 (harian),US$80.702–81.178 (4 jam), dan US$75.628–77.089 (lanjutan).
Batas Atas Terdekat (resistance): US$82.201–82.609 (4jam) dan US$85.127–86.673 (harian).
Analisis: penutupan 4 jam di atas US$82.609 membuka peluang menujuUS83.987–84.806, lalu US$85.127–86.673.Sebaliknya, penutupan harian di bawah US$80.104 berpotensi menekan harga ke US$75.628–77.089.
Support adalah level harga yang kerap menahan penurunan; resistance adalah level yang kerap menahan kenaikan.
Apa Artinya bagi Investor?
Pisahkan regulasi dan harga: aturan stablecoin positif untuk jangka menengah, tetapi belum tentu langsung tecermin pada harga Bitcoin.
Cermati keterkaitan dengan saham teknologi: pergerakan Bitcoin kerap searah dengan saham teknologi AS.
Pantau arus dana institusi: arah arus dana ETF Bitcoin spot dapat menjadi petunjuk minat investor institusi.
Jaga porsi: aset kripto dapat ditempatkan sebagai porsi kecil sesuai profil risiko, diimbangi aset yang lebih stabil seperti reksadana pasar uang atau SBN Ritel.
Faktor Risiko
Aksi jual saham AI berlanjut: tekanan dapat menular ke kripto, terutama altcoin.
Inflasi dari harga minyak: Brent di sekitar US$113 per barel berpotensi menghidupkan kembali tekanan inflasi.
Agenda padat: FOMC 29 Oktober dan pemilu sela AS 3 November dapat memicu volatilitas tinggi.
Nilai investasi: harga aset kripto dapat turun tajam dalam waktu singkat dan tidak ada jaminan atas nilainya.
Kesimpulan
Aturan final GENIUS Act dari OCC menambah kepastian bagi industri stablecoin dan berpotensi menarik likuiditas institusi dalam jangka menengah. Namun, dalam jangka pendek, Bitcoin masih dibayangi aksi jual saham teknologi AI, arus keluar ETF, dan agenda FOMC, dengan US80.104danUS82.609 sebagai level penentu arah. Perkembangan ini dapat dicermati sambil menjaga porsi kripto sesuai profil risiko.
Pantau Berita BTC di Aplikasi CryptoWave
Research Supported by CryptoWave |
Disclaimer
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan. Aset kripto memiliki volatilitas dan risiko tinggi. Bareksa menyajikan ringkasan riset ini berdasarkan kerja sama konten dengan CryptoWave x TRIV Research.
Pertanyaan Umum
Apa itu GENIUS Act?
Undang-undang Amerika Serikat yang mengatur penerbitan stablecoin, termasuk kewajiban cadangan, penukaran ke dolar AS, dan pengawasan federal.
Kapan aturan final GENIUS Act dari OCC berlaku?
Aturan final yang diterbitkan OCC mulai berlaku pada 18 Januari 2027.
Berapa level support dan resistance Bitcoin saat ini?
Menurut CryptoWave x TRIV Research, support harian Bitcoin berada di US$80.104–81.443 dan resistance harian di US$85.127–86.673.
Profil Penulis

Cryptowave adalah media crypto Indonesia yang menyajikan berita kripto hari ini, harga kripto, blockchain & Web3, serta edukasi mata uang kripto. Afiliasi dari TRIV Group.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.257,84 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.210,43 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.219,66 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.028,82 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
