BeritaArrow iconSBNArrow iconArtikel

ORI030 dan SDG Bond Ritel: Skema, Rekam Jejak, dan yang Membedakannya dari ORI Biasa

23 Juni 2026
Tags:
ORI030 dan SDG Bond Ritel: Skema, Rekam Jejak, dan yang Membedakannya dari ORI Biasa
Ilustrasi SDG Bond Ritel. ORI030 juga direncanakan oleh pemerintah diterbitkan dengan tema SDG Bond. (Shutterstock)

ORI030-T6 berpeluang menjadi SDG Bond Ritel berikutnya. Pelajari apa itu SDG Bond ORI, rekam jejak ORI026T6, mekanisme dana, dan perbedaannya dari ORI biasa.


Bareksa - Obligasi Negara Ritel ORI030 seri tenor 6 tahun berpeluang mengikuti kerangka ORI026T6 sebagai SDG Bond Ritel—Obligasi Negara Ritel yang mengalokasikan dana setara hasil penjualan untuk proyek pembangunan berkelanjutan. Masa penawaran direncanakan pada 6-30 Juli 2026, menunggu konfirmasi resmi pemerintah.

Pemerintah Indonesia menerbitkan SDG Bond senilai Rp19,15 triliun sepanjang tahun 2024, instrumen yang mengalokasikan dana setara hasil penjualannya untuk proyek kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial. ORI030-T6 berpeluang mengikuti skema yang sama, meski status resminya belum dikonfirmasi pemerintah.

Promo Terbaru di Bareksa

SDG Bond adalah obligasi negara yang diterbitkan dengan komitmen bahwa dana setara dengan hasil penjualannya akan diinvestasikan pada proyek-proyek yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) — 17 tujuan global yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengatasi kemiskinan, ketimpangan, dan perubahan iklim.

Untuk Indonesia, SDG Bond diterbitkan sesuai SDGs Government Securities Framework — kerangka yang selaras dengan standar internasional International Capital Market Association (ICMA). Dana hasil penerbitannya digunakan untuk membiayai proyek di tiga sektor prioritas:

  • Kesehatan (SDG 3): Program peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat

  • Pendidikan (SDG 4): Pembiayaan program pendidikan inklusif dan berkualitas

  • Pengentasan kemiskinan (SDG 1): Perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat

Filosofi dasarnya: leave no one behind — tidak ada warga negara yang tertinggal dari manfaat pembangunan.

Indonesia: Pelopor SDG Bond Ritel di Asia Tenggara

Indonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang menerbitkan SDG Bond untuk investor ritel individu.

ORI026T6 menjadi SDG Bond ritel pertama bagi investor individu WNI yang diterbitkan untuk mendukung pencapaian SDGs. Diluncurkan pada 30 September 2024, ORI026T6 mencatat penjualan Rp3,04 triliun dari total 7.829 investor — membuktikan minat investor ritel Indonesia pada instrumen SBN tematik.

Di luar pasar ritel, skala SDG Bond Indonesia jauh lebih besar. Pada tahun 2024, Pemerintah menerbitkan SDG Bond dengan nilai ekuivalen Rp19,15 triliun, baik di pasar domestik maupun internasional, serta Blue Bond senilai Rp2,55 triliun di pasar Jepang.

Komitmen transparansi dijaga melalui laporan tahunan Allocation and Impact Report yang disusun bersama Kementerian Keuangan, Bappenas, kementerian/lembaga terkait, dan United Nations Development Programme (UNDP). Data alokasi dan dampak proyek dapat dipantau publik melalui Dashboard Obligasi dan Sukuk Tematik Kemenkeu RI.

SDG Bond vs ORI Biasa: Apa Bedanya untuk Investor?

Dari sisi investasi, SDG Bond Ritel identik dengan ORI konvensional. Perbedaannya ada pada untuk apa dana itu bekerja.

Aspek

ORI Biasa

ORI SDG Bond

Imbal hasil

Fixed rate, dibayar bulanan

Fixed rate, dibayar bulanan

Jaminan

100% negara

100% negara

Pajak kupon

PPh final 10%

PPh final 10%

Dapat diperdagangkan

✓ Tradable

✓ Tradable

Alokasi dana

Pembiayaan APBN umum

Proyek SDG prioritas + APBN

Pelaporan dampak

Laporan tahunan DJPPR + UNDP

Sumber: Kemenkeu RI, diolah Tim Analis Bareksa

Satu poin penting: investor tidak menanggung risiko apapun terkait alokasi dana. Pokok dan kupon tetap dijamin penuh oleh negara terlepas dari kinerja proyek yang dibiayai.

Mengapa ORI030-T6 Berpeluang Menjadi SDG Bond?

Pemerintah belum mengumumkan secara resmi apakah ORI030-T6 akan menggunakan kerangka SDG Bond. Namun ada dasar yang kuat untuk memperkirakan kemungkinan ini.

Pertama, sejak ORI026T6, pola penerbitan ORI menunjukkan kecenderungan bahwa seri tenor 6 tahun digunakan untuk instrumen tematik. Kedua, skala SDG Bond Indonesia yang terus tumbuh — dari hanya untuk investor institusi sebelum 2024, kini terbuka untuk ritel — mencerminkan komitmen pemerintah memperluas partisipasi publik. Ketiga, konteks global: tekanan pada sustainable finance justru meningkat di tengah gejolak pasar, bukan berkurang.

Jika ORI030-T6 dikonfirmasi sebagai SDG Bond, Tim Analis Bareksa memprediksi kupon ORI030-T6 di kisaran 6,95–7,05% per tahun. Di sisi lain, alokasi dana ke proyek SDG dilaporkan dampaknya setiap tahun oleh DJPPR bersama UNDP.

Cara Beli ORI030 di Bareksa

ORI030 direncanakan dapat dibeli di Bareksa sekitar Juli 2026—tanggal pasti mengikuti pengumuman resmi pemerintah. Bareksa adalah Mitra Distribusi resmi Kemenkeu untuk SBN Ritel. Proses pemesanan: (i) registrasi, (ii) pemesanan, (iii) pembayaran, (iv) setelmen/konfirmasi.

Pastikan akun SBN sudah aktif dan pantau pengumuman resmi pemerintah agar tidak ketinggalan.

Catatan untuk Investor

Status ORI030-T6 sebagai SDG Bond belum dikonfirmasi resmi oleh pemerintah. Seluruh analisis dalam artikel ini bersifat edukatif dan merupakan pandangan Tim Analis Bareksa berdasarkan tren historis dan rencana pemerintah yang bersifat tentatif. Prediksi kupon 6,95–7,05% per tahun juga merupakan proyeksi yang belum merupakan kupon resmi.

Kesimpulan

ORI026T6 membuktikan bahwa SDG Bond Ritel bisa terserap pasar—Rp3,04 triliun dari 7.829 investor ritel individu. Jika ORI030-T6 dikonfirmasi menggunakan kerangka yang sama, investor mendapat instrumen dengan imbal hasil tetap yang Tim Analis Bareksa prediksi hingga 7,05% per tahun, jaminan negara penuh, dan alokasi dana yang dilaporkan dampaknya secara tahunan oleh DJPPR bersama UNDP. Masa penawaran direncanakan 6-20 Juli 2026, mengikuti pengumuman resmi pemerintah.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Siap-siap Investasi ORI030 di Sini

(Rahmat Hidayat/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

1. Apa perbedaan ORI SDG Bond dengan ORI biasa?

Secara investasi identik: fixed rate, dijamin negara, kupon dibayar bulanan, dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Perbedaannya: dana hasil penjualan ORI SDG Bond dialokasikan khusus untuk proyek pembangunan berkelanjutan (kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan) dan dilaporkan dampaknya setiap tahun oleh DJPPR bersama UNDP.

2. Apakah ORI030-T6 sudah resmi menjadi SDG Bond?

Belum. Pemerintah belum mengumumkan secara resmi. Namun mengikuti tren penerbitan ORI tematik sejak ORI026T6, seri tenor 6 tahun ORI030 berpeluang kembali menggunakan kerangka SDG Bond. Konfirmasi resmi akan diumumkan bersama penetapan kupon.

3. Apakah ada risiko tambahan karena dana dialokasikan ke proyek SDG?

Tidak ada. Pokok dan kupon ORI SDG Bond tetap dijamin 100% oleh negara melalui Undang-Undang dan dianggarkan dalam APBN, terlepas dari kinerja proyek yang dibiayai. Risiko investasi sama dengan ORI konvensional.

4. Di mana bisa memantau dampak dana SDG Bond yang sudah terbit?

Kemenkeu RI mempublikasikan SDG Bond Allocation and Impact Report setiap tahun, disusun bersama UNDP. Data alokasi dan dampak juga tersedia di Dashboard Obligasi dan Sukuk Tematik di situs resmi DJPPR.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua