Lupa Transfer Dana Bareksa Umroh? Tenang, Ini Cara Lanjut Nabung Reksadana

Rencana di Bareksa Umroh sangat fleksibel dan tidak mengikat dengan paket yang akan dibeli
Rabu, 06 November 2019 14:46:27 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Pegawai PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa) sedang memberikan penjelasan kepada nasabah yang ingin berinvestasi dan melakukan transaksi reksadana untuk Bareksa Umroh di stan Bareksa dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2019 di Jakarta (24/08/2019) (Bareksa/AM)

Bareksa.com - Umroh dan haji adalah ibadah yang ditujukan bagi kalangan mampu, baik secara fisik, mental dan material. Untuk memampukan diri secara material, kita bisa menabung di produk reksadana syariah, yang punya potensi keuntungan lebih besar dari sekedar deposito.

Untuk lebih memudahkan lagi dalam menyiapkan biaya umroh ini, kita bisa menabung melalui Bareksa Umroh yang menggunakan reksadana syariah. Ada lima keuntungan dari Bareksa Umroh, yakni aman, halal, serba online, terpadu dan terpercaya.

Di Bareksa Umroh, kita bisa memilih rencana menabung reksadana berdasarkan harga paket real yang berlaku saat ini. Rencana ini sangat fleksibel dan tidak mengikat dengan paket yang akan dibeli karena bisa disesuaikan dengan kemampuan dan jangka waktu yang kita inginkan.

Kalau kita sudah pernah memulai satu rencana di Bareksa Umroh, di bulan berikutnya (tiap tanggal 26) kita akan dibuatkan order otomatis dari Bareksa yang nilainya sesuai dengan perencanaan bulanan kita dan kita hanya perlu membayar. Order ini berlaku untuk 2x24 jam dan bisa hangus kalau kita tidak melakukan pembayaran.

Apabila kita lupa top up dan order hangus, apakah kita masih bisa melanjutkan rencana menabung di Bareksa Umroh?

Tentu bisa, karena Bareksa Umroh sangat fleksibel. Kalau order otomatis sudah hangus, kita bisa membuat order kembali berdasarkan perencanaan yang ada.

Caranya adalah dengan membuka menu BareksaKu di Bareksa Umroh, lalu pilih Tab Perencanaan.

Di situ akan tampil rencana yang kita miliki, misal Barokah dan bila kita klik tanda (+), terlihat detail dana yang masih dibutuhkan. Kemudian, di sebelah kanan kita klik Pilihan dan Tambah Dana.

Dari situ, kita akan diarahkan untuk konfirmasi pembelian reksadana syariah. Di bagian Nilai Pembelian Bersih, kita bisa ketik dana yang ingin kita setor (top up) sebesar dana bulanan sesuai rencana kita atau sesuai keinginan kita.

Contoh, di perencanaan Barokah ini dana per bulan sebesar Rp979.167 per bulan untuk periode 24 bulan. Namun, karena kita punya dana lebih dan ingin menutupi keterlambatan sebelumnya, kita bisa memasukkan nilai Rp5.000.000 (atau nilai lain sesuai yang ingin kita transfer). Harus dipastikan Nilai Pembelian Bersih ini sama dengan jumlah yang akan kita transfer agar pembelian bisa diproses.

Dari sini kita bisa melanjutkan pembelian seperti yang pernah kita lakukan sebelumnya. Jangan lupa centang kesepakatan baca Disclaimer (syarat ketentuan) dengan scroll hingga akhir, baru kita klik Konfirmasi.

Selanjutnya, kita tinggal transfer ke rekening reksadana yang tertera. Kemudian, lakukan konfirmasi pembayaran dengan mengunggah (upload) bukti transfer di BareksaKu tab Order. Dan bila proses dinyatakan lengkap, nilai dana akan masuk dalam portofolio dalam waktu satu hari setelah transaksi (T+1).

Bila kita menyelesaikan proses pembelian dan pembayaran sebelum pukul 13.00 WIB, maka transaksi kita akan menggunakan NAB hari ini, dan bisa dilihat pada keesokan hari. Namun, bila proses setelah pukul 13.00 WIB, transaksi akan menggunakan NAB besok, dan bisa dilihat dalam portofolio lusa.

Perlu diingat, rencana yang ada di Bareksa Umroh tidak mengikat dengan harga paket karena itu hanya perkiraan (estimasi). Jangka waktu juga tidak mengikat karena kita bisa mengatur sendiri dana per bulan sesuai kemampuan.

Kalau kita melewati jangka waktu, atau lebih cepat dari rencana, tidak akan dikenakan pinalti. Justru, semakin lama menabung reksadana, semakin besar potensi imbal hasil yang didapat.

Ada potensi imbal hasil?

Ya, karena uang kita ditaruh di reksadana syariah yang berpotensi memberi imbal hasil lebih tinggi daripada deposito. Reksadana adalah investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Selain itu, reksadana syariah halal karena dikelola berdasarkan prinsip-prinsip Islami dan sudah mendapatkan fatwa halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Nah, kalau uang kita di reksadana syariah sudah mencapai target, kita bisa menyelesaikan rencana dan membeli paket dengan dana tersebut tanpa pindah platform. Cukup mudah bukan?

Ayo buat rencanamu sekarang, daftar segera di Bareksa Umroh. Kalau belum punya akun Bareksa, baca panduan daftarnya di sini ya.

* * *

Ingin menabung reksadana syariah untuk umroh?

- Cara daftar jadi nasabah Bareksa Umroh, klik tautan ini
- Sudah punya akun Bareksa dan mau nabung umroh, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER