Berita / SBN / Artikel

Antara Sukuk Tabungan ST008 dan Deposito, Lebih Untung Mana?

Imbal hasil ST008 minimal 4,8 persen per tahun, rata-rata bunga deposito bertenor 12 bulan 3,59 persen per tahun
Abdul Malik • 05 Nov 2021
cover

Ilustrasi investor Muslimah yang gembira karena investasinya di Green Sukuk Ritel - Sukuk Tabungan seri ST008. (Shutterstock)

Bareksa.com - Tabungan dan deposito bank merupakan tempat untuk menyimpan uang yang aman dan memiliki risiko yang sangat rendah. Namun, kita juga perlu tahu ada produk Sukuk Tabungan yang memiliki potensi imbal hasil yang lebih besar daripada deposito, namun juga tetap aman, dan dijamin pemerintah.

Sukuk Tabungan adalah satu jenis Surat Berharga Negara untuk masyarakat ritel yang dikelola dengan prinsip syariah atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Sukuk adalah bukti kepemilikan sebagian aset negara yang disewakan kepada pemerintah dan bukan surat utang.

Sukuk Tabungan (ST), sesuai dengan namanya, memiliki sifat yang mirip dengan tabungan atau deposito bank tetapi uang kita akan digunakan untuk membiayai proyek hijau (green projects) pemerintah. Sukuk Tabungan memiliki jangka waktu atau masa berlaku dua tahun.

Seri terbaru Sukuk Tabungan, ST008, hanya bisa dipesan selama masa penawaran 1-17 November 2021. Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, sudah menetapkan imbal hasilnya minimal 4,80 persen per tahun.

Meski namanya adalah tabungan, ST memiliki keunggulan lebih dibandingkan tabungan bank atau deposito pada umumnya. Ada empat keuntungan dari ST008 dibandingkan dengan deposito bank yaitu: imbal hasil menarik, modal lebih terjangkau, pajak rendah, dan pencairan awal (early redemption) tanpa pinalti.

Untuk membandingkannya, mari kita gunakan simulasi dengan modal yang sama, yakni Rp10 juta untuk ST008 dan deposito bank. Mengutip data Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) Bank Indonesia per 4 November 2021, rata-rata suku bunga deposito bertenor 12 bulan (1 tahun) memberikan imbalan 3,59 persen per tahun.

Artinya, jika kita menaruh uang di deposito bank saja, kita hanya mendapatkan imbal hasil sekitar Rp359.000 per tahun. Imbal hasil tersebut belum dipotong pajak atas deposito sebesar 20 persen, sehingga imbal hasil bersih yang diterima hanya Rp287.200 per tahun.

Sementara jika kita membeli ST008 kita akan mendapatkan imbal hasil sebesar Rp480.000 per tahun. Imbal hasil tersebut akan terkena pajak yang lebih rendah yakni sebesar 10 persen, sehingga imbalan bersih yang diterima Rp432.000 per tahun.


ST008

Deposito

Nilai Investasi (Rp)

10.000.000

10.000.000

Imbal Hasil Kotor per Tahun (%)

4,80%

3,59%*

Imbal Hasil Kotor per Tahun (Rp)

480.000

359.000

Pajak (%)

10%

20%

Pajak (Rp)

48.000

71.800

Imbal Hasil Bersih Tahun (%)

4,32%

2,87%

Imbal Hasil Bersih per Tahun (Rp)

432.000

287.200

*suku bunga 1 tahun rata-rata PIPU Bank Indonesia

Perlu dicatat, kalau ada penurunan suku bunga lagi, imbalan ST008 tidak akan turun dari batas minimal karena bersifat floating with floor. Hal ini berbeda dengan deposito yang sangat bergantung pada suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7DRRR).

Karena ditujukan untuk masyarakat ritel, Sukuk Tabungan bisa dibeli dengan modal yang terjangkau mulai dari Rp1 juta hingga maksimal Rp1 miliar. Berapapun nominal investasinya, persentase imbalan atau keuntungan yang diperoleh akan sama. Berbeda dengan deposito yang biasanya menawarkan suku bunga berbeda tergantung dengan nominal penempatannya.

Kalau kita butuh dana mendadak sebelum jatuh tempo, ST008 bisa dicairkan awal dengan fasilitas early redemption. Fasilitas ini gratis dan tanpa pinalti, tidak seperti deposito yang mengenakan denda/pinalti kalau kita mencairkan sebelum jatuh tempo.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Green Sukuk Ritel ST008 ditawarkan 1-17 November 2021. Investasi mulai dari Rp1 juta dan maksimal Rp1 miliar. ST008 merupakan salah satu jenis SBN Ritel syariah dengan fitur tidak bisa diperdagangkan dengan tenor investasi 2 tahun dan kupon bersifat mengambang dengan batas minimal.

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.