Kinerja Tetap Kinclong Saat Pandemi, Begini Simulasi Investasi Reksadana di Bareksa Umroh

Secara YtD, 3 reksadana syariah di Bareksa Umroh membukukan imbalan hingga 4,81 persen
Abdul Malik • 23 Oct 2020
cover

Ilustrasi keluarga Muslim ingin berangkat umroh dengan menabung di Bareksa Umroh. (Shutterstock)

Bareksa.com - Tiga reksadana syariah yang tersedia di platform Bareksa Umroh, membukukan kinerja positif sepanjang tahun ini, meskipun pasar modal bergejolak terdampak pandemi Covid-19. Menurut catatan Bareksa, tiga reksadana pasar uang syariah yang tersedia di Bareksa Umroh, yakni Syailendra Sharia Money Market Fund, Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra dan Cipta Dana Kas Syarih membukukan imbalan masing-masing 4,81 persen, 3,83 persen dan 2,62 persen secara year to date per 22 Oktober 2020. 

Sumber : Bareksa

Nilai imbalan tersebut jauh di atas kinerja indeks acuannya, yakni indeks reksadana pasar uang dan indeks reksadana pasar uang syariah yang mencatatkan imbalan minus 0,81 persen dan positif 1,34 persen YtD. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat masih minus 19,17 persen YtD per 22 Oktober 2020.

Dengan begitu kinerja tiga reksadana pasar uang syariah di Bareksa Umroh tetap kinclong di masa pandemi saat ini. Hal ini mengingat reksadana pasar uang syariah memang memiliki karakter rendah risiko, sehingga minim terpengaruh gejolak pasar.

Sumber : Bareksa

Bagi Anda yang ingin mulai menabung untuk umroh, berinvetasi di tiga reksadana syariah di Bareksa Umroh cukup menguntungkan di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian saat ini.

Bareksa Umroh merupakan platform yang menawarkan layanan rencana simpanan di reksadana syariah untuk membiayai perjalanan ibadah umroh. Calon jemaah bisa memilih tiga reksadana pasar uang syariah di platform ini untuk memulai rencana tabungannya. Dalam setahun terakhir (per 22 Oktober 2020), tiga reksadana pasar uang syariah di Bareksa Umroh membukukan imbalan 3,4 - 6 persen.

Sumber : Bareksa

Soal kehalalan dari investasi dan imbalan di reksadana syariah tidak perlu diragukan lagi. Sebab, reksadana syariah ialah reksadana yang hanya dapat berinvestasi di efek keuangan yang sesuai dengan kaidah dan prinsip syariah, dan terikat dengan batasan investasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sejumlah efek yang dapat dikategorikan sebagai efek bersifat syariah antara lain surat berharga syariah yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia, efek yang diterbitkan oleh emiten atau perusahaan publik yang menyatakan bahwa kegiatan usaha serta cara pengelolaan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip syariah sebagaimana tertuang dalam anggaran dasar, dan sukuk yang diterbitkan oleh emiten.

Adapun reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Sumber : Bareksa

Simulasi Investasi Reksadana di Bareksa Umroh

Salah satu rencana yang tersedia di Bareksa Umroh, adalah Paket Umroh Barokah dengan estimasi biaya Rp23,5 juta. Dengan asumsi kita mengambil paket ini dengan jangka waktu persiapan dananya selama 36 bulan, maka per bulan sedikitnya kita harus menabung sekitar Rp652.778.

Sumber : Bareksa

Andaikan kita berinvestasi di reksadana syailendra Sharia Money Market Fund senilai Rp652.778 per bulan selama 36 bulan sesuai dengan rencana tabungan kita untuk mengambil paket umroh Barokah di Bareksa Umroh, maka simulasinya akan menjadi seperti berikut ini :