ORI030 dan SDG Bond Ritel: Skema, Rekam Jejak, dan yang Membedakannya dari ORI Biasa
ORI030-T6 berpeluang menjadi SDG Bond Ritel berikutnya. Pelajari apa itu SDG Bond ORI, rekam jejak ORI026T6, mekanisme dana, dan perbedaannya dari ORI biasa.

ORI030-T6 berpeluang menjadi SDG Bond Ritel berikutnya. Pelajari apa itu SDG Bond ORI, rekam jejak ORI026T6, mekanisme dana, dan perbedaannya dari ORI biasa.
Bareksa - Obligasi Negara Ritel ORI030 seri tenor 6 tahun berpeluang mengikuti kerangka ORI026T6 sebagai SDG Bond Ritel—Obligasi Negara Ritel yang mengalokasikan dana setara hasil penjualan untuk proyek pembangunan berkelanjutan. Masa penawaran direncanakan pada 6-30 Juli 2026, menunggu konfirmasi resmi pemerintah.
Pemerintah Indonesia menerbitkan SDG Bond senilai Rp19,15 triliun sepanjang tahun 2024, instrumen yang mengalokasikan dana setara hasil penjualannya untuk proyek kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial. ORI030-T6 berpeluang mengikuti skema yang sama, meski status resminya belum dikonfirmasi pemerintah.
Promo Terbaru di Bareksa
SDG Bond adalah obligasi negara yang diterbitkan dengan komitmen bahwa dana setara dengan hasil penjualannya akan diinvestasikan pada proyek-proyek yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) — 17 tujuan global yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengatasi kemiskinan, ketimpangan, dan perubahan iklim.
Untuk Indonesia, SDG Bond diterbitkan sesuai SDGs Government Securities Framework — kerangka yang selaras dengan standar internasional International Capital Market Association (ICMA). Dana hasil penerbitannya digunakan untuk membiayai proyek di tiga sektor prioritas:
Kesehatan (SDG 3): Program peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat
Pendidikan (SDG 4): Pembiayaan program pendidikan inklusif dan berkualitas
Pengentasan kemiskinan (SDG 1): Perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat
Filosofi dasarnya: leave no one behind — tidak ada warga negara yang tertinggal dari manfaat pembangunan.
Indonesia: Pelopor SDG Bond Ritel di Asia Tenggara
Indonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang menerbitkan SDG Bond untuk investor ritel individu.
ORI026T6 menjadi SDG Bond ritel pertama bagi investor individu WNI yang diterbitkan untuk mendukung pencapaian SDGs. Diluncurkan pada 30 September 2024, ORI026T6 mencatat penjualan Rp3,04 triliun dari total 7.829 investor — membuktikan minat investor ritel Indonesia pada instrumen SBN tematik.
Di luar pasar ritel, skala SDG Bond Indonesia jauh lebih besar. Pada tahun 2024, Pemerintah menerbitkan SDG Bond dengan nilai ekuivalen Rp19,15 triliun, baik di pasar domestik maupun internasional, serta Blue Bond senilai Rp2,55 triliun di pasar Jepang.
Komitmen transparansi dijaga melalui laporan tahunan Allocation and Impact Report yang disusun bersama Kementerian Keuangan, Bappenas, kementerian/lembaga terkait, dan United Nations Development Programme (UNDP). Data alokasi dan dampak proyek dapat dipantau publik melalui Dashboard Obligasi dan Sukuk Tematik Kemenkeu RI.
SDG Bond vs ORI Biasa: Apa Bedanya untuk Investor?
Dari sisi investasi, SDG Bond Ritel identik dengan ORI konvensional. Perbedaannya ada pada untuk apa dana itu bekerja.
Aspek | ORI Biasa | ORI SDG Bond |
|---|---|---|
Imbal hasil | Fixed rate, dibayar bulanan | Fixed rate, dibayar bulanan |
Jaminan | 100% negara | 100% negara |
Pajak kupon | PPh final 10% | PPh final 10% |
Dapat diperdagangkan | ✓ Tradable | ✓ Tradable |
Alokasi dana | Pembiayaan APBN umum | Proyek SDG prioritas + APBN |
Pelaporan dampak | — | Laporan tahunan DJPPR + UNDP |
Sumber: Kemenkeu RI, diolah Tim Analis Bareksa
Satu poin penting: investor tidak menanggung risiko apapun terkait alokasi dana. Pokok dan kupon tetap dijamin penuh oleh negara terlepas dari kinerja proyek yang dibiayai.
Mengapa ORI030-T6 Berpeluang Menjadi SDG Bond?
Pemerintah belum mengumumkan secara resmi apakah ORI030-T6 akan menggunakan kerangka SDG Bond. Namun ada dasar yang kuat untuk memperkirakan kemungkinan ini.
Pertama, sejak ORI026T6, pola penerbitan ORI menunjukkan kecenderungan bahwa seri tenor 6 tahun digunakan untuk instrumen tematik. Kedua, skala SDG Bond Indonesia yang terus tumbuh — dari hanya untuk investor institusi sebelum 2024, kini terbuka untuk ritel — mencerminkan komitmen pemerintah memperluas partisipasi publik. Ketiga, konteks global: tekanan pada sustainable finance justru meningkat di tengah gejolak pasar, bukan berkurang.
Jika ORI030-T6 dikonfirmasi sebagai SDG Bond, Tim Analis Bareksa memprediksi kupon ORI030-T6 di kisaran 6,95–7,05% per tahun. Di sisi lain, alokasi dana ke proyek SDG dilaporkan dampaknya setiap tahun oleh DJPPR bersama UNDP.
Cara Beli ORI030 di Bareksa
ORI030 direncanakan dapat dibeli di Bareksa sekitar Juli 2026—tanggal pasti mengikuti pengumuman resmi pemerintah. Bareksa adalah Mitra Distribusi resmi Kemenkeu untuk SBN Ritel. Proses pemesanan: (i) registrasi, (ii) pemesanan, (iii) pembayaran, (iv) setelmen/konfirmasi.
Pastikan akun SBN sudah aktif dan pantau pengumuman resmi pemerintah agar tidak ketinggalan.
Catatan untuk Investor
Status ORI030-T6 sebagai SDG Bond belum dikonfirmasi resmi oleh pemerintah. Seluruh analisis dalam artikel ini bersifat edukatif dan merupakan pandangan Tim Analis Bareksa berdasarkan tren historis dan rencana pemerintah yang bersifat tentatif. Prediksi kupon 6,95–7,05% per tahun juga merupakan proyeksi yang belum merupakan kupon resmi.
Kesimpulan
ORI026T6 membuktikan bahwa SDG Bond Ritel bisa terserap pasar—Rp3,04 triliun dari 7.829 investor ritel individu. Jika ORI030-T6 dikonfirmasi menggunakan kerangka yang sama, investor mendapat instrumen dengan imbal hasil tetap yang Tim Analis Bareksa prediksi hingga 7,05% per tahun, jaminan negara penuh, dan alokasi dana yang dilaporkan dampaknya secara tahunan oleh DJPPR bersama UNDP. Masa penawaran direncanakan 6-20 Juli 2026, mengikuti pengumuman resmi pemerintah.
Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
Siap-siap Investasi ORI030 di Sini
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pertanyaan Umum
1. Apa perbedaan ORI SDG Bond dengan ORI biasa?
Secara investasi identik: fixed rate, dijamin negara, kupon dibayar
bulanan, dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Perbedaannya: dana
hasil penjualan ORI SDG Bond dialokasikan khusus untuk proyek
pembangunan berkelanjutan (kesehatan, pendidikan, pengentasan
kemiskinan) dan dilaporkan dampaknya setiap tahun oleh DJPPR bersama
UNDP.
2. Apakah ORI030-T6 sudah resmi menjadi SDG Bond?
Belum. Pemerintah belum mengumumkan secara resmi. Namun mengikuti tren
penerbitan ORI tematik sejak ORI026T6, seri tenor 6 tahun ORI030
berpeluang kembali menggunakan kerangka SDG Bond. Konfirmasi resmi akan
diumumkan bersama penetapan kupon.
3. Apakah ada risiko tambahan karena dana dialokasikan ke proyek SDG?
Tidak ada. Pokok dan kupon ORI SDG Bond tetap dijamin 100% oleh negara
melalui Undang-Undang dan dianggarkan dalam APBN, terlepas dari kinerja
proyek yang dibiayai. Risiko investasi sama dengan ORI konvensional.
4. Di mana bisa memantau dampak dana SDG Bond yang sudah terbit?
Kemenkeu RI mempublikasikan SDG Bond Allocation and Impact Report setiap
tahun, disusun bersama UNDP. Data alokasi dan dampak juga tersedia di
Dashboard Obligasi dan Sukuk Tematik di situs resmi DJPPR.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.220,73 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.175,77 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.197,47 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.019,17 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
