Belum Bisa Berangkat Umroh, Tabungan di Reksadana Syariah Masih Tumbuh

Simulasi menunjukkan ada potensi imbal hasil Rp1,56 juta dari tabungan umroh di reksadana syariah setahun
Hanum Kusuma Dewi • 18 Jan 2022
cover

Ilustrasi jemaah sedang menunaikan ibadah umroh di masa pandemi, di Ka'bah, Masjidil Haram, Makkah. (Shutterstock)

Bareksa.com - Pemerintah Republik Indonesia kembali menghentikan sementara penerbangan jemaah umroh untuk membatasi penyebaran Covid varian Omicron. Namun, calon jemaah yang sudah mengumpulkan tabungan umroh di reksadana syariah masih berpotensi raih imbal hasil. 

Kementerian Agama (Kemenag) mengambil langkah penghentian sementara penerbangan ke Tanah Suci untuk umroh sebagai upaya mengevaluasi skema One Gate Policy (OGP), termasuk memantau perkembangan varian Omicron di Indonesia dan Arab Saudi. Sejak penerbangan perdana 8 Januari 2022, sebanyak 1.731 jemaah sudah berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umroh tahun ini. 

"Jamaah umrah akan diberangkatkan sampai tanggal 15 Januari 2022. Kami coba hentikan sementara dalam rangka evaluasi. Kami akan mengkaji konsep OGP secara menyeluruh dengan melihat perkembangan yang terjadi, di saat virus varian Omicron makin berkembang di beberapa negara termasuk Indonesia dan Arab Saudi," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, dikutip Antara, Minggu (16/1/2022).

Skema OGP mewajibkan seluruh jemaah umroh yang tiba di Asrama Haji Pondok Gede langsung melakukan penapisan (screening) kesehatan dan kelengkapan dokumen.

Jemaah umroh yang berangkat 8 Januari kembali ke Indonesia tanggal 17 Januari 2022. Sekembalinya jemaah ke Indonesia, Kemenag akan mengevaluasi serta melihat ada atau tidaknya jemaah yang terdeteksi Omicron.

Usai menggelar evaluasi dengan kementerian terkait, Kemenag akan memutuskan apakah akan kembali memberangkatkan atau menghentikan sementara perjalanan umroh.

Tabungan Umroh di Reksadana Syariah

Calon jemaah yang menyiapkan Tabungan Umroh dengan reksadana syariah di Bareksa Umroh tidak perlu khawatir. Sebab, dana di reksadana syariah masih dikelola manajer investasi dan justru berpotensi memberikan imbal hasil (return). 

Di Bareksa Umroh, calon jemaah bisa membuat rencana berdasarkan paket perjalanan umroh yang ada. Namun, paket tabungan umroh ini tidak mengikat, dan bisa diubah setelah tabungan terkumpul. 

Satu contoh paket umroh di BareksaUmroh adalah Umroh Silver 12 Hari dari Fathindah Travel Service seharga Rp35,6 juta. Kita bisa membuat simulasi tabungan umroh selama 12 bulan, sehingga kita perlu menabung Rp2.966.667 per bulan. 

Setelah uang terkumpul Rp35,6 juta, calon jemaah akan mendapat konfirmasi apakah akan membeli paket umroh, mencairkan reksadana, atau tetap melanjutkan investasi. Karena masih ada penghentian sementara keberangkatan umroh dari Indonesia, calon jemaah bisa tetap melanjutkan investasi di reksadana syariah. 

Dengan melanjutkan investasi, dana tabungan umroh tersebut masih ada di reksadana syariah dan dikelola oleh manajer investasi yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga, masih ada potensi untuk bertumbuh, karena aset-aset dalam portofolionya yang nilainya naik. 

Untuk memahami potensi imbal hasil ini, mari kita gunakan simulasi reksadana Bareksa yang menggunakan data kinerja historis. Sebagai contoh, misalkan reksadana syariah yang dipilih untuk Tabungan Umroh adalah Syailendra Sharia Money Market Fund

Jika jemaah umroh menaruh Rp35,6 juta sejak 18 Januari 2021 (setahun lalu), nilai reksadana tersebut sudah bertumbuh menjadi Rp37,16 juta. Artinya, ada pertumbuhan Rp1,56 juta atau sekitar 4,39 persen dalam setahun. 

Grafik Simulasi Investasi Reksadana Syariah

sumber: Bareksa.com


Imbal hasil reksadana syariah ini halal dan tanpa riba, karena datang dari pertumbuhan aset-aset syariah. Reksadana syariah juga sudah mendapatkan fatwa halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). 

Sebagai catatan, imbal hasil ini adalah simulasi dari kinerja masa lalu (setahun lalu hingga 17 Januari 2022) dan tidak menjamin kinerja masa depan. Imbal hasil sebenarnya bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari simulasi ini. 

Imbal hasil reksadana sebesar Rp1,56 juta ini bisa digunakan untuk biaya yang tidak termasuk dalam paket umroh, seperti tes PCR atau karantina di hotel sepulang umroh. 

Jadi, semakin lama tabungan umroh disimpan di reksadana syariah, semakin besar potensi imbal hasilnya. Ayo bulatkan niat umroh dan segera mulai tabungan reksadana syariah di Bareksa Umroh

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 


DISCLAIMER

*Data dalam artikel ini menggunakan kinerja masa lalu, dan tidak menjamin kinerja masa depan. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

*Harga paket umroh pada saat keberangkatan dan tanggal keberangkatan menjadi tanggung jawab agen travel dan menyesuaikan kebijakan pemerintah mengenai penyelenggaraan ibadah umroh