Berita / SBN / Artikel

Target Penerbitan SBN Ritel di 2022 Rp100 Triliun, Bakal Ditambah?

Jika minat investor membludak, pemerintah mempertimbangkan apakah target akan ditingkatkan atau tidak
Bareksa • 24 Jan 2022
cover

Plt Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Deni Ridwan. (dok. Humas DJPPR Kemenkeu)

Bareksa.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menetapkan target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pada tahun ini Rp100 triliun. Pemerintah berencana menerbitan tujuh seri SBN Ritel dan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI021 akan menjadi yang pertama kali diterbitkan pemerintah.

Jika melihat besarnya minat investor terhadap semua seri SBN Ritel yang diterbitkan pemerintah tahun lalu, apakah target tahun ini berpeluang ditambah?

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa​

Melansir laman media sosial Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, pada Kamis (13/1/2022), berikut SBN Ritel yang akan diterbitkan tahun ini :

Pertama, Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI021, dengan masa penawaran pada 24 Januari hingga 17 Februari 2022.

Kedua, Sukuk Ritel (SR) seri SR016, dengan masa penawaran pada 25 Februari hingga 16 Maret 2022.

Ketiga, Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) seri SWR003, dengan masa penawaran pada 1 April hingga 2 Juni 2022.

Keempat, Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR011, dengan masa penawaran pada 23 Mei hingga 16 Juni 2022.

Kelima, Sukuk Ritel (SR) seri SR017, dengan masa penawaran pada 19 Agustus hingga 14 September 2022.

Keenam, Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI022, dengan masa penawaran pada 26 September hingga 20 Oktober 2022.

Ketujuh, Sukuk Tabungan (ST) seri ST009 seri ORI022, dengan masa penawaran pada 28 Oktober hingga 16 November 2022.

Sumber: Instagram DJPPR Kementerian Keuangan

Baca : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

Dinamika Pasar dan Minat Investor

Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Deni Ridwan menyampaikan target penerimaan negara dari penerbitan tujuh seri SBN Ritel pada tahun ini, salah satunya melihat target dan realisasi tahun lalu.

"Sekarang ini strategi Rp100 triliun untuk penerbitan SBN Ritel, kita lihat dinamika di pasar dan bagaimana minat masyarakat," kata Deni dalam acara Media BriefBareksa-Grab-OVO bertajuk "Kekuatan Ekosistem Digital dan Perluasan Distribusi SBN di 2022", secara virtual, Jumat (21/1/2022).

Deni menjelaskan penerbitan SBN Ritel, bukan hanya untuk pemenuhan dana untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tapi juga memperkuat basis investor.

"Ketika kita lihat minat meningkat, kita pertimbangkan apakah bisa meningkatkan dari yang kita tetapkan di level Rp100 triliun," kata Deni.

Sebagai catatan, ia menegaskan pemerintah tidak bisa sembarangan menambah target, sebab harus disesuaikan dengan pengelolaan keuangan negara.

"SBN Ritel ada sweetener, yang benar-benar bisa dinikmati investor kecil, makanya kita turunkan maksimal pemesanan jadi Rp2 miliar," kata Deni.

Baca : Kemenkeu Tetapkan Kupon ORI021 sebesar 4,9 Persen per Tahun

Investasi Sekarang

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara(SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri
berikutnya.

​​