BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

Gejolak Pasar Global & Rupiah Masih Berlanjut, Ini Top Reksa Dana Pasar Uang Rupiah & USD

Abdul Malik11 Juni 2026
Tags:
Gejolak Pasar Global & Rupiah Masih Berlanjut, Ini Top Reksa Dana Pasar Uang Rupiah & USD
Ilustrasi pasar modal modal yang bergejolak. (Shutterstock)

Gejolak pasar global dan penguatan dolar AS membuat investor mencermati reksa dana pasar uang rupiah dan USD. Simak daftar produk unggulannya.

Bareksa - Ketidakpastian global masih membayangi sentimen pasar keuangan. Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia tertanggal 11 Juni 2026, eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah dan volatilitas pasar global menjadi perhatian pelaku pasar.

Riset tersebut mencatat indeks saham Amerika Serikat melemah, sementara harga minyak Brent naik 1,8% menjadi US$93 per barel di tengah meningkatnya risiko geopolitik. Pada saat yang sama, kurs rupiah berada di kisaran Rp17.953 per dolar AS dan pergerakan USD/IDR masih menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi.

Kondisi tersebut membuat sebagian investor kembali mencermati instrumen yang relatif defensif dan likuid. Salah satu pilihan yang banyak digunakan untuk kebutuhan dana jangka pendek adalah reksa dana pasar uang, baik berbasis rupiah maupun dolar AS.

Promo Terbaru di Bareksa

Top Reksadana Pasar Uang Rupiah & USD

Berdasarkan data Bareksa per 10 Mei 2026, sejumlah reksadana pasar uang rupiah mencatat dana kelolaan besar dan memperoleh skor Bareksa Barometer hingga 4,5. KIM Money Market Fund menjadi produk dengan Bareksa Barometer tertinggi dalam daftar ini, sementara TRIM KAS 2 Kelas A memiliki dana kelolaan terbesar mencapai Rp10,47 triliun.

Mayoritas reksadana pasar uang rupiah dalam daftar ini mengombinasikan deposito perbankan dan obligasi korporasi jangka pendek untuk menjaga likuiditas sekaligus mengoptimalkan imbal hasil. TRIM KAS 2 Kelas A misalnya banyak menempatkan dana pada deposito berbagai bank, sedangkan KIM Money Market Fund, Insight Money, dan STAR Money Market Kelas Utama turut memiliki eksposur pada surat utang jangka pendek dari emiten seperti Pegadaian, Mayora, Merdeka Group, Chandra Asri, hingga perusahaan pembiayaan.

Top Reksadana Pasar Uang Rupiah

Reksadana
Manajer Investasi
AUM Mei 2026
Barometer
Imbal Hasil 1 Tahun

KIM Money Market Fund

KISI Asset Management

Rp1,47 triliun

4,5

4,91%

Insight Money

Insight Investments Management

Rp443,04 miliar

4,0

5,43%

STAR Money Market Kelas Utama

Surya Timur Alam Raya Asset Management

Rp182,78 miliar

4,0

4,72%

TRIM KAS 2 Kelas A

Trimegah Asset Management

Rp10,47 triliun

4,0

4,53%

Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia

Majoris Asset Management

Rp2,32 triliun

4,0

4,72%

Sumber: Bareksa, kinerja per 10 Mei 2026

Reksadana Pasar Uang USD Diuntungkan Penguatan Dolar

Di sisi lain, reksadana pasar uang berbasis dolar AS juga mendapat perhatian seiring penguatan dolar terhadap rupiah. Data pasar menunjukkan USD/IDR menguat 10,57% dalam satu tahun terakhir hingga 11 Juni 2026 pagi.

Kinerja Sucorinvest Money Market USD mencatat return 3,54% dalam satu tahun terakhir terjadi bersamaan dengan apresiasi dolar AS terhadap rupiah 10,57%. Kombinasi kedua faktor tersebut menghasilkan estimasi kinerja dalam rupiah sekitar 14,48% pada periode yang sama. Sementara itu, Mandiri Money Market USD mencatat return 2,72% dengan estimasi kinerja dalam rupiah sekitar 13,29%.

Adapun reksadana pasar uang USD umumnya berinvestasi pada deposito dolar AS, surat utang pemerintah Indonesia berdenominasi dolar, dan obligasi korporasi dolar. Selain menawarkan likuiditas yang tinggi, produk berbasis USD juga berpotensi memperoleh tambahan keuntungan saat dolar AS menguat terhadap rupiah.

Top Reksadana Pasar Uang USD

Reksadana
Manajer Investasi
Return 1 Tahun
Penguatan USD/IDR 1 Tahun
Estimasi Return dalam Rupiah*

Mandiri Money Market USD

Mandiri Manajemen Investasi

2,72%

10,57%

13,29%

Sucorinvest Money Market USD

Sucorinvest Asset Management

3,54%

10,57%

14,48%

*Estimasi dihitung dari kombinasi return produk dan perubahan kurs USD/IDR selama satu tahun terakhir.
Sumber: Bareksa, return per 9 Mei 2026

Kenaikan risiko geopolitik global mendorong investor mencari instrumen yang relatif defensif, sehingga reksadana pasar uang kembali menjadi perhatian pasar. Investor tetap perlu mencermati risiko perubahan suku bunga, likuiditas, dan nilai tukar karena faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kinerja investasi.

Catatan Penting untuk Investor

  • Reksadana pasar uang cocok untuk tujuan investasi jangka pendek hingga menengah dan kebutuhan dana yang mengutamakan likuiditas.

  • Imbal hasil reksadana pasar uang tidak bersifat tetap dan dapat berubah mengikuti kondisi pasar uang serta tingkat suku bunga.

  • Kinerja reksadana pasar uang USD dipengaruhi dua faktor, yakni kinerja portofolio dan pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.

  • Penguatan dolar AS dapat meningkatkan hasil investasi dalam rupiah, namun pelemahan dolar juga dapat mengurangi keuntungan investor.

  • Sebelum berinvestasi, pastikan memilih produk yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.

Kesimpulan

Di tengah ketidakpastian pasar global dan volatilitas nilai tukar, reksa dana pasar uang tetap menjadi salah satu instrumen yang menarik bagi investor yang mengutamakan likuiditas dan risiko yang relatif lebih rendah. Investor dapat mempertimbangkan reksa dana pasar uang rupiah maupun USD sesuai kebutuhan, horizon investasi, serta pandangan terhadap pergerakan suku bunga dan nilai tukar.

FAQ

1. Apa perbedaan utama reksadana pasar uang rupiah dan USD?
Perbedaan utamanya terletak pada mata uang investasi dan aset yang menjadi portofolio dasar. Reksa dana pasar uang USD juga memiliki eksposur terhadap pergerakan kurs dolar AS.

2. Siapa yang cocok berinvestasi di reksadana pasar uang?
Investor konservatif, pemula, atau investor yang membutuhkan tempat penyimpanan dana jangka pendek dengan likuiditas relatif tinggi.

3. Apakah reksadana pasar uang bisa rugi?
Risiko relatif lebih rendah dibandingkan jenis reksa dana lain, namun nilai investasi tetap dapat berfluktuasi mengikuti kondisi pasar dan portofolio yang dimiliki.

4. Mengapa reksadana pasar uang USD menarik saat dolar menguat?
Karena investor berpotensi memperoleh keuntungan tidak hanya dari imbal hasil produk, tetapi juga dari apresiasi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Beli Reksadana di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu K/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.202,09

Down- 1,13%
Up0,08%
Down- 0,36%
Up5,60%
Up18,12%
Up11,53%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.160,85

Down- 0,91%
Up0,78%
Up0,49%
Up5,48%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.193,1

Down- 0,75%
Up0,99%
Up0,70%
Up6,02%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.013,28

Down- 3,12%
Down- 2,76%
Down- 3,27%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua