Reksadana Pasar Uang Satu-satunya Kelas Aset Berkinerja Positif Sejak Awal 2026
Dari 48 produk reksadana pasar uang di Bareksa, 100% mencetak kinerja YTD positif dengan rata-rata 1,49%. Di tengah pasar saham minus dan obligasi tertekan kenaikan BI Rate, RDPU jadi pilihan paling defensif sekaligus paling konsisten.

Dari 48 produk reksadana pasar uang di Bareksa, 100% mencetak kinerja YTD positif dengan rata-rata 1,49%. Di tengah pasar saham minus dan obligasi tertekan kenaikan BI Rate, RDPU jadi pilihan paling defensif sekaligus paling konsisten.
Bareksa - Di tengah gejolak pasar yang memukul hampir semua kelas aset sepanjang 2026, reksadana pasar uang (RDPU) berdiri sendiri dengan catatan positif: dari 48 produk RDPU yang tersedia di Bareksa, seluruhnya mencetak YTD positif, tanpa satu pun pengecualian. Ini bukan kebetulan. Ini adalah cerminan dari bagaimana RDPU bekerja.
Perbandingan kinerja rata-rata YTD per kelas aset per April 2026:
Kelas Aset | Rata-rata YTD | Produk Kinerja Positif |
|---|---|---|
Pasar Uang | 1,49% | 48 dari 48 (100%) |
Pendapatan Tetap | -0,73% | 23 dari 65 (35%) |
Campuran | -7,80% | 3 dari 21 (14%) |
Saham | -15,20% | 0 dari 47 (0%) |
Indeks & ETF | -16,63% | 0 dari 16 (0%) |
Sumber: Bareksa, kinerja per 25/5/2026
Promo Terbaru di Bareksa
Mengapa RDPU Kebal Tekanan Saat Ini?
Ada tiga alasan struktural mengapa RDPU justru diuntungkan oleh kondisi pasar saat ini.
Pertama, BI Rate naik menguntungkan, bukan merugikan RDPU.
Berbeda 180 derajat dengan RDPT, kenaikan BI Rate ke 5,25% pada Mei 2026 justru mendorong imbal hasil instrumen pasar uang, deposito dan SBI dengan tenor di bawah satu tahun, ikut naik. RDPU yang mengandung instrumen-instrumen ini langsung merasakannya.
Kedua, tidak ada risiko harga (price risk).
RDPU hanya berinvestasi di instrumen dengan jatuh tempo di bawah satu tahun. Tidak ada obligasi jangka panjang yang harganya bisa jatuh karena perubahan yield. NAB RDPU bergerak seperti mesin yang terus berputar maju, perlahan tapi pasti.
Ketiga, likuiditas penuh.
Pencairan RDPU umumnya T+1 hingga T+2 hari kerja, jauh lebih cepat dari reksadana pendapatan tetap atau jenis rekadana lainnya yang bisa T+3 hingga T+7. Ini menjadikannya instrumen parkir yang fleksibel, bukan sekadar instrumen investasi.
Bukan Berarti Semua Sama
Meski seluruh RDPU positif, ada perbedaan kinerja yang cukup signifikan antar produk. Kinerja YTD tertinggi mencapai 2,1%, sementara yang terendah hanya 0,61%, selisih lebih dari tiga kali lipat.
Top Reksadana Pasar Uang di Bareksa Barometer:
No. | Reksadana | Return YTD | Return 1 tahun | Skor Barometer |
|---|---|---|---|---|
1 | Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia | 1,73% | 4,88% | ⭐4,5 |
2 | KIM Money Market Fund | 1,79% | 5,03% | ⭐4,5 |
3 | Insight Money Syariah | 1,98% | 5,69% | ⭐4,0 |
Sumber: Bareksa, kinerja per 25/5/2026
Perbedaan kinerja ini umumnya ditentukan oleh komposisi deposito vs SBI, rating bank tempat deposito ditempatkan, dan efisiensi biaya pengelolaan (expense ratio). Produk dengan expense ratio tinggi akan selalu tertinggal di kelas aset yang marginnya tipis seperti RDPU.
RDPU vs Deposito: Mana yang Lebih Baik Saat Ini?
Pertanyaan ini selalu muncul. Untuk membandingkannya kamu bisa mencermati Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS. Per Januari 2026, LPS menetapkan TBP simpanan rupiah bank umum di 3,5% berlaku 1 Februari hingga 31 Mei 2026. Artinya deposito dengan bunga di atas 3,5% tidak dijamin oleh LPS.
Dengan TBP LPS di 3,5%, beberapa RDPU terbaik yang menawarkan return 1 tahun 5,27–5,69% secara risk-adjusted menjadi lebih menarik, return lebih tinggi, dan RDPU tidak terikat batas penjaminan. Tambahan lagi, RDPU tidak dikenakan pajak bunga deposito 20% yang dipotong langsung.
Catatan: TBP LPS ditetapkan 3 kali setahun dan berpotensi disesuaikan pasca kenaikan BI Rate ke 5,25% pada Mei 2026. Pantau pengumuman LPS berikutnya untuk angka terkini.
Untuk Apa RDPU Paling Tepat Saat Ini?
1. Dana darurat.
RDPU adalah wadah terbaik untuk dana darurat 3–6 bulan pengeluaran. Lebih produktif dari tabungan biasa, lebih likuid dari deposito, dan tidak ada risiko nilai turun.
2. Parkir sementara sambil menunggu peluang.
Investor yang ingin keluar dari reksa dana saham atau RDPT tapi belum tahu ke mana berikutnya bisa memarkir dana di RDPU sambil memantau arah pasar.
3. Tujuan keuangan jangka pendek di bawah dua tahun.
Liburan, uang muka (DP) kendaraan, biaya pernikahan, semua tujuan dengan horizon jangka pendek lebih aman di RDPU daripada instrumen yang nilainya bisa berfluktuasi.
Kesimpulan
Reksadana pasar uang bukan instrumen yang menarik perhatian, tapi di 2026 ia menjadi juara diam-diam. Satu-satunya kelas aset yang 100% produknya berkinerja positif YTD. Diuntungkan oleh kenaikan BI Rate. Likuid. Minim risiko. Rata-rata YTD 1,49% dengan yang terbaik menyentuh 2,1%, mengalahkan deposito banyak bank tanpa terkena pajak bunga. Di pasar yang sedang tidak bersahabat, kadang yang terbaik adalah tidak rugi.
FAQ
1. Apakah reksadana pasar uang bisa rugi?
Secara historis sangat jarang, dan dari data tidak ada satu pun dari 48 produk yang mencetak YTD negatif. Namun RDPU bukan produk dijamin seperti deposito LPS, ada risiko kredit pada instrumen yang dipegang MI, meski sangat kecil peluang untuk produk dengan skor Barometer tinggi.
2. Reksadana pasar uang atau deposito, mana yang lebih baik untuk dana darurat?
Bergantung pada prioritas. Acuan resminya adalah TBP LPS: deposito rupiah bank umum dijamin hanya hingga bunga 3,5% per tahun (berlaku per Februari 2026). Produk RDPU terbaik di Bareksa menawarkan return 1 tahun 5,27–5,69% tanpa batas penjaminan dan tanpa pajak bunga 20%. Namun deposito memberi kepastian imbal hasil yang RDPU tidak miliki. Untuk dana darurat yang perlu produktif sekaligus fleksibel dicairkan, RDPU dengan skor Barometer 4 ke atas menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.
3. Berapa return reksadana pasar uang yang wajar di 2026?
Dari data 48 produk RDPU di Bareksa per Mei 2026, return 1 tahun berkisar antara 2,77% hingga 5,69% dengan rata-rata 4,51%. Produk dengan skor Barometer 4 ke atas umumnya berada di kisaran 4,58–5,69%. Produk yang menawarkan return jauh di atas 5,69% per tahun perlu dicermati strategi dan risikonya lebih dalam.
4. Apakah reksadana pasar uang syariah berbeda kinerjanya?
Dari data Bareksa, beberapa RDPU syariah justru masuk daftar terbaik seperti Insight Money Syariah mencetak kinerja YTD 1,98% dan return 1 tahun 5,69%, setara dengan produk konvensional terbaik. Perbedaan bukan di return, melainkan pada instrumen underlying yang harus sesuai prinsip syariah.
5. Kapan sebaiknya pindah dari RDPU ke instrumen lain?
Ketika BI mulai memberi sinyal penurunan suku bunga, saat itulah RDPT dan reksadana saham akan lebih menarik. Pantau keputusan RDG Bank Indonesia setiap bulan sebagai panduan.
Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Romainah/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.215 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.171,53 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.204,44 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.036,05 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
