Tips Diversifikasi Investasi Reksadana Menurut Tipe Investor

Karakter investor dibagi berdasarkan toleransi dalam menanggung risiko
Kamis, 27 Februari 2020 15:12:18 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Meski memiliki potensi imbal hasil, namanya juga investasi, reksadana memiliki risiko yang besarannnya tergantung jenis aset di dalamnya.

Bareksa.com - Kita sudah tahu kalau menabung saja belum cukup untuk membiayai kebutuhan masa depan. Makanya, investasi reksadana bisa menjadi alternatif menyimpan uang yang bebas repot buat pemula seperti kita.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor) yang oleh manajer investasi dimasukkan ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito. Reksadana memiliki potensi imbal hasil dari kenaikan harga aset-aset di dalamnya.

Meski memiliki potensi imbal hasil, namanya juga investasi, reksadana memiliki risiko yang besarannnya tergantung jenis aset di dalamnya. Reksadana pasar uang memiliki risiko terendah, diikuti oleh reksadana pendapatan tetap dengan risiko moderat. Selanjutnya, reksadana campuran memiliki risiko moderat tinggi dan reksadana saham memiliki risiko tertinggi.

Satu cara menyiasati risiko adalah dengan cara diversifikasi, alias membagi dana investasi dalam berbagai instrumen berbeda. Plus, kita juga bisa menikmati potensi imbal hasil beragam dalam berbagai kondisi pasar.

Seperti pepatah dalam bahasa Inggris menyebutkan, "Don't put your eggs in one basket," investor sebaiknya menaruh dana investasi tidak dalam satu instrumen yang sama.

Meskipun seorang investor bertipe agresif, dia bisa saja tidak menaruh 100 persen dananya di reksadana saham. Diversifikasi bisa dilakukan oleh investor ini untuk menghadapi fluktuasi, seperti saat pasar saham sedang bergejolak.

Diversifikasi bisa dilakukan dengan menaruh dana dengan porsi tertentu di berbagai jenis reksadana. Strategi ini bisa disesuaikan juga dengan tipe atau profil risiko dari investor, yakni toleransi dalam menanggung risiko.

Berikut tips diversifikasi investasi reksadana berdasarkan tipe investor.

1. Konservatif

Tipe investor ini sangat mengutamakan keutuhan nilai pokok investasi dengan risiko fluktuasi yang sangat rendah, terutama untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dalam hitungan bulan.

Komposisi yang tepat untuk profil risiko ini ialah reksadana pasar uang di kisaran antara 80 persen hingga 90 persen, kemudian sisanya pada reksadana pendapatan tetap antara 10 persen hingga 20 persen.

2. Konservatif moderat

Investor dengan profil risiko ini masih tetap mengutamakan tingkat keutuhan nilai pokok investasi, tetapi masih bersedia menerima fluktuasi investasi jangka pendek untuk mendapatkan hasil investasi yang lebih baik dibandingkan dengan produk perbankan.

Komposisi yang tepat untuk profil risiko ini ialah 60 persen hingga 70 persen pada reksadana pasar uang, dan 30 persen hingga 40 persen pada reksadana pendapatan tetap.

3. Moderat agresif

Ciri utama investor dengan tipe ini adalah mulai berani mencoba alternatif untuk mendapatkan hasil investasi yang relatif tinggi, dan bersedia menerima risiko fluktuasi investasi yang juga relatif tinggi.

Untuk profil risiko ini, omposisi yang tepat adalah 40 persen hingga 50 persen pada reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap, dan 50 persen hingga 60 persen pada reksadana campuran atau saham.

4. Agresif

Investor dengan tipe ini memiliki karakter yang sangat mengutamakan hasil investasi yang tinggi dalam jangka panjang dan siap menerima tingginya risiko investasi.

Jenis profil risiko agresif, komposisi yang tepat ialah 70 persen hingga 80 persen pada instrumen reksadana saham, dan 20 persen hingga 30 persen pada reksadana pendapatan tetap atau reksadana campuran.

Grafik Ilustrasi Diversifikasi Reksadana Berdasarkan Tipe Investor

Sumber: Bareksa.com

Nah, kalau sudah mengetahui komposisi jenis reksadana sesuai dengan profil risiko, kita bisa memilih produknya di Bareksa dengan fitur Filter dan Urutkan. Lalu, kita bisa hadapi gejolak pasar ini dengan tenang.

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER