BeritaArrow iconSBNArrow iconArtikel

ST016T2 atau ST016T4? Cara Pilih Tenor ST016 Sesuai Profil Risiko & Tujuan Keuanganmu

Abdul Malik11 Mei 2026
Tags:
ST016T2 atau ST016T4? Cara Pilih Tenor ST016 Sesuai Profil Risiko & Tujuan Keuanganmu
Ilustrasi investor yang berinvestasi di ST016T2 dan ST016T4 sesuai profil risiko dan tujuan keuangannya. (Shutterstock)

ST016 hadir dalam dua pilihan tenor: 2 tahun dan 4 tahun. Ketahui perbedaannya dan mana yang paling cocok untuk profil risiko dan tujuan keuanganmu.

Bareksa - Sukuk Tabungan seri ST016 tersedia dalam dua tenor investasi. Banyak calon investor berhenti di sini, bingung pilih yang mana. Padahal jawabannya sederhana: pilihan terbaik tergantung pada tujuan keuangan dan kenyamanan kamu mengunci dana.

Masa penawaran ST016 dibuka mulai 8 Mei hingga 3 Juni 2026 dengan imbalan mulai 6,05% (ST016T2) dan 6,25% (ST016T4) per tahun. Dana masuk ke pemerintah pada 10 Juni 2026 (tanggal setelmen), dan imbalan pertama langsung cair ke rekening investor pada 10 Juli 2026. Investor bisa membeli ST016 melalui 32 mitra distribusi resmi yang ditunjuk Kementerian Keuangan, salah satunya Super App Bareksa.

Keduanya sama-sama syariah, sama-sama dijamin negara, dan sama-sama menggunakan mekanisme floating with floor. Perbedaannya hanya di tiga hal: tenor, tingkat kupon floor, dan batas maksimum pembelian. Tiga hal itu yang perlu disesuaikan dengan kondisi keuanganmu.

Promo Terbaru di Bareksa

Tidak ada pilihan yang "lebih baik" secara universal. Investor yang butuh fleksibilitas lebih cocok ke ST016T2. Investor yang ingin mengunci return lebih tinggi dalam jangka panjang lebih cocok ke ST016T4. Bahkan membeli keduanya sekaligus adalah strategi yang valid.

Perbandingan Lengkap ST016T2 vs ST016T4

Fitur
ST016T2
ST016T4 (Green Sukuk)

Tenor

2 tahun

4 tahun

Jatuh Tempo

10 Juni 2028

10 Mei 2030

Kupon Floor

6,05%/tahun

6,25%/tahun

Spread di atas BI Rate

+130 bps (1,3%)

+150 bps (1,5%)

Imbalan Bersih/Bulan per Rp1 juta*

Rp4.538

Rp4.687

Maksimum Pembelian

Rp5 miliar

Rp10 miliar

Periode Early Redemption

26 Mei – 3 Juni 2027

26 April – 3 Mei 2028

Setelmen Early Redemption

10 Juni 2027

10 Mei 2028

Jenis

Sukuk Tabungan biasa

Green Sukuk

Alokasi Dana

Proyek APBN umum

Proyek hijau/lingkungan

*Sudah dipotong PPh Final 10%. Angka berlaku selama BI Rate di 4,75%.
Sumber: Kemenkeu, diolah

Panduan Pilih Berdasarkan Profil dan Tujuan Keuangan

Pilih ST016T2 jika:

  • Dana kemungkinan dibutuhkan dalam 2–3 tahun ke depan (dana darurat cadangan, uang muka kredit pemilikan rumah atau properti, biaya pendidikan anak dalam waktu dekat)

  • Kamu ingin fleksibilitas reinvestasi lebih cepat, setelah ST016T2 jatuh tempo, kamu bisa reinvest ke instrumen dengan imbal hasil terkini

  • Ini investasi SBN pertamamu dan ingin mencoba dulu dengan tenor lebih pendek

  • Kamu punya keyakinan BI Rate akan naik signifikan dalam 2 tahun, dengan ST016T2 yang lebih pendek, kamu bisa reinvestasi ulang di rate lebih tinggi

Pilih ST016T4 jika:

  • Dana memang dialokasikan jangka panjang (dana pensiun, tabungan menikah 3–4 tahun lagi, dana pendidikan anak yang usianya masih kecil)

  • Kamu ingin lock-in return lebih tinggi (6,25% vs 6,05%) selama mungkin, terutama jika prediksi BI Rate akan turun ke depan

  • Kamu peduli dampak lingkungan, dana ST016T4 khusus untuk proyek hijau (irigasi, transportasi berkelanjutan, pertanian ramah lingkungan)

  • Kamu ingin beli dalam jumlah besar, batas maksimum ST016T4 dua kali lipat ST016T2 (Rp10 miliar vs Rp5 miliar)

Pilih keduanya jika:

  • Dana investasimu cukup besar dan ingin diversifikasi tenor (laddering strategi)

  • Kamu ingin imbal hasil lebih tinggi di ST016T4 sekaligus punya "jendela likuiditas" lebih awal lewat early redemption ST016T2

Simulasi Selisih Imbalan ST016T2 vs ST016T4 Selama Tenor Penuh

Nominal
ST016T2 - Total Imbalan Bersih (24 bln)
ST016T4 - Total Imbalan Bersih (48 bln)

Rp10 juta

Rp1.089.072

Rp2.250.000 (est.)

Rp100 juta

Rp10.890.720

Rp22.498.560 (est.)

Rp500 juta

Rp54.453.600

Rp112.492.800 (est.)

Asumsi: BI Rate tetap di 4,75% selama tenor, kupon tidak berubah dari floor.
*Estimasi T4 dihitung linear dari imbalan bersih per bulan Rp46.872 × 48 bulan per Rp10 juta. Angka aktual bisa berbeda jika BI Rate berubah. Ilustrasi bersifat indikatif.
Sumber: Kemenkeu, diolah

Kesimpulan

ST016T2 dan ST016T4 bukan soal "mana yang lebih baik", tapi soal mana yang lebih sesuai dengan rencanamu. ST016T2 cocok untuk yang butuh fleksibilitas dan horizon investasi lebih pendek. ST016T4 cocok untuk kamu yang ingin return lebih tinggi plus kontribusi nyata ke proyek hijau Indonesia. Jika ragu, mulai dengan ST016T2, setelah jatuh tempo, kamu sudah punya pengalaman dan bisa memutuskan lebih tepat di penerbitan berikutnya.

FAQ

1. Bisakah saya beli ST016T2 dan ST016T4 sekaligus dalam satu akun?
Bisa. Keduanya adalah seri berbeda dan batas maksimum pembelian berlaku terpisah Rp5 miliar untuk ST016T2 dan Rp10 miliar untuk ST016T4, kuota dihitung per individu secara total di semua Mitra Distribusi.

2. Apakah kupon ST016T4 selalu lebih tinggi dari ST016T2 selamanya?
Ya, spread ST016T4 selalu 20 bps lebih tinggi dari ST016T2 (150 bps vs 130 bps di atas BI Rate). Jadi dalam kondisi BI Rate apapun, kupon ST016T4 selalu 0,2% per tahun lebih tinggi dari ST016T2 termasuk saat keduanya di level floor.

3. Jika saya beli ST016T4 sekarang, apakah bisa "pindah" ke ST016T2 atau sebaliknya di tengah jalan?
Tidak bisa. ST016 tidak dapat dipindahtangankan atau dikonversi antar seri. Satu-satunya opsi pencairan sebelum jatuh tempo adalah early redemption pada periode yang sudah ditetapkan, maksimal 50% dari kepemilikan per transaksi.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Investasi ST016 di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua