Tabungan Haji Warga Solo Dimakan Rayap, Ini Cara Aman dan Cuan Siapkan Modal ke Tanah Suci

BI kemudian mengganti uang Samin yang rusak senilai Rp20.220.000. Sementara, sisa potongan uang kertas lainnya yang tidak dapat direkonstruksi akan dimusnahkan oleh BI
Abdul Malik • 15 Sep 2022
cover

Ilustrasi perempuan investor yang menyiapkan tabungan umroh yang awalnya di celengan, kemudian dia tabung di reksadana pasar uang syariah. (Shutterstock)

Bareksa.com - Samin (53), penjaga sekolah SDN Lojiwetan No 49 Solo, Jawa Tengah bernasib nahas. Tabungannya yang merupakan uang hasil dari berjualan dan membuatkan minuman para guru di sekolah sejak 2,5 tahun, tepatnya saat pandemi Covid-19 rusak dimakan rayap. 

Dilansir Kompas.com (14/9/2022), rencananya uang tabungan tersebut akan digunakan untuk menunaikan ibadah haji bersama istri dan dua anaknya. Samin telah mengumpulkan uang sekitar Rp100 juta selama 2,5 tahun. Uang tabungan haji itu ia simpan dalam dua kaleng di dalam rumahnya.

Selasa (13/9) kemarin, Samin melihat banyak rayap di sekitar tempatnya menyimpan uang. Ia pun meminta istrinya untuk membuka kaleng tabungan tersebut. Saat dibuka, satu kaleng berisi Rp50 juta hampir habis dimakan rayap. Sementara satu kaleng lainnya terselamatkan karena merupakan tabungan baru.

Samin kemudian mendatangi Kantor Perwakilan Cabang (KPC) Bank Indonesia (BI) Solo. Dilansir Detik.com (15/9), Samin kembali mencoba menukar uang rusak yang sudah coba dia perbaiki. Pada Rabu (14.9), petugas BI dan Samin merangkai dan memperbaiki sisa-sisa uang lainnya. Uang itu disusun untuk memenuhi syarat penukaran, yakni dua pertiga bagian. 

BI kemudian mengganti uang Samin yang rusak senilai Rp20.220.000. Sementara, sisa potongan uang kertas lainnya yang tidak dapat direkonstruksi akan dimusnahkan oleh BI.

Cara Aman dan Cuan Siapkan Tabungan di Reksadana Syariah

Menyiapkan tabungan haji atau umroh, di zaman digital saat ini, semuanya sudah serba mudah. Salah satunya bisa dilakukan dengan menabung di reksadana syariah. Selain aman karena tidak mungkin dimakan rayap dan tersimpan rapi di bank kustodian, uang tersebut juga berpotensi cuan karena disimpan di instrumen investasi yang bisa mendatangkan keuntungan. 

Salah satu cara mudah mengumpulkan biaya umroh adalah dengan menabung. Agar Tabungan Umroh bisa optimal, Smart Investor bisa menabung di reksadana syariah menggunakan fitur Bareksa Umroh yang tersedia di super app investasi Bareksa. 

Tabungan Umroh di Bareksa Umroh menggunakan reksadana syariah yang halal dan sifatnya fleksibel dengan rencana Tabungan hingga tiga tahun. Dengan fitur Bareksa Umroh di super app investasi Bareksa, Smart Investor bisa dengan mudah memantau dan menambah jumlah Tabungan Umroh di mana saja kapan saja.

Cara membuat Tabungan Umroh di Bareksa sangat mudah. Bahkan, sudah ada simulasi yang memperkirakan hitungan biaya umroh untuk jangka waktu hingga tiga tahun. Tabungan Umroh dengan reksadana syariah ini tidak mengikat, harga paket hanya sebagai ilustrasi untuk menjadi target dana yang ingin dicapai. 

Investor bisa membuat simulasi mulai dari jumlah jemaah, target waktu pencapaian, dan target paket umroh yang ingin dibeli. Sesuai detail yang dipilih, akan muncul estimasi biaya, dengan asumsi kenaikan harga 3% per tahun. Dari simulasi itu, ada hitungan perkiraan nabung/dana yang perlu disiapkan per bulan. 

Sebagai contoh, investor ingin menyiapkan biaya umroh untuk dua orang dan target mengumpulkan semua biaya umroh pada September 2023 atau 12 bulan mendatang. Perkiraan biaya umroh yang ingin dicapai adalah Umroh Series Makkah 9 Hari dari Khalifah Tour dengan harga paket umrohRp28,9 juta per orang, atau total biaya umroh dua orang Rp57,8 juta. 

Dengan asumsi kenaikan harga sekitar 3% per tahun, estimasi biaya umroh untuk dua orang pada 2023 mencapai Rp59,56 juta. Maka, dengan target tersebut, investor perlu menabung rutin sekitar Rp4.795.730 per bulan atau setara Rp150 ribuan per hari selama 12 bulan. 

Angka perkiraan hasil Tabungan Umroh dengan reksadana syariah bisa lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan bank. 

Mengapa hasil menabung reksadana syariah bisa lebih tinggi daripada tabungan di bank? 

Reksadana yang digunakan dalam Tabungan Umroh di Bareksa Umroh adalah reksadana pasar uang syariah. Reksadana pasar uang adalah reksadana yang berinvestasi dalam instrumen pasar uang, termasuk deposito dan obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun. 

Adapun reksadana syariah adalah reksadana yang hanya dapat berinvestasi di efek keuangan yang sesuai dengan kaidah dan prinsip syariah, dan tentunya masih terikat dengan batasan investasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Reksadana syariah mendapatkan imbal hasil dari pertumbuhan nilai aset-aset dalam portofolionya. Imbal hasil ini sudah bersih tidak dipotong pajak atau biaya admin bulanan lagi. 

Selain itu, imbal hasil reksadana syariah halal dan bukan riba. Sebab, reksadana syariah sudah mendapatkan fatwa atau opini sesuai syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Promo Beli Reksadana Bareksa Pakai OVO, Auto Cashback dan Voucher hingga Rp200 Ribu

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Tabungan Umroh tidak mengikat pada pembelian paket. Harga paket umroh akan disesuaikan dengan harga pada keberangkatan.