Berita / SBN / Artikel

Tiga Risiko Investasi di ORI021 dan Cara Mengatasinya

Salah satunya adalah risiko gagal bayar, namun risiko ini hampir tidak ada karena pembayaran pokok dan imbalan dijamin oleh negara dan Undang-Undang
Abdul Malik • 27 Jan 2022
cover

Ilustrasi perempuan investor yang gembira usai melakukan pemesanan ORI021 di Bareksa. (Shutterstock)

Bareksa.com - Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI021telah dibuka masa penawarannya sejak Senin (4/10/2022) dan hingga 17 Februari 2022, atau 25 hari masa penawaran. ORI021 merupakan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pertama yang diterbitkan pemerintah pada tahun ini.

Pemerintah menetapkan imbal hasil atau kupon ORI021sebesar 4,9 persen, lebih rendah dibandingkan seri SBN Ritel sebelumnya. Meski demikian, minat investor pada produk investasi yang aman, mudah dan memberi cuan ini tetap tinggi.

Hal tersebut nampak pada besaran nilai pemesanan ORI021 yang menembus Rp5,3 triliun, pada sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis (27/1/2022). Ingin juga investasi di ORI021? Jika iya, ada baiknya Anda memahami tiga risiko berinvestasi di ORI021.

Seperti halnya instrumen investasi di pasar keuangan, ORI021 juga memiliki risiko. Berikut penjelasan risiko berinvestasi ORI021 berdasarkan Memorandum Informasi ORI021, yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan :

1. Risiko gagal bayar (default risk)

Yaitu risiko di mana investor tidak dapat memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat produk investasi jatuh tempo kupon dan pokok.

Mitigasi risiko :

ORI021 tidak mempunyai risiko gagal bayar mengingat berdasarkan Undang-Undang Surat Utang Negara (SUN), negara menjamin pembayaran kupon dan pokok SUN, termasuk ORI021 sampai dengan jatuh tempo yang dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya.

2. Risiko pasar (market risk)

Yaitu potensi kerugian (capital loss) bagi investor akibat faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keseluruhan dari pasar keuangan, antara lain perubahan suku bunga, perubahan fundamental ekonomi, dan kondisi politik yang tidak stabil.

Mitigasi risiko :

Kerugian (capital loss) dapat terjadi apabila Investor menjual ORI di pasar sekunder sebelum jatuh tempo di harga jual yang lebih rendah dari harga belinya. Risiko pasar dalam investasi ORI021 dapat dimitigasi antara lain dengan :

- Investor tidak menjual ORI021 sampai dengan jatuh tempo dan hanya menjual ORI jika harga jual (pasar) lebih tinggi daripada harga beli setelah dikurangi biaya transaksi. Pada saat harga pasar turun, investor tetap mendapat kupon setiap bulan sampai jatuh tempo. Investor tetap menerima pelunasan pokok sebesar 100 persen ketika ORI jatuh tempo.

- Investor dapat menjaminkan ORI021 dalam pengajuan pinjaman ke bank umum, lembaga keuangan lainnya, sebagai jaminan dalam transaksi efek di pasar modal, atau dijual kepada mitra distribusi. Ketentuan dan persyaratan berkaitan dengan penggunaan ORI sebagai jaminan/agunan tersebut tergantung pada kebijakan masing-masing bank dan lembaga keuangan lainnya.

3. Risiko likuiditas (liquidity risk)

Yaitu risiko di mana investor tidak dapat menjual/mencairkan produk investasi dalam waktu cepat di harga yang wajar.

Mitigasi risiko :

Risiko likuiditas (liquidity risk) dapat terjadi apabila investor membutuhkan dana dalam waktu cepat akan tetapi ORI tidak dapat dijual di harga wajar. Risiko ini dapat dihindari karena ORI021 dapat dijadikan sebagai jaminan dalam pengajuan pinjaman ke bank umum, lembaga keuangan lainnya, sebagai jaminan dalam transaksi efek di pasar modal, atau dijual kepada mitra distribusi.

Ketentuan dan persyaratan berkaitan dengan penggunaan ORI021 sebagai jaminan/agunan tersebut tergantung pada kebijakan masing-masing bank dan lembaga keuangan lainnya.

Makin yakin berinvestasi sekaligus bantu negara dengan investasi ORI021? Lakukan pemesanan ORI021 di Bareksa ya.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

ORI021 merupakan salah satu jenis SBN Ritel yang memiliki fitur bisa diperdagangkan dengan tenor 3 tahun. Nilai investasi minimal Rp1 juta dan maksimal Rp2 miliar. Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.